Calvin Dores, Putra Mendiang Deddy Dores Berniat Jual Mata Demi Masa Depan Anak
Jakarta, 17 Mei 2026
Key Issue menarik perhatian publik ketika Calvin Dores, anak musisi legendaris Deddy Dores, mengungkapkan rencana menjual mata sebagai langkah memastikan masa depan anak-anaknya. Ini bukan keputusan spontan, melainkan hasil pertimbangan matang yang diambil demi memenuhi kebutuhan finansial keluarga.
“Saya menjual mata bukan hanya untuk kebutuhan sehari-hari, tapi lebih untuk masa depan anak. Makanya, saya memutuskan menjual mata ini,” ujarnya dalam wawancara terbaru.
Calvin Dores, yang kini menjadi orang tua tunggal, mengatakan keputusan tersebut diambil setelah melihat kenaikan biaya hidup yang terus meningkat. Meski telah bekerja keras dengan menghasilkan lagu dan berbagai proyek kreatif, pendapatan masih kurang untuk menjamin kualitas kehidupan yang layak bagi istri dan anak-anaknya.
Belajar dari Masa Lalu yang Sulit
Menurut Calvin, key issue utama yang menggerakkan langkahnya adalah keterbatasan ekonomi yang dialami keluarga. “Saya merasa seperti ayah yang gagal karena kehidupan anak saya jauh lebih sulit dibandingkan masa kecil saya dulu,” tambahnya. Ia mengungkapkan bahwa Deddy Dores, yang telah meninggal dunia, dulu mampu memberikan kestabilan finansial. Kini, kondisi berbeda.
“Lagi pula, saya sudah paham bagaimana dunia ini berjalan. Kalau mata saya hilang satu, itu tidak akan menjadi masalah besar,” kata Calvin sambil menegaskan bahwa ia berharap langkah ini bisa membantu istri dan anak-anaknya.
Dalam ceritanya, Calvin menyebutkan bahwa keputusan ini dilatarbelakangi oleh harapan untuk menghindari kebutuhan yang berlebihan. Ia mengatakan bahwa key issue terbesar saat ini adalah bagaimana memastikan pendidikan dan kesehatan anak-anaknya tidak terganggu. “Saya sudah sangat depresi, jadi memutuskan untuk menjual mata,” pungkasnya.
Proses Keputusan yang Tidak Mudah
Calvin Dores menjelaskan bahwa ia telah mempertimbangkan berbagai opsi sebelum memutuskan menjual mata. Key issue yang paling mendesak adalah kebutuhan biaya pendidikan, kesehatan, dan pengembangan karier anak-anaknya. “Saya tahu ini adalah langkah berani, tapi saya rela melakukan apa pun untuk kebaikan mereka,” ujarnya.
Dalam perjalanan hidupnya, Calvin mengakui bahwa key issue ekonomi menjadi tantangan terberat. Ia menjual mata sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memastikan keluarga tidak terjebak dalam keterpurukan. “Saya merasa ini adalah solusi terbaik yang bisa saya ambil,” tambahnya.
Calvin juga mengungkapkan bahwa key issue ini memaksa dirinya untuk mengambil langkah yang mungkin dianggap ekstrem. Ia menjelaskan bahwa biaya hidup yang melonjak memaksa keluarga mempertimbangkan semua kemungkinan, termasuk menjual mata. “Saya tidak ingin anak-anak saya tumbuh dalam kondisi yang lebih buruk dari masa kecil saya,” tuturnya.
