100 Soal PSAJ PAI Kelas 6 2026 dan Kunci Jawaban PAT, PAS, UAS, ASAS, ASAT
Facing Challenges – Siswa kelas 6 SD/MI menghadapi beberapa ujian akhir semester 2, termasuk UAS, PAS, PAT, serta PSAJ, ASAS, dan ASAT. Ujian ini bertujuan menguji pemahaman siswa tentang materi yang telah dipelajari selama semester kedua. Pendidikan Agama Islam (PAI) menjadi salah satu mata pelajaran yang diujikan dalam PSAJ. Untuk mempersiapkan diri, siswa bisa mengerjakan contoh soal PAI yang disusun berdasarkan materi buku PAI dan Budi Pekerti untuk SD/MI Kelas VI oleh Nazirwan dan Kholili Abdullah.
Contoh Soal PAI Kelas 6 SD/MI Semester 2
Perhatikan penggalan kandungan Q.S. Ad-Duhā berikut ini!
1. Dalam surah tersebut, Allah Swt. menenangkan hati Nabi Muhammad saw. ketika beliau merasa sedih karena wahyu sempat tidak turun beberapa waktu. Dari peristiwa ini, sikap yang paling tepat diteladani oleh seorang pelajar ketika mengalami kegagalan dalam belajar adalah … A. Menyalahkan teman dan keadaan sekitar B. Tetap sabar, berusaha, dan yakin Allah akan memberi jalan keluar C. Berhenti belajar karena merasa tidak mampu D. Marah kepada guru karena nilainya rendah
Saat menulis ayat-ayat Q.S. Ad-Duhā, seorang siswa harus memperhatikan ketepatan huruf hijaiyah, tanda baca, dan susunan ayat agar tidak terjadi kesalahan makna.
2. Sikap yang harus dimiliki ketika belajar menulis Al-Qur’an adalah … A. Tergesa-gesa agar cepat selesai B. Menulis sambil bercanda dengan teman C. Sabar, teliti, dan menghormati Al-Qur’an D. Menulis hanya jika diperintah guru
Kandungan utama Q.S. Ad-Duhā mengajarkan bahwa Allah Swt. tidak meninggalkan Nabi Muhammad saw. dan akan memberikan kehidupan yang lebih baik di masa depan.
3. Berdasarkan pesan tersebut, perilaku berikut yang paling sesuai adalah … A. Putus asa ketika mendapat masalah B. Yakin bahwa setiap kesulitan pasti ada pertolongan Allah Swt. C. Selalu bergantung kepada bantuan manusia D. Menghindari semua tanggung jawab hidup
Dalam kegiatan menghafal Q.S. Ad-Duhā, seorang siswa membagi ayat menjadi beberapa bagian kecil lalu mengulanginya setiap selesai salat.
4. Cara tersebut menunjukkan bahwa menghafal Al-Qur’an memerlukan … A. Kesabaran dan istiqamah B. Kemarahan dan paksaan C. Persaingan dengan teman D. Hafalan tanpa memahami arti
Allah Swt. memiliki nama al-Gaffār yang berarti Maha Pengampun.
5. Berdasarkan makna tersebut, perilaku yang paling mencerminkan keimanan kepada Allah Swt. adalah … A. Mengulangi kesalahan tanpa merasa bersalah B. Merasa dosa tidak akan diampuni C. Segera bertobat dan memperbaiki diri setelah berbuat salah D. Menyembunyikan kesalahan agar tidak diketahui siapa pun
Asmaulhusna al-‘Afuw berarti Allah Swt. Maha Pemaaf. Perbedaan antara mengampuni dan memaafkan adalah Allah Swt. tidak hanya menghapus dosa, tetapi juga memberi kesempatan manusia untuk menjadi lebih baik.
6. Hikmah yang dapat diambil dari sifat tersebut adalah … A. Menjadi pribadi yang mudah memaafkan orang lain B. Membalas kesalahan teman dengan kemarahan C. Tidak peduli terhadap kesalahan sendiri D. Menganggap semua perbuatan pasti benar
Meyakini bahwa Allah Swt. memiliki sifat al-Wahid akan membuat seorang muslim memahami bahwa …
7. … A. Allah Swt. memiliki banyak sekutu B. Hanya Allah Swt. satu-satunya Tuhan yang wajib disembah C. Semua manusia dapat menentukan takdir sendiri D. Alam semesta terjadi tanpa kehendak Allah Swt.
Allah Swt. memiliki sifat al-Şamad yang berarti Maha Dibutuhkan oleh semua makhluk.
8. Contoh perilaku yang sesuai dengan keyakinan tersebut adalah … A. Meminta pertolongan hanya kepada benda keramat B. Bergantung penuh kepada kekuatan diri sendiri C. Berdoa dan memohon pertolongan hanya kepada Allah Swt. D. Mempercayai semua ramalan tanpa berpikir
Seorang siswa melakukan kesalahan kepada gurunya lalu ia menyesal, meminta maaf dengan tulus, dan berjanji tidak mengulanginya lagi.
9. Sikap tersebut menunjukkan salah satu syarat memperoleh ampunan Allah Swt., yaitu … A. Bangga terhadap kesalahan yang dilakukan B. Menyesali dosa dan bertobat dengan sungguh-sungguh C. Menyalahkan orang lain
