Internasional

Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel – GPCI: Ada 11 Kapal Dibajak di Laut Internasional

Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel dalam Pembajakan Kapal di Laut Internasional Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel - Peristiwa mengejutkan terjadi

Desk Internasional
Published Mei 19, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel dalam Pembajakan Kapal di Laut Internasional

Tiga Jurnalis Indonesia Ditangkap Israel – Peristiwa mengejutkan terjadi di perairan laut internasional saat tiga jurnalis Indonesia ditangkap oleh pasukan militer Israel, menambah kekhawatiran terhadap operasi penyergapan yang sedang berlangsung terhadap armada kapal kemanusiaan. Dalam rangkaian aksi yang diketahui sebagai bagian dari misi GPCI (Global Peace Coalition Indonesia), kapal-kapal yang membawa bantuan dan relawan internasional terus menjadi sasaran penahanan. Hingga Senin (18/5/2026) sore, laporan dari Media Crisis Center GPCI menyebutkan setidaknya 11 dari 61 kapal kemanusiaan telah disandera, memicu reaksi internasional.

Latar Belakang Operasi Penyergapan Israel

Kapal Joseph, yang menjadi salah satu armada terkena dampak, membawa delegasi kemanusiaan dari berbagai negara termasuk tiga jurnalis asal Indonesia. Operasi ini dilakukan oleh Angkatan Laut Israel yang berupaya memutus akses bantuan ke wilayah Gaza. Menurut laporan terkini, pihak militer menghentikan perjalanan kapal tersebut secara paksa, menyebabkan perangkap dan penahanan terhadap para penumpangnya.

“Tindakan militer Israel ini menunjukkan penggunaan kekuatan yang tidak terkendali terhadap kapal berlayar yang membawa bantuan kemanusiaan. Kami mendesak agar keamanan relawan internasional diperhatikan secara serius,” kata Maimon Herawati, Koordinator Dewan Pengarah GPCI, saat memberi pernyataan kepada Tribunnews.com.

Dalam operasi ini, kapal Tabariyya (Cactus) turut menjadi korban, dengan penahanan dilakukan sekitar pukul 14.00 waktu setempat. Tindakan ini menunjukkan peningkatan eskalasi kekerasan terhadap upaya penyelamatan kemanusiaan di Laut Mediterania. GPCI menegaskan bahwa situasi telah mencapai level siaga tinggi, mengancam keselamatan delegasi yang sedang berlayar.

Keterlibatan Delegasi Indonesia dalam Konflik Laut Internasional

Tiga jurnalis Indonesia yang ditangkap, yaitu dari media Republika, iNews, dan Tempo, turut menjadi bagian dari tim kemanusiaan yang berusaha menembus blokade Gaza. Mereka terlibat dalam aksi penyelamatan yang bertujuan menghimpun dukungan global untuk kemanusiaan. Selain itu, delegasi domestik seperti Dompet Dhuafa dan Rumah Zakat juga menjadi korban kebijakan militer Israel.

“Kami mempertanyakan keadilan tindakan Israel dalam memblokir perjalanan kapal kemanusiaan. Tiga jurnalis Indonesia yang ditangkap menjadi bukti nyata bahwa keamanan para peliputan masih terancam,” kata Irvan Nugraha, Anggota Dewan Pengarah GPCI, dalam wawancara terpisah.

Sebagai respons, GPCI memperkuat mekanisme darurat untuk melindungi Warga Negara Indonesia (WNI) di perairan internasional. Ahmad Juwaini, Anggota Dewan Pengarah, menjelaskan bahwa pihaknya sedang melakukan koordinasi dengan KBRI dan KJRI di Yordania, Mesir, serta Turki. Upaya ini bertujuan memastikan seluruh delegasi mendapat perlindungan maksimal selama operasi penyelamatan.

Kondisi Saat Ini dan Kekhawatiran Global

Peristiwa tiga jurnalis Indonesia ditangkap Israel memicu sorotan dari berbagai organisasi internasional. Maimon Herawati menekankan bahwa GPCI terus mengawasi situasi di laut internasional, termasuk dalam mendokumentasikan kejadian-kejadian pembajakan yang terjadi. Kapal-kapal yang disandera terus menjadi fokus perhatian, terutama karena pengaruhnya terhadap misi kemanusiaan global.

Di dalam negeri, Command Center Lead GPCI, Jajang Nurjaman, menyatakan bahwa posko Jakarta memberikan dukungan teknis dan logistik untuk keluarga delegasi. Bantuan psikologis dan informasi terkini terus diberikan sebagai bagian dari upaya mengamankan para jurnalis dan relawan. Selain itu, GPCI juga mengajukan permintaan resmi ke pemerintah Indonesia untuk memperkuat perlindungan diplomatic.

“Tiga jurnalis Indonesia ditangkap Israel bukan hanya insiden lokal, melainkan bagian dari konflik global yang terus berlangsung. Kami mengharapkan reaksi tegas dari negara-negara anggota PBB untuk melindungi keselamatan warga negara,” tegas Ahmad Juwaini, menegaskan pentingnya keberlanjutan misi kemanusiaan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Indonesia juga memberikan pernyataan bahwa tujuh dari empat belas WNI terkena kapal karam di perairan Malaysia. Meski insiden itu terjadi di wilayah berbeda, kekhawatiran terhadap keamanan misi kemanusiaan tetap terus diungkapkan. Kebijakan penahanan kapal di laut internasional oleh Israel semakin menegaskan tindakan keras yang dilakukan terhadap perjalanan bantuan internasional.

Leave a Comment