Bisnis

Visit Agenda: Harumnya Aroma Jamu Mbok Moncer Desa BRILiaN Kemudo Klaten, Tercium Sampai Luar Daerah

Aroma Jamu Mbok Moncer Desa Kemudo Klaten Menyebar Luar Daerah Visit Agenda – Di tengah tantangan pandemi yang mengubah cara hidup masyarakat, seorang ibu

Desk Bisnis
Published Mei 20, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Aroma Jamu Mbok Moncer Desa Kemudo Klaten Menyebar Luar Daerah

Visit Agenda – Di tengah tantangan pandemi yang mengubah cara hidup masyarakat, seorang ibu rumah tangga di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, membangun usaha jamu dengan nama Mbok Moncer. Dengan bahan-bahan alami seperti jahe, kunyit, temulawak, dan bahan-bahan lain yang dipetik langsung dari kebunnya, aroma jamu ini mampu mencuri perhatian khalayak di luar daerah. Produk yang dibuat dengan proses tradisional tetapi dipasarkan secara modern ini tidak hanya menjadi minuman penambah imunitas, tetapi juga membawa kearifan lokal ke pasar lebih luas.

Tri Wahyuni, pelaku usaha jamu ini, mengatakan bahwa keinginannya untuk memproduksi jamu dengan aroma khas muncul setelah melihat kebutuhan masyarakat selama lockdown. “Pandemi membuat banyak orang terbiasa dengan jamu sebagai bahan penguat daya tahan tubuh, jadi saya berpikir ini bisa menjadi peluang,” ujarnya. Dengan konsep jamu serbuk instan yang praktis, produk Mbok Moncer mulai dikenal luas, bahkan sampai ke kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Solo. “Tercium aroma jamu ini dari jauh, ada yang sampai bertanya langsung ke saya,” tambah Tri.

Proses Pemrosesan Bahan Baku yang Detail

Sebelum mengembangkan jamu serbuk, Tri memulai dari langkah tradisional dengan merebus rempah-rempah secara manual. Namun, ketika mencoba menerapkan metode instan, ia menemukan cara yang lebih efisien tanpa mengorbankan kualitas. “Saya coba variasi resep, memilih bahan-bahan yang khas dan bisa menarik minat konsumen,” jelasnya. Prosesnya melibatkan pemilihan bahan yang berkualitas tinggi, pengeringan secara alami, dan pengemasan yang tahan lama. Ini membuat jamu Mbok Moncer tidak hanya nyaman dikonsumsi, tetapi juga tetap memiliki manfaat seperti jamu tradisional yang terkenal.

Produk Mbok Moncer beragam, mulai dari Temuku (temulawak dan kunyit) hingga Jaeku Teken (jahe, kunyit, temulawak, dan kencur). Bahan-bahan seperti pandan, serai, dan kelor diambil dari kebun pribadi, sementara rempah lainnya dibeli dari pasar lokal. Tri menekankan bahwa kualitas bahan menjadi prioritas utama dalam produksi. “Saya selalu memastikan bahan-bahan segar dan tidak tercemar,” katanya. Dengan alasan ini, produknya mampu bertahan lama dan tetap memiliki rasa yang khas, yang menjadi ciri khas Visit Agenda.

Pelatihan yang Memunculkan Ide Usaha

Tri berbagi kisah menarik tentang bagaimana ilmu pembuatan jamu diperolehnya. “Ada Suster Mariati yang sedang memberikan pelatihan pengolahan jamu temulawak, dan saya ikut serta bukan karena ingin belajar, tapi karena kebetulan ada kebutuhan,” katanya. Proses pelatihan ini membuka wawasan baru tentang kombinasi bahan dan teknik pemrosesan, yang kemudian ia terapkan dalam usahanya. “Dari situ muncul ide untuk membuat jamu serbuk yang bisa dinikmati oleh banyak orang,” ujarnya.

Seiring waktu, usaha Tri berkembang pesat, bahkan mendapat dukungan dari komunitas lokal dan pedagang asongan. Produk jamu ini mulai dijual di pasar tradisional, warung-warung kecil, hingga online. “Visit Agenda memang membantu menyebarluaskan produk kami ke berbagai wilayah, karena banyak yang mencari aroma khas ini,” tambahnya. Tri juga mengatakan bahwa keahlian yang didapat dari Suster Mariati menjadi aset berharga dalam menjaga keautentikan dan kualitas jamu yang dihasilkan.

Manfaat Jamu Mbok Moncer bagi Konsumen

Jamu Mbok Moncer tidak hanya diminum karena rasa yang khas, tetapi juga karena manfaatnya yang terbukti. Tri menjelaskan bahwa produk ini diformulasikan untuk meningkatkan daya tahan tubuh, mengatasi masalah pencernaan, dan melawan rasa lelah. “Karena banyak bahan alami yang kaya akan nutrisi, konsumen merasa lebih sehat setelah memakannya,” katanya. Keberhasilan ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat terhadap Visit Agenda sebagai penggerak inovasi di bidang kebutuhan sehari-hari.

Usaha ini juga menjadi contoh bagaimana wirausaha lokal bisa berkembang dengan menciptakan produk yang memiliki nilai tambah. Tri menjelaskan bahwa inovasi jamu serbuk adalah jawaban atas kebutuhan konsumen yang ingin praktis namun tetap mengakses manfaat tradisional. “Visit Agenda mengajarkan bahwa keunikan aroma dan rasa bisa menjadi kekuatan pemasaran,” ujarnya. Dengan pemasaran yang tepat, produk ini tidak hanya menjual, tetapi juga memperkenalkan budaya jamu ke pasar yang lebih luas.

Dukungan Pemangku Kepentingan dan Masa Depan Usaha

Berkat keberhasilannya, Tri kini memiliki rencana untuk memperluas usaha, termasuk memasukkan bahan-bahan baru yang bisa memperkaya rasa dan manfaat. “Saya ingin memperkenalkan produk yang lebih beragam, agar bisa memenuhi kebutuhan berbagai kalangan,” katanya. Ia juga berharap bisa bekerja sama dengan organisasi lokal untuk mempromosikan jamu tradisional sebagai bagian dari Visit Agenda yang lebih inklusif.

Kehadiran jamu Mbok Moncer menunjukkan bahwa inovasi di bidang kebutuhan sehari-hari bisa dilakukan oleh siapa saja, asalkan memiliki keinginan dan ketekunan. “Visit Agenda menjadi pemicu utama bagi saya, karena banyak orang yang menaruh perhatian pada produk ini,” ujarnya. Dengan penggunaan teknologi modern dan menjaga kualitas bahan tradisional, Tri berharap jamu Mbok Moncer bisa menjadi salah satu produk yang mendukung kesehatan masyarakat dan menjaga warisan budaya lokal. Aroma jamu ini, yang tercium sampai luar daerah, menjadi bukti bahwa Visit Agenda tidak hanya tentang kegiatan, tetapi juga tentang nilai-nilai yang bisa diterima oleh berbagai kalangan.

Leave a Comment