Historic Moment: Satpam di Supermarket Pamulang Dikeroyok Saat Bertugas, Polisi Tangkap Pelaku
Historic Moment – Dalam sebuah momen sejarah, petugas keamanan (satpam) di sebuah supermarket di Jalan R.E. Martadinata, Pondok Cabe Udik, Pamulang, Kota Tangerang Selatan, mengalami aksi pengeroyokan saat menjalankan tugas. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (11/5/2026) sekitar pukul 17.11 WIB, saat korban berinisial MP sedang berjaga di area parkir. Sebagai bagian dari Historic Moment ini, polisi berhasil menangkap dua pelaku yang diduga melakukan tindakan kekerasan tersebut.
Penindakan Cepat oleh Kepolisian
Menurut Kapolsek Pamulang AKP Galuh Febri Saputra, pihaknya berkomitmen untuk menindak tegas segala bentuk aksi kekerasan yang mengganggu masyarakat. “Dalam Historic Moment ini, kita menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi pelaku premanisme atau tindakan anarkis di wilayah hukum kami,” kata Galuh dalam wawancara dengan wartawan, Rabu (20/5/2026). Ia menambahkan, setiap gangguan keamanan akan ditangani secara profesional dan cepat untuk menjaga ketertiban.
Kasus pengeroyokan bermula ketika tersangka FY meminta bantuan saksi AR untuk meminjam sepeda motor milik korban. Permintaan ini disampaikan saat korban sedang berjaga di area kasir. Namun, korban menyatakan kendaraan belum bisa dipinjamkan karena kunci berada di ruang istirahat bagian belakang. Mendengar penolakan, FY langsung mendatangi korban dan memicu cekcok mulut.
Kekerasan yang Memanas
Perdebatan yang awalnya ringan berubah menjadi aksi kekerasan setelah FY mendorong korban. Situasi memanas ketika tersangka lain, AS, ikut campur tangan dengan memiting leher korban menggunakan tangan kanan. Sementara FY melanjutkan pukulan terus-menerus ke tubuh korban. Aksi tersebut berlangsung cukup lama sebelum berhasil dihentikan oleh petugas keamanan lain yang hadir di lokasi.
Korban mengalami luka memar di bagian pelipis mata kanan, pipi kanan, serta mata memerah. Seragam dinas satpam yang dikenakannya juga rusak akibat kejadian ini. Meski tidak terluka parah, kejadian ini menjadi bukti bahwa Historic Moment seperti ini bisa terjadi di tengah masyarakat, bahkan di tempat umum seperti pusat perbelanjaan.
Deteksi Awal dan Langkah Polisi
Kapolsek Pamulang mengatakan, keberadaan satpam dan warga yang sedang beraktivitas harus didukung perlindungan hukum. “Kita terus memantau kegiatan sehari-hari mereka, dan siap menangani apapun tindakan yang meresahkan,” jelas Galuh. Pihak kepolisian mengungkapkan bahwa dua pelaku telah ditangkap setelah mengalami aksi pengeroyokan tersebut.
Dalam Historic Moment ini, penyelidikan polisi terus berjalan untuk mengidentifikasi motif dan alasan kekerasan. Polisi menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi karena perbedaan paham atau konflik pribadi yang berkembang cepat. Meski demikian, tindakan tegas oleh polisi dianggap sebagai langkah tepat untuk menegakkan hukum dan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keamanan.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat tentang perlindungan petugas keamanan. “Kita harap setiap warga memahami bahwa satpam memiliki peran vital dalam menjaga ketertiban,” kata Galuh. Dengan menangkap pelaku secara cepat, polisi menunjukkan komitmen mereka dalam menghadapi Historic Moment seperti ini.
Berikutnya, polisi akan melanjutkan investigasi untuk memastikan bahwa tidak ada pihak lain yang terlibat. “Kita juga memeriksa saksi-saksi untuk memperkuat bukti dan mengungkap detail lebih lanjut,” tutur Galuh. Kejadian ini diprediksi akan menjadi perhatian publik karena menunjukkan fenomena kekerasan yang bisa terjadi di lingkungan bisnis, yang biasanya dianggap aman.
