Kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan Picu Kecemasan dan Kemacetan
Kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan – Sebuah kebakaran terjadi di kampus Binus Kemanggisan, Jakarta Barat, pada Jumat (22/5/2026) pagi. Area Gedung Kampus Anggrek di kawasan Kemanggisan, Palmerah, menjadi korban kebakaran yang menghasilkan asap tebal, menyebabkan kepanikan di antara mahasiswa dan karyawan serta memicu kemacetan di Jalan Rawa Belong. Insiden ini menarik perhatian warga sekitar karena dampaknya yang signifikan pada lingkungan dan aktivitas transportasi.
Dampak Kebakaran pada Lingkungan Sekitar
Kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan menyebabkan asap hitam yang menggelayuti area gedung kampus, mengganggu visibilitas dan mengharuskan penghuni gedung untuk berlindung di lantai bawah. Beberapa video yang beredar menunjukkan api yang melalap bagian lantai atas, sementara asap menyebabkan kekacauan di jalan raya. Aktivitas lalu lintas di sekitar kampus terganggu, dengan pengemudi mengurangi kecepatan dan berhenti untuk menonton kejadian tersebut.
Kondisi kebakaran membuat jalur evakuasi sempit, sehingga tim pemadam kebakaran harus memprioritaskan penanganan secara cepat. Asap yang mengalir ke jalur umum juga memicu reaksi warga sekitar yang berusaha membantu korban atau menghindari area berisiko. Kebakaran ini menjadi peringatan bagi pentingnya sistem darurat di lingkungan kampus.
Proses Pemadaman dan Upaya Penanganan
Tim pemadam kebakaran Jakarta Barat tiba di lokasi sekitar pukul 05.40 WIB setelah menerima laporan kebakaran pada pukul 05.30 WIB. Tiga puluh personel dan lima unit mobil pemadam terlibat dalam upaya mengendalikan api dan mencegah penyebaran ke gedung sekitar. Meski petugas berhasil memadamkan api, asap tebal masih menghalangi arus keluar masuk, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu lebih lama.
“Kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan sedang dalam penanganan, kita berusaha memastikan tidak ada penyebaran ke wilayah lain,” terang Syaiful Kahfi, Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat.
Petugas sibuk melakukan pendinginan dan memastikan keselamatan penghuni gedung. Meski api telah dipadamkan, asap yang menggelayuti area kampus masih terlihat hingga siang hari. Kebakaran ini menimbulkan kekawatiran akan dampak jangka panjang terhadap infrastruktur kampus dan lingkungan sekitarnya.
Kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan juga memperlihatkan koordinasi antara pemadam dan warga setempat. Beberapa mahasiswa berusaha membantu petugas dengan mengatur lalu lintas atau memberi informasi tentang titik api. Sementara itu, tim medis dari rumah sakit terdekat siap menerima korban jika ada yang terluka.
Setelah pukul 07.30 WIB, api berangsur redan. Namun, keberadaan armada pemadam masih menyebabkan gangguan lalu lintas. Pengendara di sekitar Jalan Rawa Belong terpaksa menunggu hingga situasi stabil. Kebakaran ini menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial, dengan masyarakat memantau perkembangan melalui live streaming dan postingan.
Sebagai penutup, kebakaran di Kampus Binus Kemanggisan memperlihatkan pentingnya siap sedia dalam menghadapi bencana. Meski tidak ada korban jiwa, insiden ini mengingatkan kembali tentang risiko kebakaran dan perlunya peningkatan keamanan di area kampus. Penyebab pasti kebakaran masih dalam investigasi, tetapi dampaknya jelas terasa bagi warga dan pengguna jalan di sekitar kemanggisan.
