MUI: Pembebasan 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla Tidak Terkait dengan BoP
MUI – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – Sudarnoto Abdul Hakim, Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri dan Kerja Sama Internasional Majelis Ulama Indonesia, menegaskan bahwa pembebasan sembilan warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan militer Israel tidak berhubungan langsung dengan Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Donald Trump. Menurutnya, keberhasilan pengeluaran para WNI tersebut didasarkan pada upaya kolaboratif pemerintah melalui jalur diplomasi serta tekanan dari berbagai elemen masyarakat sipil.
“Pembebasan ini tidak memiliki keterkaitan apa pun dengan BoP. Ia merupakan hasil kerja sama pemerintah dalam diplomasi dan peran aktif organisasi seperti MUI, lembaga filantropi, serta kelompok solidaritas Palestina, serta media,” jelas Sudarnoto dalam pernyataan resmi, Jumat (22/5/2026).
Ia menyoroti bahwa keberhasilan ini juga didukung oleh pengaruh moral tokoh bangsa dan para ulama dalam mempercepat proses pembebasan relawan kemanusiaan. Sudarnoto sebelumnya mengkritik tindakan aparat Israel yang menghentikan dan menahan awak kapal Global Sumud Flotilla, menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional dan tindakan tidak manusiawi.
Kondisi Terkini 9 WNI yang Berhasil Dibebaskan
Sembilan WNI yang terlibat dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 telah tiba di Istanbul, Turki. Kedatangan mereka disambut oleh Kepala Perwakilan Konsulat Jenderal Indonesia (KJRI) Istanbul, Darianto Harsono. Pembebasan ini menandai akhir dari perjalanan yang penuh tantangan, di mana para relawan mengakui mengalami perlakuan kasar dari tentara Israel, seperti dipukul dan disetrum.
“Alhamdulillah, saudara-saudara kita yang diculik oleh IDF kini telah dibebaskan setelah berbagai tekanan publik dan langkah diplomatik dilakukan,” ujarnya.
Sudarnoto menilai bahwa meskipun para WNI berhasil dibebaskan, Israel tetap bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan dalam menghambat misi bantuan kemanusiaan ke Gaza. Ia menyatakan bahwa tindakan Israel akan terus menghalangi dukungan internasional terhadap Palestina.
Apresiasi terhadap Relawan Kemanusiaan
Sudarnoto juga memuji keberanian delegasi Global Sumud Flotilla dari Indonesia, yang melakukan tindakan kemanusiaan meski menghadapi risiko besar. “Saya salut kepada semua delegasi, terutama dari Indonesia, yang istiqomah dan berani mengambil langkah bersejarah meskipun penuh ancaman,” tuturnya.
Ia mengucapkan terima kasih kepada pemerintah Indonesia, organisasi kemanusiaan, lembaga filantropi, serta kelompok yang memperjuangkan kesejahteraan Palestina. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dalam memastikan pembebasan para WNI yang terjebak dalam konflik tersebut.
