Internasional

Nilai Mata Uang Tetangga Indonesia Terus Menguat – Ini Faktor yang Menopang Kekuatan Ringgit Malaysia

donesia Terus Menguat, Faktor Kekuatan Ringgit Malaysia Nilai mata uang tetangga Indonesia terus menunjukkan peningkatan, terutama terhadap ringgit Malaysia

Desk Internasional
Published Mei 22, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Nilai Mata Uang Tetangga Indonesia Terus Menguat, Faktor Kekuatan Ringgit Malaysia

Nilai mata uang tetangga Indonesia terus menunjukkan peningkatan, terutama terhadap ringgit Malaysia yang kini mencatatkan kekuatan lebih stabil. Dalam laporan terbaru dari New Straits Times, pada Jumat (22 Mei 2026), ringgit Malaysia menguat terhadap dolar AS dan mata uang utama lainnya, didukung oleh beberapa faktor geopolitik dan ekonomi yang positif. Pada pukul 08.00 waktu setempat, kurs ringgit berada di 3,9550/9645 terhadap dolar AS, menunjukkan peningkatan dari penutupan sebelumnya yang mencapai 3,9595/9630.

“Perbaikan outlook ekonomi nasional dan pelonggaran ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi penopang utama untuk kekuatan ringgit Malaysia,” kata Mohd Afzanizam Abdul Rashid, kepala ekonom Bank Muamalat Malaysia Bhd, dalam wawancara dengan Bernama. Ia menambahkan, pasar keuangan global juga memperhatikan prospek perdagangan yang lebih baik, terutama karena persaingan di sektor ekspor negara-negara tetangga Indonesia menunjukkan peningkatan daya tahan.

Analisis terkini mengungkapkan bahwa kekuatan ringgit Malaysia semakin terlihat jelas, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi yang stabil. Dalam kuartal pertama 2026, surplus neraca transaksi berjalan meningkat menjadi 3,0 persen dari produk domestik bruto (PDB), dibandingkan 0,5 persen di kuartal sebelumnya. Defisit fiskal juga mengecil menjadi 17,1 miliar ringgit atau 3,3 persen dari PDB, dari 21,9 miliar ringgit atau 4,5 persen PDB pada kuartal I 2025. Peningkatan ini menunjukkan bahwa nilai mata uang tetangga Indonesia terus menjadi bahan perhatian dalam dinamika nilai tukar.

Pergerakan Kurs Terhadap Mata Uang Utama

Di pasar keuangan, ringgit Malaysia juga menunjukkan kinerja yang lebih baik terhadap mata uang utama seperti poundsterling Inggris, euro, yen Jepang, dolar Singapura, dan baht Thailand. Nilai ringgit terhadap poundsterling Inggris mencapai 5,3120/3247, sedangkan terhadap euro naik ke 4,5945/6056. Dalam kasus yen Jepang, kurs menguat menjadi 2,4866/4928 dari 2,4906/4929 sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa mata uang tetangga Indonesia berpotensi menjadi sumber kestabilan bagi ringgit Malaysia.

Ringgit Malaysia juga mencatatkan peningkatan terhadap dolar Singapura menjadi 3,0949/1026 dari 3,0967/0997, serta terhadap baht Thailand ke 12,1286/1648 dari 12,1304/1468. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi di Indonesia yang diukuhkan oleh sektor ekspor seperti minyak, gas, dan pertanian memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan ringgit Malaysia. Kurs ringgit terhadap rupiah Indonesia bahkan mencapai 223,8/224,5 dari 224,1/224,4, mengisyaratkan kekuatan relatif mata uang tetangga Indonesia.

Penyebab Utama Penguatan Ringgit Malaysia

Penguatan ringgit Malaysia tidak hanya terkait dengan dinamika pasar global, tetapi juga oleh faktor-faktor domestik yang diukuhkan. Salah satu aspek utama adalah manajemen rantai pasok yang lebih efisien, yang mengurangi risiko ketidakstabilan harga. Selain itu, peningkatan investasi asing dan strategi fiskal yang lebih ketat juga menjadi penopang kekuatan mata uang tetangga Indonesia. Mohd Afzanizam Abdul Rashid menekankan bahwa stabilitas politik di Timur Tengah dan kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memberikan efek domino positif.

Malaysia juga memperkuat posisinya sebagai pusat ekonomi regional melalui peningkatan daya beli masyarakat dan pengelolaan anggaran yang lebih baik. Kinerja sektor manufaktur dan layanan yang meningkat berdampak langsung pada kekuatan ringgit Malaysia. Sementara itu, nilai mata uang tetangga Indonesia terus menjadi bahan perbandingan dalam analisis ekonomi global, karena ekspor negara-negara tetangga seperti Indonesia memberikan kontribusi besar.

Para ekonom menyatakan bahwa penguatan ringgit Malaysia akan terus berlanjut selama kondisi ekonomi tetangga Indonesia membaik. Pertumbuhan PDB Indonesia yang stabil, ditambah kebijakan moneter yang cermat, menunjukkan bahwa nilai mata uang tetangga Indonesia menjadi faktor penting dalam dinamika nilai tukar. Jika tren ini berlanjut, mata uang tetangga Indonesia akan semakin menguat, yang berdampak langsung pada ekonomi regional dan perdagangan bilateral.

Leave a Comment