Kesehatan

Latest Program: Momen Jemaah Haji Tertua Indonesia Pertama Kali Lihat Ka’bah, Mbah Marsiyah Bahagia Wujudkan Mimpi

Latest Program: Mbah Marsiyah, Jemaah Haji Tertua Indonesia, Realisasi Mimpi Pertama Lihat Ka'bah Latest Program yang menjadi perhatian publik mencapai

Desk Kesehatan
Published Mei 25, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Latest Program: Mbah Marsiyah, Jemaah Haji Tertua Indonesia, Realisasi Mimpi Pertama Lihat Ka’bah

Latest Program yang menjadi perhatian publik mencapai puncaknya saat Mbah Marsiyah, seorang jemaah haji dari Kediri, Jawa Timur, akhirnya mewujudkan impian seumur hidupnya dengan menyaksikan langsung Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Di usia 105 tahun, keberangkatannya ke tanah suci merupakan bukti keberhasilan program pemerintah dalam memfasilitasi perjalanan haji bagi lansia yang memenuhi syarat.

Perjalanan Khusus Jemaah Haji Tertua Indonesia

Mbah Marsiyah, lahir pada 1 Juli 1921, memulai perjalanan hajinya setelah menunggu lima tahun. Ia mendaftar pada 2021, saat usia hampir mencapai 100 tahun, dan berhasil masuk dalam Latest Program yang ditujukan untuk mempercepat keberangkatan jemaah haji. Meski usianya sudah sangat lanjut, ia tetap bersemangat dan gigih mengikuti seluruh rangkaian ibadah, didampingi putrinya, Maidah, sepanjang perjalanan.

Kehadiran di Makkah dan Ritual Tawaf Qudum

Dalam Latest Program, Mbah Marsiyah tiba di Makkah pada Jumat (22/5/2026) dan langsung melakukan tawaf qudum di lantai dua Masjidil Haram sekitar pukul 01.30 waktu Arab Saudi. Ritual ini dilakukan untuk menunjukkan rasa hormat kepada Baitullah, meski ia mengandalkan kursi roda karena kondisi kesehatannya. Tawaf ini menjadi momen istimewa, yang disambut dengan kegembiraan dan air mata oleh ibu lima anak ini.

“Alhamdulillah, senang melihat Ka’bah. Mimpi ini terwujud setelah menunggu lama,” ujarnya kepada tim Media Center Haji (MCH) dengan suara bergetar.

Latest Program tidak hanya mengutamakan keberangkatan jemaah haji, tetapi juga memberikan dukungan untuk memastikan kegiatan berjalan lancar, terutama bagi jemaah yang memiliki keterbatasan fisik. Mbah Marsiyah menjadi contoh nyata bagaimana program ini mampu menghadirkan kebahagiaan di usia yang tak terduga. Sebelum azan pertama di Masjidil Haram sekitar pukul 03.00 WIB, ia telah menyelesaikan tawaf qudum, yang menandai awal dari perjalanan suci puncaknya.

Persiapan dan Dukungan Selama Perjalanan

Persiapan untuk Latest Program ini memakan waktu cukup lama. Mbah Marsiyah dikenal sebagai salah satu jemaah haji tertua di Indonesia, dan keberangkatannya menjadi momen spesial karena jarang ada lansia seusianya yang mampu mengikuti haji. Dukungan dari pihak berwenang dan tim khusus membuatnya dapat menghadiri semua acara, termasuk tawaf dan sholat, dengan aman dan nyaman.

Dalam perjalanan hajinya, Mbah Marsiyah juga sempat berinteraksi dengan jemaah lain. Berbagai kegiatan seperti pengenalan sejarah Ka’bah dan doa-doa khas hajji menjadi bagian dari pengalaman terbaiknya. Ia menyatakan bahwa kebahagiaan yang dirasakan tidak hanya berasal dari melihat Ka’bah, tetapi juga dari rasa bersyukur atas kesempatan yang diberikan oleh Latest Program.

Kebahagiaan dalam Momen Terakhir

Latest Program membawa kegembiraan luar biasa bagi Mbah Marsiyah, yang terlihat saat ia menyelesaikan sholat wajib di Makkah. Usia yang sudah di atas 100 tahun tidak menghalangi semangatnya untuk merayakan momen-momen penting dalam ibadah hajji. Ia juga menunjukkan rasa syukur dengan mengucapkan doa-doa yang telah dipersiapkan sejak lama.

Mbah Marsiyah memperlihatkan bahwa Latest Program bukan hanya tentang keberangkatan haji, tetapi juga tentang memberikan pengalaman bermakna bagi jemaah lansia. Pengalaman ini menjadi inspirasi bagi banyak orang yang masih menanti kesempatan untuk mengikuti haji. Dengan keberhasilan perjalanan ini, program Latest Program semakin mendapat apresiasi dari masyarakat Indonesia.

Leave a Comment