Nasional

Meeting Results: Pengamat Klaim Jokowi Safari Daerah demi Modal Politik Gibran, Jaga-jaga Tak Dipilih Prabowo Lagi

Pengamat: Jokowi Lakukan Safari Daerah untuk Memperkuat Gibran di Pilpres 2029 Meeting Results - Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, memberikan

Desk Nasional
Published Mei 26, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Pengamat: Jokowi Lakukan Safari Daerah untuk Memperkuat Gibran di Pilpres 2029

Meeting Results – Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, memberikan analisis mengenai serangkaian kunjungan yang dilakukan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, ke berbagai daerah. Menurut Ray, upaya tersebut adalah bagian dari strategi politik Jokowi untuk memberikan dorongan kepada putra sulungnya, Gibran Rakabuming Raka, yang kini menjabat sebagai Wakil Presiden (Wapres). Ia menilai, perjalanan ini bertujuan membangun modal politik yang kuat bagi Gibran dalam menghadapi kontestasi Pilpres 2029.

Jokowi sendiri pernah mengatakan bahwa kegiatan blusukan ke seluruh Indonesia itu dilakukan demi memenuhi undangan dari masyarakat setempat. Namun, banyak pihak mengkritik pilihan tersebut, menyebutnya sebagai persiapan pemenangan Gibran di Pilpres mendatang. Ray menambahkan, kesempatan bertemu dengan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) serta relawan Projo dalam agenda safari daerah ini juga memperkuat peran Gibran sebagai tokoh nasional.

Projo Menjawab: Jokowi’s Blusukan Cuma untuk Menjaga Kedekatan dengan Rakyat

Dalam rangka menanggapi isu tersebut, Sekjen Relawan Pro Jokowi (Projo), Freddy Damanik, menegaskan bahwa Jokowi tidak berpikir hanya dalam konteks kekuasaan. Ia menjelaskan bahwa blusukan ke daerah-daerah bukan sekadar untuk mengumpulkan suara, melainkan sebagai cara mempertahankan hubungan emosional dengan rakyat. Freddy menilai, pilihan Jokowi untuk tetap berada di tengah masyarakat memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar persiapan Pilpres 2029.

“Kita terlalu menyederhanakan politik Indonesia. Bagi Pak Jokowi, politik bukan hanya tentang jabatan atau kekuasaan,” ujarnya. “Beliau sudah selesai dengan hal-hal itu, jadi sekarang fokusnya lebih pada menjaga keintiman dengan warga. Itu yang paling utama,” tambah Freddy, yang dikutip dalam siaran YouTube Kompas TV pada Selasa (26/5/2026).

Freddy juga menyoroti bahwa tidak semua keputusan politik di Republik ini ditentukan oleh seorang tokoh saja. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat dan keakraban dengan daerah-daerah tetap menjadi faktor penting dalam menentukan kemenangan calon presiden atau wakil presiden. “Kalau tadi misalnya Bang Ray mengatakan itu sekali lagi terlalu sederhana. Penentuan politik elektoral di sini, khususnya kontestasi 2029, melibatkan banyak pemain,” jelas Freddy.

Ray Rangkuti: Gibran Perlu Modal Politik untuk Jaga Kekuasaan di Masa Depan

Ray Rangkuti menegaskan bahwa perjalanan Jokowi ke berbagai wilayah adalah cara untuk memberikan kepercayaan kepada Gibran. Menurutnya, jika Gibran tidak lagi berpasangan dengan Prabowo Subianto di Pilpres 2029, maka kehadiran Jokowi di daerah-daerah bisa menjadi keuntungan politik besar bagi wakil presiden tersebut.

“Saya kira lebih penguatan kepada Gibran dan penguatan kepada PSI. Tentu dengan awalnya penguatan kepada Gibran untuk bersama dengan Pak Prabowo, tapi masalahnya Pak Prabowo belum tentu memilih Gibran lagi,” ungkap Ray dalam wawancara dengan Kompas TV.

Ray menyoroti bahwa Gibran perlu membangun koneksi politik yang kuat, terutama untuk memperkuat posisinya sebagai kandidat utama di masa depan. “Nah, kalau pun akhirnya 2029 Gibran dengan Pak Prabowo tidak lagi dipasangkan, tapi Gibran sendiri sudah punya modal politik yang dia dapatkan dari kunjungan-kunjungan Pak Jokowi,” imbuhnya.

Ray juga menekankan bahwa penyelenggaraan safari daerah Jokowi memperkuat strategi politik partai yang didirikan Gibran, yakni PSI. Ia menilai, perjalanan tersebut bukan hanya membangun citra Gibran, tetapi juga menyebarluaskan ide-ide partai tersebut di berbagai lapisan masyarakat. “Kontestasi 2029 tidak bisa hanya dihitung dari satu tokoh, tapi juga perlu dukungan dari masyarakat dan kader,” pungkas Ray.

Projo: Jokowi’s Blusukan Bukan Hanya untuk Pilpres, tapi untuk Emosional Kedekatan dengan Rakyat

Freddy Damanik mengakui bahwa aktivitas Jokowi ke berbagai daerah bisa dianggap sebagai persiapan politik. Namun, ia menekankan bahwa tujuan utama dari perjalanan tersebut adalah memperkuat ikatan emosional antara presiden dan warga. “Bagi Pak Jokowi, politik adalah menjaga kedekatan dengan rakyat. Itu yang paling penting,” jelas Freddy.

Dalam pandangan Freddy, hubungan antara Jokowi dan rakyat lebih dalam daripada sekadar strategi pemenangan. Ia menyebut bahwa blusukan ini membantu membangun kesadaran masyarakat tentang kebijakan yang dijalankan pemerintah. “Kunjungan seperti ini juga memberikan kesempatan bagi Jokowi untuk menyampaikan pesan-pesan yang ingin ia sampaikan secara langsung, tanpa melalui media,” tambahnya.

Freddy juga menambahkan bahwa politik Indonesia memiliki dinamika yang kompleks, dan tidak semua hal bisa diprediksi dari satu keputusan. “Tidak cukup hanya satu tokoh memutuskan masa depan politik. Peran rakyat dan kader pun sangat vital,” pungkas Freddy. Ia berharap masyarakat bisa memahami bahwa kegiatan Jokowi adalah bagian dari strategi jangka panjang, bukan sekadar untuk Pilpres 2029.

Dalam kesimpulan, meskipun ada pandangan yang menyebutkan bahwa safari daerah Jokowi adalah investasi politik untuk Gibran, Projo dan para pengamat menilai bahwa tindakan ini juga mencerminkan komitmen presiden untuk tetap berada di tengah rakyat. Dengan demikian, perjalanan tersebut tidak hanya meningkatkan popularitas Gibran, tetapi juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Jokowi sebagai figur yang dekat dengan kebutuhan warga.

Di sisi lain, Ray Rangkuti menegaskan bahwa modal politik Gibran dari blusukan Jokowi akan menjadi bekal penting jika ia ingin bersaing dalam pemilihan presiden pada 2029. “Pertemuan dengan kader PSI dan relawan Projo justru memperkuat hubungan Gibran dengan basis suara partai tersebut,” papar Ray. Dengan demikian, perjalanan ini memiliki dampak ganda: memperkuat Gibran sebagai kandidat, sekaligus membangun konsensus politik yang lebih luas di dalam dan di luar partai.

Sementara itu, Freddy Damanik menekankan bahwa Jokowi tetap menjalankan peran sebagai pemimpin yang mengedepankan keterlibatan langsung dengan masyarakat. “Kontestasi politik di Indonesia tidak bisa dipandang secara sempit. Ada banyak faktor yang berkontribusi, termasuk kepercayaan rakyat kepada kepemimpinan yang mereka pilih,” ujarnya.

Dengan berbagai perspektif ini, terlihat bahwa safari daerah Jokowi menjadi momen penting untuk mengevaluasi dan membangun strategi politik jangka panjang. Meski ada kecaman atau kritik, langkah ini justru menunjukkan bahwa Jokowi masih aktif dalam memastikan keberlanjutan kekuasaan dan reputasi politiknya.

Leave a Comment