Regional

What Happened During: Kronologi Ibu Kehilangan Bayi di Kandungan Usai Rujukan Caesar Ditunda karena Dokter Naik Haji

ai Operasi Caesar Tertunda What Happened During kisah pilu Rosita, seorang ibu hamil berusia 39 tahun, menjadi sorotan publik setelah janinnya meninggal dunia

Desk Regional
Published Mei 28, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Kisah Pilu Ibu Hamil yang Kehilangan Bayi Usai Operasi Caesar Tertunda

What Happened During kisah pilu Rosita, seorang ibu hamil berusia 39 tahun, menjadi sorotan publik setelah janinnya meninggal dunia akibat penundaan proses persalinan caesar. Penundaan ini terjadi karena dokter yang bertugas berangkat menunaikan ibadah haji, menyebabkan Rosita kehilangan bayi yang dikandungnya di kandungan.

Kronologi Tragedi Persalinan

Rosita, yang tinggal di Desa Darmaraja, Kecamatan Darmaraja, Kabupaten Sumedang, dirujuk ke rumah sakit setelah mengetahui kondisi janinnya sungsang. Namun, ketika tiba di fasilitas kesehatan, ia diberitahu untuk kembali ke rumah karena berat badan bayi belum memenuhi syarat untuk operasi caesar. What Happened During proses ini menjadi sedih, terutama setelah Rosita menunggu selama 16 hari karena kesibukan dokter.

“Kami berangkat ke Pakuwon pada 13 Mei 2026, tapi operasi caesar tertunda hingga 29 Mei karena dokter sedang naik haji. Selain itu, berat badan bayi dianggap belum cukup untuk dilahirkan,” ujar Ujang Mulyana, suami Rosita, kepada TribunJabar.id pada Rabu, 27 Mei 2026.

Menurut Ujang, petugas pengganti dokter yang menangani kasus tersebut tidak memiliki wewenang penuh untuk mengambil keputusan operasi. Ia mengungkapkan, Rosita yang kondisinya lemah diantar ke rumah sakit menggunakan mobil, sementara dirinya menyusul dengan sepeda motor sambil membawa perlengkapan persalinan. Kondisi tersebut memperburuk kecemasan keluarga.

Kondisi Janin dan Persiapan Persalinan

Setelah dipulangkan, situasi justru memburuk. Berat badan bayi yang sebelumnya tercatat 1,8 kilogram menurun menjadi 1,4 kilogram saat akhirnya dilahirkan. What Happened During penundaan ini mengakibatkan kesulitan untuk mempercepat proses persalinan, meski kondisi janin menunjukkan tanda-tanda pernapasan yang melemah.

“Di Puskesmas sudah siapkan ambulans, tapi saat di-USG denyut jantung bayi sudah tidak terdeteksi,” tambah Ujang. Kondisi ini mempercepat keputusan untuk melangsungkan persalinan secara normal di fasilitas kesehatan setempat.

Rosita akhirnya melahirkan bayinya pada Jumat, 22 Mei 2026, sekitar pukul 10.00 WIB, di kandungan yang sudah mencapai pembukaan lima. Meski prosedur dianggap tepat, What Happened During penundaan operasi caesar menyebabkan bayi perempuan itu meninggal dunia sebelum lahir. Hal ini menimbulkan pertanyaan tentang kecepatan respons medis dan kejelasan tugas petugas pengganti dokter.

Keluarga Rosita menyatakan kekecewaan terhadap sistem rujukan kesehatan. Mereka menyoroti bahwa pengambilan keputusan persalinan harus lebih cepat, terutama dalam kasus darurat. What Happened During penundaan tersebut berdampak pada kehidupan bayi yang seharusnya bisa dilahirkan dengan lebih aman.

Pihak rumah sakit mengakui bahwa jadwal operasi caesar dibatalkan karena adanya kekosongan dokter selama masa haji. Mereka juga menegaskan bahwa keputusan itu diambil setelah pengecekan medis menunjukkan bayi belum memenuhi kriteria untuk persalinan segera. Namun, keluarga berharap proses komunikasi antara puskesmas dan rumah sakit lebih transparan agar tidak terjadi kesalahpahaman.

Leave a Comment