Bisnis

Special Plan: Junanto Herdiawan Resmi Pimpin Bank Indonesia Jawa Barat, Bakal Genjot Sumber Ekonomi Baru

Junanto Herdiawan Resmi Pimpin Bank Indonesia Jawa Barat dalam Rangka Special Plan Ekonomi Special Plan - Junanto Herdiawan telah secara resmi menjabat

Desk Bisnis
Published Mei 11, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Junanto Herdiawan Resmi Pimpin Bank Indonesia Jawa Barat dalam Rangka Special Plan Ekonomi

Special Plan – Junanto Herdiawan telah secara resmi menjabat sebagai Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) di Jawa Barat, setelah diangkat oleh Deputi Gubernur BI, Thomas A.M. Djiwandono. Perubahan ini diharapkan menjadi bagian dari Special Plan yang dirancang untuk mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga kestabilan moneter di wilayah tersebut. Junanto menggantikan Muhamad Nur, yang menjabat selama 2,5 tahun, dengan harapan strategi baru akan memperkuat posisi Jawa Barat sebagai pusat ekonomi nasional.

Special Plan Sebagai Arah Kebijakan Strategis

“Special Plan ini diharapkan menjadi penopang berkelanjutan bagi peran BI sebagai mitra utama pemerintah daerah,” ujar Thomas Djiwandono dalam pernyataannya, Senin (11/5/2026). Pengumuman penjabatan Junanto disambut dengan antusiasme tinggi oleh pihak berkepentingan, terutama dalam konteks penguatan ekosistem ekonomi Jawa Barat melalui inisiatif yang lebih terfokus dan terarah.”

Pergantian kepemimpinan BI Jawa Barat menjadi titik penting dalam implementasi Special Plan, yang bertujuan mempercepat pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan kapasitas kelembagaan. Dengan adanya Junanto, BI berharap dapat lebih aktif dalam mendorong keterlibatan sektor swasta serta meningkatkan keterjangkauan layanan keuangan untuk masyarakat luas. Selain itu, Special Plan juga melibatkan kerja sama antarlembaga untuk memastikan koordinasi yang lebih efektif dalam berbagai kebijakan ekonomi.

Prioritas Kebijakan dalam Special Plan

Proyeksi pertumbuhan ekonomi Jawa Barat diperkirakan berkisar antara 4,9 hingga 5,7 persen (yoy) tahun ini, dengan inflasi tetap terjaga dalam rentang target 2,5 hingga 1 persen hingga akhir tahun. Dalam Special Plan, BI Jawa Barat menempatkan pengendalian harga, percepatan investasi, reformasi struktural, pengembangan ekonomi rakyat, dan digitalisasi sistem pembayaran sebagai fokus utama. Hal ini sejalan dengan visi pemerintah provinsi untuk membangun ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Junanto menyampaikan bahwa BI Jawa Barat akan berperan aktif dalam mendorong pertumbuhan melalui program West Java Investment Challenge (WJIC), yang saat ini menyediakan sekitar 150 proyek strategis dengan total nilai investasi lebih dari Rp200 triliun. “Special Plan ini dirancang untuk memperkuat daya saing Jawa Barat di tengah dinamika global, terutama melalui pemanfaatan sumber daya ekonomi baru,” katanya. Program WJIC menjadi salah satu instrumen kunci dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi.

Dalam bidang digitalisasi, BI Jawa Barat terus mendorong perluasan penggunaan QRIS, dengan target jumlah merchant mencapai 8,15 juta dan pengguna mencapai 13,38 juta. Junanto menegaskan bahwa digitalisasi sistem pembayaran adalah komponen strategis dalam Special Plan, karena dianggap sebagai pintu masuk untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan mendorong inovasi keuangan. Selain itu, BI juga fokus pada pengembangan infrastruktur keuangan yang lebih merata di seluruh wilayah Jawa Barat.

Sementara itu, Special Plan tidak hanya mengandalkan sektor publik tetapi juga mencakup kolaborasi dengan perusahaan-perusahaan lokal. Junanto menyebutkan bahwa keberhasilan program ini bergantung pada dukungan dari para pelaku usaha dan masyarakat. “Dengan adanya Special Plan, kita berharap bisa membangun ekosistem ekonomi yang lebih dinamis dan tangguh,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah provinsi dalam menciptakan lingkungan bisnis yang lebih kondusif.

BI Jawa Barat juga memastikan ketersediaan uang tunai di pelosok daerah melalui ULE (Uang Layak Edar), sebagai bentuk pelayanan publik yang optimal. Program ini menjadi bagian dari Special Plan untuk mengamankan stabilitas moneter di tengah transformasi digital yang sedang berlangsung. Junanto berharap ULE dapat mendukung aksesibilitas keuangan bagi masyarakat yang belum sepenuhnya terjangkau oleh sistem digital.

Leave a Comment