Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup Pindah ke Nusakambangan, Kondisi Mentalnya Terungkap
Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup Pindah – Aktor kondang Ammar Zoni kembali dijemput oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Pergeseran ini terjadi setelah ia dinyatakan bersalah dalam kasus dugaan peredaran narkoba yang berlangsung di Rutan Salemba. Sebelumnya, ia menjalani hukuman di Jakarta, namun keputusan ini memaksa mantan suami Irish Bella kembali ke lokasi penjara yang lebih jauh dan terpencil.
Dalam perjalanan ke Nusakambangan, Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup terlihat sangat lelah dan bingung. Emak-ekor dari empat narapidana yang ikut dipindahkan menuturkan bahwa aktor ini secara terbuka mengungkapkan perasaan tertekan selama proses hukum. “Dia bilang, ‘gue nggak sanggup’,” ujar Panji Zoni, adik Ammar, seperti yang dilaporkan YouTube Grid ID, Senin (11/5/2026). Nusakambangan, yang dikenal sebagai penjara terpencil dan terisolasi, memperparah beban mental sang aktor yang kini harus menjalani hukuman di lingkungan yang jauh dari kehidupan sehari-hari.
Curhatan Ayah Dua Anak: Kondisi Mental Ammar Zoni Memburuk
Keluarga Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup menyatakan kekhawatiran terus-menerus terhadap kondisi psikologisnya. Panji menambahkan bahwa aktor ini mengalami penurunan stamina dan emosi yang tidak stabil. “Mental Bang Ammar memang terganggu, terutama karena jarak dan isolasi dari keluarga,” jelasnya. Seorang bintang sinetron 7 Manusia Harimau ini juga mengungkapkan rasa penyesalan atas keputusan pengadilan, meski ia tetap mematuhi hukuman yang dijatuhkan.
Kasus Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup yang menjeratnya telah memicu perdebatan di media sosial. Banyak netizen menyampaikan dukungan dan kepedihan terhadap kondisi mentalnya. “Ammar memang punya banyak tekanan, tapi ia tetap kuat,” tulis salah satu warganet. Sementara itu, Kamelia, kerabat dekat, menyatakan bahwa ia sangat prihatin terhadap penjatuhan hukuman tersebut. “Kasus kekasihnya perlu dipertimbangkan ulang, agar tidak mengganggu kesehatan mental Ammar,” ujarnya.
Detail Kasus dan Perjalanan Hukuman Ammar Zoni
Sebelum dipindahkan ke Nusakambangan, Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup telah menjalani beberapa bulan hukuman di Jakarta. Kasus ini terkait dengan penyalahgunaan narkoba yang diungkap dalam penyelidikan terhadap pengusaha dan artis. Hukuman tujuh tahun penjara serta denda Rp1 miliar dijatuhkan oleh pengadilan berdasarkan bukti-bukti yang telah diperiksa secara menyeluruh. Pergeseran ke Nusakambangan diperkirakan akan memakan waktu sekitar satu minggu, dengan pengawasan ketat dari pihak berwenang.
Penjara Nusakambangan dikenal memiliki lingkungan yang lebih keras dibandingkan penjara-penjara lain. Banyak narapidana di sana mengalami tekanan psikologis akibat jarak dari kota dan kurangnya fasilitas. Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup, yang juga orang tua dua anak, mungkin mengalami kesulitan beradaptasi dengan situasi baru ini. Keluarga berharap ia bisa menjaga kesehatan mental sepanjang menjalani hukuman, terutama setelah mengetahui kondisi mentalnya yang mulai menurun.
Dalam wawancara eksklusif, seorang psikolog hukum menuturkan bahwa pemindahan penjara bisa memengaruhi psikologis seseorang terutama jika dilakukan secara mendadak. “Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup mungkin merasa kewalahan karena perubahan lingkungan dan isolasi dari keluarga,” kata pakar tersebut. Hal ini menjelaskan mengapa ia secara terbuka menyampaikan kelelahan dan kecemasan selama perjalanan ke Nusakambangan. Pihak Ditjenpas berharap dengan penjara yang lebih jauh, Ammar bisa lebih fokus menjalani hukuman.
Kondisi Ammar Zoni Mengaku Tak Sanggup kini menjadi sorotan publik. Banyak penggemar dan rekan-rekan artis memberikan dukungan melalui berbagai media sosial. Beberapa bahkan menyarankan agar pihak berwenang memberikan fasilitas khusus untuk menjaga kesehatannya. “Ammar memang punya tekanan, tapi ia tetap berusaha tegak,” tulis seorang penggemar. Dengan penjara yang lebih jauh, ia diharapkan bisa tetap menjaga semangat dan menjalani hukuman dengan baik, meski kondisi mentalnya masih membutuhkan perhatian khusus.
