Key Discussion: Betrand Peto Akui Sempat Nangis Saat Sarwendah Berbicara Kasar di Live, “Kenapa Bunda Setega Itu?”
Key Discussion terus menjadi sorotan publik setelah konflik rumah tangga Ruben Onsu dan Sarwendah mencuat. Pasca perceraian yang sempat menimbulkan perdebatan sengit di media sosial, kini perseteruan ini semakin memanas karena ucapan Sarwendah yang dianggap kasar saat live di YouTube. Betrand Peto, anak sulung pasangan tersebut, memberikan keterangan mengejutkan yang memicu perbincangan luas.
Dalam wawancara dengan kanal YouTube Intens Investigasi, Betrand Peto, yang akrab disapa Onyo, mengungkapkan bahwa ia sempat menangis mendengar ucapan Sarwendah saat live. “Aku kaget. Aku nangis kemarin, karena aku bilang, ‘Kenapa Bunda bisa ngomong kayak gitu? Setega itu’,” katanya. Ucapan ini terjadi dalam konteks pertengkaran finansial antara Sarwendah dan Ruben Onsu, yang disebutkan telah menghentikan pembayaran nafkah selama enam bulan terakhir.
“Mungkin aku bilang karena emosinya udah enggak kekontrol lagi gitu,” tambah Betrand. “Karena itu kan maksudnya kalau emang Bunda udah enggak bisa kontrol lagi emosinya, matiin aja live-nya. Matiin live-nya biar enggak terjadi kayak gini.”
Key Discussion ini memperjelas bahwa Sarwendah mengungkapkan kekecewaannya terhadap Ruben Samuel Onsu, yang dinilai tidak lagi membantu kebutuhan keluarga. Betrand menilai hal ini menunjukkan ketegangan dalam hubungan ibu dan anak, terutama karena Sarwendah menunjukkan emosi yang tidak terkendali. Anak-anak Ruben Onsu, termasuk Betrand, terlihat terdampak secara emosional oleh pernyataan ibu mereka.
Penjelasan Pihak Sarwendah: Emosi dan Pernyataan yang Terlontar
Sarwendah, dalam sesi live yang berlangsung di akun YouTube pribadinya, mengungkapkan bahwa dirinya mengalami stres akibat masalah finansial. Ia menjelaskan bahwa penghentian nafkah Ruben terjadi karena beberapa alasan, termasuk ketidakpuasan terhadap pengelolaan dana. Meski dianggap kasar, Sarwendah menegaskan bahwa pernyataannya adalah bentuk kekecewaan, bukan kebencian.
Betrand, yang lahir di Nusa Tenggara Timur pada 14 Maret 2005, menyatakan bahwa ucapan Sarwendah pada saat itu memicu emosi tinggi. Ia menilai bahwa orang tua seharusnya bisa lebih tenang dalam menyampaikan keluhan, terutama di depan publik. Key Discussion ini juga menyoroti bagaimana keputusan finansial Ruben memengaruhi kesejahteraan anak-anaknya, terutama dalam kebutuhan harian dan pendidikan.
Key Discussion ini kemudian memicu reaksi dari publik, baik dukungan maupun kritik. Beberapa warganet menganggap Sarwendah berhak menyampaikan keluhan finansialnya, sementara yang lain merasa Betrand Peto terlalu terbawa emosi. Selain itu, keluarga Ruben Onsu, seperti anak-anak lain, turut menjadi perhatian karena sering terlihat keterbatasan kebutuhan di media sosial.
