Regional

Latest Program: Pengurus NU NTT ke PBNU: Jangan Lupakan Kami yang Berjuang di Timur

Pengurus NU NTT ke PBNU: Jangan Lupakan Kami yang Berjuang di Timur Latest Program - Kupang, Tribunnews.com – Para pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Nusa

Desk Regional
Published Juni 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Pengurus NU NTT ke PBNU: Jangan Lupakan Kami yang Berjuang di Timur

Latest Program – Kupang, Tribunnews.com – Para pengurus Nahdlatul Ulama (NU) di Nusa Tenggara Timur (NTT) mengharapkan PBNU untuk memberikan perhatian lebih terhadap wilayah non-Jawa, khususnya NTT, yang menghadapi tantangan organisasi yang lebih besar. Harapan ini muncul dalam dialog antara kandidat calon Ketua Umum PBNU KH Abdussalam Shohib atau Gus Salam dengan jajaran PWNU dan PCNU se-NTT di Hotel Neo Aston Kupang.

Kondisi NU di NTT dan Tantangan Khas

Dalam forum tersebut, para pengurus cabang NU dari berbagai daerah kepulauan di NTT menceritakan kondisi yang mereka hadapi, mulai dari hambatan geografis, keterbatasan akses transportasi, hingga kebutuhan pengembangan pendidikan keagamaan melalui pondok pesantren. Kepemimpinan PBNU yang akan datang, menurut mereka, harus lebih memperhatikan peran NU di luar Jawa.

Kami berharap PBNU memiliki perhatian yang lebih besar terhadap NU di luar Jawa, khususnya NTT. Harapan kami, suatu saat NU di NTT juga memiliki lebih banyak pondok pesantren sebagaimana yang berkembang di Jawa,” ujar Kiai Latif Daka, Ketua PCNU Kabupaten Alor, dalam keterangan yang diterima, Kamis (11/6/2026).

Kiai Zainal Muttaqin, perwakilan PCNU Malaka, menyampaikan pendapat serupa. Ia menilai kepemimpinan PBNU mendatang harus mampu menyatukan seluruh cabang NU tanpa membeda-bedakan lokasi. Menurutnya, penguatan sektor pendidikan menjadi prioritas utama bagi organisasi di daerah perbatasan dan kepulauan.

“Kepemimpinan PBNU ke depan diharapkan dapat memperkuat kebersamaan dan mendukung pengembangan program pendidikan di wilayah luar Jawa,” katanya.

Pesantren sebagai Pilar Utama

Merespons aspirasi para pengurus, Gus Salam menekankan peran penting pesantren sebagai pusat pendidikan, pembentukan karakter, serta benteng ideologis masyarakat. Sebagai Pengasuh Pondok Pesantren Mamba’ul Ma’arif Denanyar, Jombang, ia menjelaskan bahwa lembaga ini selama ini telah melahirkan banyak tokoh masyarakat dan menjadi ruang pembinaan generasi muda yang cinta agama dan bangsa.

Menurut Gus Salam, pesantren bukan hanya mengajarkan ilmu keagamaan, tetapi juga menanamkan rasa kemandirian, kepedulian sosial, serta semangat menjaga persatuan dan kebangsaan. Ia menilai peningkatan pesantren merupakan strategi krusial dalam menghadapi tantangan NU di wilayah perbatasan maupun kepulauan.

Beberapa pengurus PCNU juga memberikan dukungan atas pendekatan yang dibangun Gus Salam selama dialog tersebut. Mereka menyatakan bahwa pemaparan yang disampaikan lebih menekankan pada persatuan organisasi dan penguatan program pendidikan, dibandingkan mengkritik pihak lain.

Leave a Comment