Nasional

Latest Program: BPJS Ketenagakerjaan dan Untad Perkuat Kolaborasi Pengembangan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan

BPJS Ketenagakerjaan dan Untad Kolaborasi dalam Pengembangan Jaminan Sosial Latest Program - Dalam rangka memperkuat program jaminan sosial ketenagakerjaan

Desk Nasional
Published Juni 12, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

BPJS Ketenagakerjaan dan Untad Kolaborasi dalam Pengembangan Jaminan Sosial

Latest Program – Dalam rangka memperkuat program jaminan sosial ketenagakerjaan, BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Tadulako (Untad) telah meneken MoU yang menjadi bagian dari Latest Program mereka. Kerja sama ini diharapkan mendorong sinergi antara lembaga penyelenggara jaminan sosial dan institusi pendidikan tinggi, terutama dalam meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak dan kewajiban pekerja. MoU tersebut ditandatangani oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor Untad, Prof. Amar, di Gedung Rektorat, Palu, Sulawesi Tengah, pada 11 Juni 2026.

Pembahasan Kolaborasi

Kerja sama antara BPJS Ketenagakerjaan dan Untad dianggap sebagai langkah strategis untuk mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat. Harjono Siswanto menjelaskan bahwa MoU ini berfokus pada penguatan pengetahuan di kalangan mahasiswa tentang jaminan sosial ketenagakerjaan sejak tahap akademik. “Program ini akan memberikan wawasan tentang perlindungan sosial kepada generasi muda sebelum mereka memasuki dunia kerja,” kata Harjono. Ia menambahkan bahwa BPJS Ketenagakerjaan bersedia berpartisipasi dalam riset dan inovasi untuk memperkaya kurikulum pendidikan di kampus.

Manfaat Kerja Sama

MoU ini juga membuka peluang kerja sama dalam berbagai bidang, seperti penelitian tentang tata kelola jaminan sosial, pengembangan model kebijakan perlindungan pekerja, serta kajian tentang dampak program tersebut pada ekonomi lokal. Harjono Siswanto menyatakan bahwa langkah ini merupakan bagian dari Latest Program BPJS Ketenagakerjaan yang menekankan pada ekspansi cakupan perlindungan sosial ke segala lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi ini, BPJS Ketenagakerjaan bertujuan untuk memastikan bahwa setiap individu, baik dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, maupun pekerja kontrak, memiliki akses ke jaminan sosial yang komprehensif.

Sejak April 2017, Untad telah memberikan perlindungan jaminan sosial kepada 353 tenaga kontrak melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM). Harjono Siswanto optimis bahwa Latest Program ini akan memperluas cakupan tersebut ke seluruh ekosistem kampus, termasuk mahasiswa magang dan peserta program penelitian. “Kami percaya bahwa pendidikan adalah kunci untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang manfaat jaminan sosial,” tutur Harjono, yang menekankan pentingnya penelitian dan pengembangan kurikulum sebagai bagian dari strategi jangka panjang.

“Perguruan tinggi berperan penting dalam mencetak sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan dunia kerja. Melalui Latest Program ini, kami berharap masyarakat kampus bisa lebih memahami perlindungan sosial yang diwujudkan melalui penguasaan pengetahuan dan keterlibatan langsung dalam penelitian,” ujar Prof. Amar, Rektor Untad.

Kerja sama ini juga selaras dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan, yaitu Coverage (ekspansi perlindungan), Care (layanan responsif), dan Credibility (penguatan riset dan inovasi). Prof. Amar menegaskan bahwa Untad siap menjadi mitra dalam mengintegrasikan jaminan sosial ke dalam kurikulum. Ia menjelaskan bahwa kampus akan menjadi pusat keunggulan akademik sekaligus wadah untuk mengembangkan kebijakan yang progresif dalam perlindungan pekerja.

Langkah kolaborasi ini diharapkan bisa menjadi contoh terbaik untuk institusi pendidikan lainnya di Indonesia. Dengan menggabungkan keahlian akademis dan pengalaman BPJS Ketenagakerjaan, program ini dianggap sebagai salah satu inisiatif Latest Program yang mampu menciptakan solusi jaminan sosial yang lebih inklusif. Harjono Siswanto berharap kerja sama ini bisa berdampak pada peningkatan partisipasi masyarakat kampus dalam memahami kebijakan jaminan sosial yang relevan dengan kebutuhan mereka.

Leave a Comment