Tribunners

Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Urusan Pertanian, Melainkan Fondasi Ketahanan Nasional

Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Urusan Pertanian, melainkan fondasi yang menentukan ketahanan nasional bangsa. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Hanif

Desk Tribunners
Published Juli 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : John Moore - beritahitam.com

Ketahanan Pangan: Lebih dari Sekadar Pertanian

Beritahitam.com – Ketahanan Pangan Bukan Sekadar Urusan Pertanian, melainkan fondasi yang menentukan ketahanan nasional bangsa. Pernyataan ini disampaikan oleh Dr. Hanif Faisol, S.Hut., M.P, yang kini menjabat sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia. Beliau juga pernah memimpin Kementerian Lingkungan Hidup dan menjadi Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup pada masa Kabinet Merah Putih. Materi tersebut dibawakan dalam Pelatihan Kader Nasional GEMABUDHI dengan tema “Tata Kelola Ketahanan Pangan sebagai Ketahanan Nasional Bangsa” di Jakarta, Sabtu (25/7/2026).

Makna Ketahanan Pangan yang Lebih Luas

Ketahanan pangan seharusnya menempati posisi strategis sebagai salah satu pilar utama ketahanan nasional. Isu ini tidak boleh hanya dilihat dari sudut pandang produksi pertanian semata. Berbagai faktor seperti ketersediaan pangan, kemandirian produksi, kedaulatan kebijakan, serta tata kelola sumber daya alam menjadi elemen-elemen penting yang menentukan stabilitas dan masa depan bangsa.

Ketahanan pangan memiliki cakupan yang jauh melampaui sekadar kemampuan negara dalam menyediakan bahan makanan. Hal ini berkaitan erat dengan kemandirian, kedaulatan, stabilitas ekonomi, keberlanjutan lingkungan, serta kapasitas negara dalam menghadapi berbagai krisis global yang semakin kompleks.

Ketahanan pangan adalah ketahanan nasional. Keduanya tidak dapat dipisahkan dalam membangun bangsa yang kuat.

Potensi Sumber Daya yang Belum Teroptimalkan

Indonesia memiliki modal alam yang sangat besar untuk membangun ketahanan pangan yang kokoh. Kekayaan biodiversitas, wilayah tropis, sumber daya air, hutan, lahan, laut, serta ekosistem gambut dan mangrove memberikan keunggulan strategis yang tidak dimiliki banyak negara lain. Namun, besarnya potensi sumber daya alam tersebut harus diikuti dengan tata kelola yang baik dan berkelanjutan.

Ketergantungan terhadap impor sejumlah komoditas pangan menunjukkan bahwa kekayaan sumber daya belum sepenuhnya berbanding lurus dengan kemandirian pangan nasional. Pangan tidak boleh hanya dilihat dari perspektif produksi. Ada persoalan distribusi, keterjangkauan, kualitas, kelembagaan, tata ruang, lingkungan, hingga integritas dalam pengelolaannya yang perlu diperbaiki secara menyeluruh.

Tiga Fondasi Utama Ketahanan Pangan

Ketahanan pangan memiliki tiga fondasi utama, yakni kemandirian pangan, kedaulatan pangan, dan ketahanan pangan. Kemandirian berarti kemampuan negara untuk memenuhi kebutuhan pangan melalui kekuatan sendiri. Sementara kedaulatan pangan menegaskan pentingnya kemampuan negara menentukan kebijakan pangan berdasarkan kepentingan nasional, tanpa ketergantungan berlebihan terhadap tekanan atau kepentingan eksternal.

Adapun ketahanan pangan menjadi ukuran kemampuan negara untuk memastikan pangan tersedia, terjangkau, aman, berkualitas, dan dapat diakses masyarakat, termasuk ketika menghadapi krisis dan gangguan rantai pasok global. Ketiga fondasi ini saling berkaitan dan harus dibangun secara simultan.

Pelajaran dari Pandemi dan Pendekatan Lintas Sektor

Pengalaman pandemi Covid-19 menjadi salah satu pelajaran penting bagi Indonesia. Ketika krisis terjadi, negara-negara cenderung memprioritaskan kebutuhan domestiknya masing-masing. Situasi tersebut menunjukkan bahwa sebuah negara tidak dapat sepenuhnya menggantungkan kebutuhan pangannya pada kemurahan negara lain. Kemandirian menjadi kunci utama dalam menghadapi ketidakpastian global.

Karena itu, tata kelola pangan harus dibangun melalui pendekatan lintas sektor. Ketahanan pangan tidak dapat diselesaikan oleh satu kementerian atau satu institusi saja, melainkan membutuhkan koordinasi antara sektor pertanian, lingkungan hidup, kehutanan, kelautan dan perikanan, gizi, distribusi, koperasi, hingga pembangunan daerah.

Dalam sesi tersebut juga dibahas pentingnya penguatan ketahanan pangan di tingkat daerah. Sejumlah kabupaten dan kota masih memerlukan perhatian serius dalam pembangunan ketahanan pangan. Dengan memperkuat fondasi di tingkat lokal, ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan berkelanjutan.

Leave a Comment