Bisnis

Topics Covered: Chatib Basri Bertemu Prabowo di Istana, Ingatkan Pelemahan Rupiah Bikin Harga Barang jadi Naik

Topics Covered: Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo di Istana Soroti Risiko Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah Topics Covered - Topik yang dibahas dalam

Desk Bisnis
Published Juni 10, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Topics Covered: Pertemuan Chatib Basri dan Prabowo di Istana Soroti Risiko Kenaikan Harga Akibat Pelemahan Rupiah

Topics Covered – Topik yang dibahas dalam pertemuan antara ekonom senior Chatib Basri dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara mencakup isu pelemahan rupiah dan dampaknya terhadap inflasi serta daya beli masyarakat. Diskusi ini dianggap penting karena nilai tukar rupiah yang melemah dinilai sebagai ancaman serius bagi stabilitas ekonomi nasional. Sebagai bagian dari Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Chatib Basri memberikan pandangan kritis terhadap kondisi saat ini, dengan menekankan bahwa pelemahan rupiah dapat menyebabkan kenaikan harga barang yang signifikan.

Isu Pelemahan Rupiah dan Dampak Inflasi

Topik utama dalam pertemuan tersebut adalah risiko pelemahan rupiah terhadap dolar AS. Chatib Basri mengingatkan bahwa penurunan nilai rupiah bisa memicu kenaikan harga kebutuhan pokok, yang berpotensi mengganggu kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok menengah dan bawah. Menurutnya, situasi ini memerlukan perhatian serius dari pemerintah untuk menghindari tekanan ekonomi yang berkepanjangan. “Topik yang menjadi sorotan adalah bagaimana pelemahan rupiah dapat meningkatkan inflasi dan mengurangi daya beli masyarakat,” terangnya.

“Kenaikan harga barang berdampak langsung pada masyarakat, dan topik ini perlu menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah,” kata Chatib Basri setelah pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa, (9/6/2026).

Analisis dan Rekomendasi dari DEN

Dalam sesi diskusi, Chatib Basri menyampaikan bahwaDEN menilai rupiah saat ini mengalami tekanan dari berbagai faktor, termasuk kinerja ekspor dan impor serta kebijakan moneter yang tidak konsisten. Ia menekankan bahwa pemerintah perlu mengambil langkah-langkah strategis untuk memperkuat nilai tukar rupiah, seperti menstabilkan anggaran dan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan negara. Topik ini juga menjadi fokus utama dalam rekomendasi DEN, yang mengharapkan pemerintah memperhatikan proyeksi kenaikan harga barang akibat pelemahan rupiah.

Chatib Basri menambahkan bahwa keberhasilan penanganan masalah rupiah bergantung pada kebijakan yang jelas dan berkelanjutan. “Kami menyarankan pemerintah melakukan evaluasi terhadap kebijakan perekonomian, termasuk kebijakan stimulus yang diberikan selama ini,” jelasnya. Ia juga menyebutkan bahwa topik pelemahan rupiah perlu dipertimbangkan dalam penyusunan kebijakan jangka panjang, agar tidak mengganggu pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan rakyat.

Kenapa topik pelemahan rupiah menjadi sorotan? Pasalnya, data terkini menunjukkan bahwa rupiah mengalami penurunan signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam perdagangan hari ini, rupiah ditutup dengan kurs Rp18.058 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp18.187 per dolar AS. Meskipun ada kenaikan kecil, Chatib Basri mengingatkan bahwa pergerakan rupiah masih rentan terhadap tekanan eksternal, seperti fluktuasi harga minyak dan kondisi global yang tidak stabil.

Dalam rangka memperkuat rupiah, Chatib Basri menyarankan beberapa langkah konkret, seperti memastikan efisiensi anggaran berjalan dan memperbaiki kebijakan perdagangan. Ia juga menekankan perlunya pemerintah mengoptimalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengurangi beban biaya hidup masyarakat. “Topik ini tidak hanya tentang rupiah, tapi juga bagaimana kebijakan fiskal dapat mendukung pertumbuhan ekonomi yang sehat,” tambahnya.

Para ekonom lain yang hadir dalam pertemuan tersebut juga menyetujui pandangan Chatib Basri. Mereka menyoroti bahwa pelemahan rupiah tidak hanya meningkatkan inflasi, tetapi juga memengaruhi kemampuan ekspor Indonesia. “Topik pelemahan rupiah perlu ditangani secara holistik, karena berdampak pada berbagai sektor ekonomi,” ujarnya. Dengan adanya diskusi ini, diharapkan pemerintah dapat memperbaiki kebijakan yang relevan dan memastikan stabilitas nilai tukar rupiah sejalan dengan pertumbuhan ekonomi nasional.

Leave a Comment