Topics Covered: PLN Masih Padamkan Listrik di Kabupaten Bogor, Warga Kesal Bahlil Bohong Lagi
Topics Covered – Masalah pemadaman listrik di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, masih menjadi sorotan publik pada Jumat (19/6/2026) pagi. Meski Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyatakan bahwa pemadaman listrik bergilir di Jabodetabek akan berakhir, warga Citayam tetap merasa kecewa karena gangguan tersebut kembali terjadi. Ferdi, salah satu penduduk setempat, menyebut PLN menyebabkan keterlambatan berjam-jam tanpa pemberitahuan.
Kondisi Listrik yang Tidak Stabil
“Pemadaman listrik berlangsung sejak pukul 09.45 WIB hingga 12.47 WIB, total tiga jam. Ini sudah kali kedua dalam seminggu, dan membuat kehidupan sehari-hari kami terganggu,” ujar Ferdi kepada Tribunnews.com.
Kondisi ini memicu kekecewaan warga Citayam, terutama karena mereka tidak mendapat informasi resmi dari PLN sebelumnya. “Saat banjir di Sumatera, Menteri Bahlil juga menyatakan listrik aman, tapi ternyata banyak warga tetap mengalami gangguan,” tambah Ferdi. Kritik ini terutama mengarah pada janji yang disampaikan Bahlil tentang kestabilan pasokan energi, yang dinilai tidak terpenuhi.
Topics Covered – Selain Citayam, warga lain di daerah seperti Bojonggede dan Cibinong juga mengeluhkan gangguan listrik yang berulang. Dina, ibu rumah tangga di Perumahan Ragajaya, mengungkapkan bahwa kejadian serupa terjadi dua kali dalam satu bulan, menyebabkan ketidaknyamanan bagi penggunaan peralatan elektronik dan keperluan rumah tangga.
Kebijakan PLN dan Penjelasan Pemerintah
Tribunnews.com mencoba menghubungi Gregorius Adi Trianto, Executive Vice President Komunikasi Korporat dan TJSL PT PLN (Persero), melalui WhatsApp untuk mengetahui penyebab pemadaman. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada respons dari pihak PLN. Bahlil Lahadalia sebelumnya memastikan pasokan batubara aman, sehingga pemadaman listrik bergilir tidak akan terjadi lagi. “Insya allah nggak,” ujarnya setelah rapat dengan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di Kemenko Perekonomian, Kamis (18/6/2026).
Topics Covered – Kritik terhadap PLN dan Bahlil Lahadalia semakin meningkat karena keterlambatan dalam memberikan pelayanan listrik. Warga menilai janji pemerintah tentang stabilisasi pasokan energi tidak sejalan dengan kenyataan di lapangan. “Kami sudah membayar tarif listrik yang lebih tinggi, tapi justru sering mengalami pemadaman. Ini membuat warga merasa tidak adil,” keluh Dina.
Beberapa warga menyebut, pemadaman listrik ini memengaruhi kegiatan ekonomi dan keseharian. Toko-toko kecil, rumah sakit, serta sekolah di wilayah tersebut mengalami hambatan karena aliran listrik yang terganggu. Selain itu, kondisi ini juga memicu keluhan mengenai komunikasi yang kurang efektif dari PLN. “Kami mengharapkan ada kejelasan soal penyebab dan solusi, tapi sampai sekarang belum ada,” kata seorang warga yang enggan disebutkan nama.
Topics Covered – Pemadaman listrik di Kabupaten Bogor menjadi salah satu topik utama yang dibahas dalam rapat kementerian. Bahlil Lahadalia memastikan bahwa pasokan batubara akan memenuhi kebutuhan energi hingga akhir tahun, sehingga mengurangi risiko pemadaman. Namun, kenyataannya masih jauh dari harapan masyarakat. Beberapa warga mengkritik kebijakan subsidi dan penyesuaian tarif listrik yang dianggap tidak seimbang dengan kualitas layanan.
Menanggapi keluhan warga, PLN berupaya menjelaskan bahwa gangguan listrik dipengaruhi oleh faktor-faktor teknis seperti kepadatan jaringan dan cuaca. Meski demikian, pernyataan tersebut dinilai kurang meyakinkan oleh masyarakat. “Kami memahami tantangan teknis, tapi PLN harus memberikan solusi yang lebih cepat dan transparan,” tegas Ferdi. Kebijakan ini juga dianggap sebagai salah satu Topics Covered dalam diskusi publik mengenai manajemen energi.
