Bisnis

Topics Covered: Purbaya Ikuti Keputusan Prabowo Soal Pangkas Anggaran MBG, Mahasiswa Minta Program Disetop

Purbaya Ikuti Keputusan Prabowo Soal Pangkas Anggaran MBG, Mahasiswa Protes Topics Covered – Jakarta, 11 Juni 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa

Desk Bisnis
Published Juni 12, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Purbaya Ikuti Keputusan Prabowo Soal Pangkas Anggaran MBG, Mahasiswa Protes

Topics Covered – Jakarta, 11 Juni 2026 – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi akan mengikuti instruksi Presiden RI Prabowo Subianto mengenai rencana pemangkasan dana Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pernyataan ini muncul setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan usulan efisiensi anggaran yang diperkirakan akan memengaruhi pelaksanaan MBG. Topics Covered menyoroti bagaimana kebijakan ini dianggap sebagai langkah pemerintah untuk menyesuaikan prioritas keuangan, sementara kelompok mahasiswa menilai pengurangan anggaran akan mengganggu manfaat program bagi masyarakat.

“Kita akan mengikuti keputusan Bapak Presiden,” ujar Purbaya setelah menghadiri Rapat Kerja Bersama Komisi XI DPR RI, Rabu, 11 Juni 2026. Topics Covered menyebut bahwa keputusan ini dikeluarkan dalam rangka mengoptimalkan penggunaan dana negara, terutama dalam kondisi inflasi yang terus meningkat.

Menurut Purbaya, pemangkasan anggaran MBG belum tentu berarti penghentian program, melainkan penyesuaian kebutuhan belanja. Ia mengatakan akan berkoordinasi dengan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) baru, Nanik S Deyang, untuk menentukan detail revisi anggaran. Topics Covered juga menegaskan bahwa kebijakan ini dipandang sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk memperkuat stabilitas ekonomi dalam jangka panjang.

Penyesuaian Anggaran MBG dan Konsekuensinya

Program MBG yang sebelumnya dialokasikan sebesar Rp 268 triliun untuk tahun 2026, menurun dari Rp 335 triliun pada tahun 2025. Penyesuaian ini mencerminkan perubahan prioritas pemerintah, terutama dalam menghadapi tekanan inflasi dan defisit anggaran. Topics Covered menyebut bahwa pengurangan dana MBG akan memengaruhi jumlah peserta yang dapat menerima bantuan, terutama di daerah-daerah dengan akses terbatas.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa keputusan pemangkasan anggaran merupakan hasil diskusi dengan Kementerian Koordinator Bidang Pangan. “Dengan anggaran yang lebih efisien, kita dapat memastikan distribusi bantuan tetap merata,” katanya. Topics Covered menambahkan bahwa perubahan ini diharapkan bisa mengurangi pengeluaran tak terduga dan meningkatkan transparansi penggunaan dana.

Reaksi Mahasiswa dan Perlawanan Masyarakat

Pemangkasan anggaran MBG menuai kritik tajam dari berbagai kelompok mahasiswa. Pada hari Jumat, 12 Juni 2026, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI akan menggelar aksi demonstrasi di Bundaran HI, Jakarta Pusat, dengan tema “Aksi Menuju Indonesia Bangkrut”. Aksi ini diikuti oleh sekitar 1.500 mahasiswa dari berbagai fakultas. Topics Covered mencatat bahwa mahasiswa menilai MBG adalah program penting untuk mengurangi kesenjangan pangan, sehingga penurunan anggaran akan mengganggu kesejahteraan rakyat.

Protes tersebut didorong oleh kekhawatiran akan dampak inflasi terhadap daya beli masyarakat. Kelompok mahasiswa juga menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok dan persaingan kerja yang ketat. Topics Covered menambahkan bahwa tuntutan mereka mencakup penyesuaian kebijakan serta perlindungan anggaran untuk menjaga kesetaraan distribusi pangan. Aksi serupa diikuti oleh sejumlah organisasi mahasiswa dari kampus Jabodetabek, yang konsolidasi terjadi Rabu (10/6) lalu di Depok.

Menteri Purbaya menyebut bahwa keputusan pemangkasan anggaran MBG akan dievaluasi kembali dalam beberapa bulan ke depan. “Kita masih punya waktu untuk menyesuaikan kebijakan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya. Topics Covered menegaskan bahwa pemerintah perlu menjelaskan secara rinci alasan pemangkasan dana ini, termasuk dampak terhadap target penerima manfaat dan ketersediaan bahan baku.

Dalam wawancara lebih lanjut, Purbaya mengatakan bahwa pengurangan anggaran MBG juga dipengaruhi oleh permintaan dari Kementerian Keuangan untuk menurunkan beban belanja. “Program ini tetap akan dijalankan, hanya dengan skala yang lebih terukur,” jelasnya. Topics Covered menyebut bahwa pemerintah harus memastikan komunikasi yang jelas agar masyarakat tidak merasa kehilangan kepercayaan pada program sosial.

Mahasiswa yang tergabung dalam aksi ini menyerukan pemerintah untuk mempertahankan MBG sebagai bagian dari kebijakan sosial. “Dengan anggaran yang dipangkas, masyarakat tidak akan merasakan manfaat dari program ini,” tegas salah satu peserta aksi. Topics Covered menyoroti bahwa ini bukan hanya soal anggaran, melainkan juga tentang kesetaraan dan keadilan dalam distribusi sumber daya. Diskusi terus berlangsung antara pihak pemerintah dan kelompok masyarakat untuk mencari solusi terbaik.

Leave a Comment