Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal Tuntaskan Lontar Jumrah Sesuai Jadwal Guna Hindari Kepadatan
Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal Segera – JAKARTA – Dalam rangka memastikan kelancaran ibadah haji, Kementerian Haji dan Umrah telah mengeluarkan instruksi khusus kepada jemaah nafar awal agar segera menyelesaikan serangkaian pelaksanaan lontar jumrah sesuai dengan jadwal yang ditentukan. Langkah ini bertujuan mengurangi kepadatan di lokasi mobilisasi, terutama menjelang kepulangan ke Makkah.
“Kami mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia yang mengambil nafar awal agar kembali ke tenda masing-masing setelah melaksanakan lontar jumrah, sesuai rencana,” ujar Maria Assegaff, juru bicara Kemenhaj, dalam konferensi pers virtual, Jumat (29/5/2026).
Pemangkasan waktu di Mina menjadi prioritas utama untuk menjaga alur pergerakan jemaah tetap terkoordinasi dan aman. Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal kembali menekankan pentingnya kepatuhan terhadap jadwal agar proses mobilisasi tidak terganggu. Dengan mengikuti arahan yang diberikan, jemaah dapat menghindari antrean yang memakan waktu dan mengurangi risiko kelelahan akibat berjalan kaki berlebihan.
Pembagian Jadwal dan Strategi Pengelolaan Arus
Jemaah nafar awal akan diberangkatkan secara bertahap dan berkelompok mulai pukul 10.00 hingga 17.00 waktu Arab Saudi. Bus yang disediakan oleh petugas akan digunakan untuk memindahkan mereka ke Makkah. Pada hari Tasyrik kedua, jemaah haji Indonesia melaksanakan lontar tiga jumrah, yakni Ula, Wusta, dan Aqabah, yang dibagi menjadi dua sesi untuk mengoptimalkan pengelolaan arus.
“Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal mengikuti arahan petugas, menjaga ketertiban, serta siap berangkat sesuai jadwal agar pelayanan berjalan lancar dan nyaman,” tambah Maria. “Pembagian waktu ini dirancang agar kepadatan bisa dikurangi secara signifikan.”
Pada 12 Dzulhijjah, jadwal lontar jumrah diatur menjadi dua periode, yakni 05.00–10.30 dan 18.00–24.00 waktu Arab Saudi. Antara sesi tersebut, terdapat jangka waktu larangan lontar, yaitu pukul 11.00 hingga 14.00. Pada masa ini, jemaah diimbau tetap berada di tenda masing-masing untuk menjaga kondisi fisik dan mengurangi risiko paparan panas serta kerumunan di kawasan Jamarat.
Dalam rangka meminimalkan risiko kepadatan, Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal juga memberikan petunjuk tentang langkah-langkah tambahan seperti penggunaan aplikasi mobile untuk memantau jadwal secara real-time. Selain itu, mereka dianjurkan mengenakan pakaian yang nyaman dan membawa perlengkapan seperti selimut serta air mineral untuk mengatasi cuaca ekstrem.
Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal terus memberikan penjelasan mengenai pentingnya disiplin dalam waktu lontar jumrah. Pemangkasan ini tidak hanya mengoptimalkan penggunaan fasilitas, tetapi juga memastikan kenyamanan serta keselamatan jemaah. Dengan mengikuti jadwal secara ketat, kepadatan di Jamarat dapat dikelola secara lebih baik, sehingga semua jemaah bisa merasakan pengalaman ibadah yang lebih baik.
Penyesuaian jadwal ini merupakan bagian dari strategi Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal untuk menghadapi tantangan berat di tengah kondisi cuaca dan kerumunan. Koordinasi dengan pihak penyelenggara dan petugas di lapangan telah dilakukan secara intensif untuk memastikan bahwa setiap jemaah bisa mengikuti langkah-langkah yang diambil tanpa hambatan. Selain itu, Kemenhaj Minta Jemaah Nafar Awal juga memberikan bantuan tambahan berupa pelatihan singkat sebelum berangkat.
