Hokkaido Shimbun Kurangi 400 Pegawai, Fokus Digitalisasi Bisnis
Beritahitam.com – Salah satu institusi pers terkemuka di Jepang, Koran Besar Jepang Hokkaido Shimbun, mengumumkan rencana pemangkasan tenaga kerja yang signifikan sebagai bagian dari transformasi strategis menuju era digital. Langkah ini melibatkan pengurangan sekitar 400 posisi kerja yang akan dilaksanakan secara bertahap hingga akhir tahun fiskal 2027. Keputusan ini diambil untuk memperkuat fondasi bisnis digital sambil mempertahankan layanan kepada pembaca setia di wilayah Hokkaido.
Data internal yang dihimpun menunjukkan bahwa perusahaan media ini, juga dikenal dengan nama Doshin, memiliki basis karyawan yang cukup besar. Pada tahun 2018, jumlah pegawai mencapai hampir 1.400 orang. Namun, seiring dengan berbagai program efisiensi, angka tersebut turun menjadi 1.089 orang pada Juli 2025. Target jangka panjang perusahaan adalah mencapai stabilitas dengan sekitar 1.000 pegawai pada tahun 2027.
Strategi Pemangkasan yang Berkelanjutan
Berbeda dengan pemutusan hubungan kerja massal yang sering terjadi di industri media, Koran Besar Jepang Hokkaido Shimbun memilih pendekatan yang lebih halus. Program ini menggabungkan beberapa mekanisme, termasuk pensiun dini untuk pegawai dari generasi masa gelembung ekonomi Jepang, pembatasan rekrutmen baru, serta restrukturisasi organisasi. Mutasi internal dan pengurangan personel di berbagai level juga menjadi komponen penting.
Tantangan utama yang dihadapi adalah penurunan drastis pada bisnis surat kabar cetak. Sirkulasi edisi pagi yang pernah melampaui 1,2 juta eksemplar pada dekade 2000-an kini hanya mencapai 704.206 eksemplar per Januari 2026. Dalam satu tahun saja, tepatnya 2025, jumlah pelanggan berkurang sekitar 36.000 orang. Faktor kenaikan tarif berlangganan yang berlaku sejak Juni 2024 turut berkontribusi terhadap penurunan ini.
Proyeksi internal menunjukkan tren penurunan yang akan berlanjut. Sirkulasi diperkirakan akan turun tambahan 180.000 eksemplar dalam lima tahun ke depan, berpotensi jatuh di bawah angka 500.000 eksemplar. Kondisi ini mendorong perusahaan untuk mempercepat investasi pada platform digital dan layanan online.
Restrukturisasi Mendalam dan Fokus Digital
Sebelumnya, perusahaan telah melakukan berbagai penyesuaian operasional. Doshin Sports dihentikan penerbitannya pada November 2022, sementara edisi sore Koran Besar Jepang Hokkaido Shimbun ditutup pada September 2023. Penutupan ini disebabkan oleh kenaikan harga bahan baku dan biaya distribusi yang tidak terkendali. Jumlah kantor berita internasional juga dipangkas dari sepuluh menjadi lima kantor pada 2025.
Program restrukturisasi yang dimulai sejak 2018 mencakup lima tahap kebijakan komprehensif. Langkah-langkah tersebut meliputi reorganisasi divisi, pengurangan tunjangan, penutupan fasilitas percetakan Obihiro, penyederhanaan sistem penerbitan, serta pemangkasan pegawai di berbagai departemen. Pada tahap kelima yang dimulai tahun fiskal 2024, perusahaan memangkas sekitar 60 posisi di bagian editorial.
Kantor cabang Ashibetsu, Yubari, dan Ikeda kini tidak lagi memiliki wartawan tetap. Beberapa kantor cabang yang sebelumnya memiliki dua wartawan pada prinsipnya dikurangi menjadi satu orang. Personel di pusat pemberitaan Hakodate, Asahikawa, dan Kushiro juga mengalami pemangkasan, sementara Tokyo News Center kehilangan tujuh posisi.
Kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan pegawai dan serikat pekerja karena dianggap dapat melemahkan jaringan peliputan yang selama ini menjadi kekuatan utama surat kabar daerah tersebut. Namun, manajemen meyakini bahwa investasi pada digitalisasi akan memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik.
Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

