Meeting Results: Mensos Akselerasi Pembangunan 9 Sekolah Rakyat di Bali
Meeting Results – Dalam pertemuan yang digelar sesuai arahan Presiden, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak seluruh pihak untuk mempercepat pembangunan 9 Sekolah Rakyat di Bali. Rapat koordinasi yang berlangsung secara daring di Jakarta, Selasa (9/6/2026), menghadirkan perwakilan dari Kementerian Sosial, Pemerintah Provinsi Bali, serta pemerintah kabupaten/kota di seluruh wilayah. Keberhasilan program Sekolah Rakyat menjadi topik utama yang dibahas, dengan fokus pada perluasan akses pendidikan bagi masyarakat daerah terpencil.
Dua Strategi Utama untuk Memperkuat Sekolah Rakyat
Meeting Results – Pertemuan ini menyoroti dua strategi utama untuk meningkatkan kualitas Sekolah Rakyat di Bali. Pertama, pengembangan model Sekolah Rakyat Rintisan yang bertujuan menguji keberhasilan pendekatan baru dalam pendidikan inklusif. Kedua, pembangunan gedung permanen yang akan memperluas jangkauan program. Dalam diskusi, Gus Ipul menyebutkan bahwa progres pembangunan satu dari sembilan gedung tersebut telah mencapai 80 persen di Karangasem, sebagai bukti awal keseriusan pemerintah.
Meeting Results – Salah satu sekolah rintisan yang menjadi contoh sukses adalah SRMP 17 Tabanan, yang telah beroperasi lebih dari setahun. Menurut Gus Ipul, keberhasilan ini menjadi dasar untuk mengembangkan model serupa di daerah lain. “Alhamdulillah, SRMP 17 Tabanan berjalan baik selama lebih dari 10 bulan,” tambahnya dalam
dalam
. Dalam kunjungan Presiden ke lokasi tersebut, terlihat peningkatan kedisiplinan dan kepercayaan diri siswa, yang menjadi indikator positif dari program ini.
Penguatan Infrastruktur dan Perluasan Akses Pendidikan
Meeting Results – Untuk mempercepat realisasi Sekolah Rakyat, Gus Ipul menegaskan bahwa setiap kabupaten/kota harus memiliki minimal satu gedung permanen. Dalam rapat, ia menjelaskan bahwa program ini bertujuan meratakan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak di daerah yang kurang mendapat perhatian. “Sekolah Rakyat di lahan provinsi bisa menerima siswa dari seluruh Bali, sementara di lahan kabupaten/kota lebih fokus pada warga lokal,” ungkapnya dalam
. Hal ini akan memastikan keberlanjutan program dan meminimalkan penggunaan lahan yang terlewat.
Meeting Results – Pemerintah daerah juga diminta untuk siap menyiapkan lahan atau memanfaatkan aset tidak terpakai sebagai tempat sementara. Dalam kesempatan ini, Gubernur Bali diberikan apresiasi atas kontribusi lahan pertama yang telah diberikan. Gus Ipul mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus berkoordinasi dan mendorong implementasi program. “Mari bersama-sama mewujudkan arahan Presiden melalui percepatan Sekolah Rakyat,” tegasnya.
Progress dan Tantangan Pembangunan
Meeting Results – Dalam rapat, diungkapkan bahwa beberapa kabupaten seperti Jembrana telah mengajukan usulan lahan sekitar 5,9 hektare yang sedang dalam survei oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Hal ini menunjukkan keseriusan daerah dalam mendukung pembangunan. Meski demikian, tantangan seperti pengadaan dana dan koordinasi lintas sektor masih menjadi perhatian utama. “Pembangunan membutuhkan komitmen semua pihak, termasuk pemangku kepentingan di tingkat desa,” kata Gus Ipul.
Meeting Results – Pemprov Bali juga menyatakan siap mengawal program ini dengan dukungan penuh. Diskusi menyoroti pentingnya integrasi Sekolah Rakyat dalam sistem pendidikan nasional, serta upaya memastikan kualitas pengajaran dan fasilitas. “Program ini akan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat Bali,” jelasnya. Dengan percepatan pembangunan, diharapkan masyarakat dapat menikmati manfaat pendidikan yang lebih merata dan berkualitas.
