Kemacetan GBK Senayan: Historic Moment Saat EXO dan Indonesia Open Berlangsung
Historic Moment – Kemacetan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta Pusat, menjadi Historic Moment yang tercatat dalam sejarah lalu lintas kota. Pada Minggu (7/6/2026), sejumlah titik di GBK mengalami kepadatan luar biasa, seiring berlangsungnya dua acara besar: konser EXO dan turnamen bulu tangkis Indonesia Open 2026. Pantauan Tribunnews menunjukkan, jalan-jalan sekitar seperti Jalan Asia Afrika dan Jalan Gerbang Pemuda tampak membludak sejak siang hari, dengan lalu lintas yang berjalan perlahan karena jumlah pengunjung yang terus meningkat.
Dua Acara Beriringan Picu Antrean
Kepadatan lalu lintas di GBK Senayan dipicu oleh dua event yang digelar bersamaan. Konser EXO di Indonesia Arena menarik perhatian puluhan ribu penggemar yang berdatangan sejak pagi. Dalam pernyataan resmi, pengelola mengatakan bahwa acara tersebut diharapkan menampung hingga 10.500 penonton. Sementara itu, turnamen Indonesia Open 2026 juga memperparah situasi, dengan ribuan penonton memadati Istora Senayan dari pukul 10.00 hingga 21.00 WIB.
Adanya dua acara besar ini menciptakan Historic Moment dalam sejarah GBK Senayan. Keberadaan EXO-L dan para peserta serta penonton Indonesia Open memperkuat permintaan untuk akses ke kawasan tersebut. Sejumlah titik seperti Jalan Jenderal Sudirman dan area lampu merah Hotel Mulia menjadi saksi bisu kepadatan yang mencapai puncak di siang hari. Pengelola GBK mengimbau warga untuk mengantisipasi kemacetan di sekitar area tersebut.
Penggemar EXO dan Pengunjung Awal Tambah Kericuhan
Sebelum acara dimulai, penggemar EXO (EXO-L) sudah memadati GBK Senayan sejak siang. Kantong-kantong parkir mulai terisi penuh sejak pukul 12.00 WIB, sementara ojek online terpantau berhenti di bahu jalan untuk menurunkan penumpang di Pintu 10 dan Pintu 11. Keberadaan para penggemar yang datang lebih awal untuk menukar tiket dan merchandise berkontribusi pada peningkatan jumlah kendaraan yang mengalir di sekitar GBK.
“Kawasan GBK Senayan tetap menjadi magnet kegiatan besar, dengan peningkatan volume pengunjung mencapai puncak pada hari Minggu ini,” tulis pengelola @love_gbk melalui Instagram. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa GBK tidak hanya menjadi venue olahraga, tetapi juga tempat yang sering dijadikan pilihan untuk berbagai event budaya dan sportif. Dengan kepadatan sebesar 2.500 kendaraan per jam, kebijakan pengelolaan lalu lintas pun diperlukan untuk menghindari kemacetan berlebihan.
Kondisi Lalu Lintas di GBK Senayan
Kemacetan di GBK Senayan pada Minggu siang menciptakan Historic Moment yang memperlihatkan dinamika kota Jakarta dalam menghadapi tantangan lalu lintas. Area jalan layang Senayan dan Jalan Asia Afrika menjadi jalur utama yang terpantau penuh. Selain itu, kepadatan kendaraan tercatat mencapai puncak pada jam 14.00-17.00 WIB, dengan rata-rata kecepatan kendaraan hanya sekitar 15-20 km/jam. Pengelola menekankan bahwa kepadatan ini menjadi respons langsung terhadap kehadiran dua acara besar yang memperbesar arus lalu lintas.
Upaya Pengelolaan Lalu Lintas
Dalam upaya mengurangi dampak kemacetan, pihak pengelola GBK bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta melakukan pengaturan arus lalu lintas. Peralihan jalur di sejumlah titik, serta penambahan petugas lalu lintas, dilakukan untuk mengalirkan kendaraan dengan lebih efisien. Meski begitu, penumpukan kendaraan di sekitar Istora Senayan dan Indonesia Arena masih terjadi, terutama di area
