Metropolitan

Sejumlah Tamu Masih Masih Main Tennis dan Gym Beberapa Jam Jelang Eksekusi Lahan Hotel Sultan

Bermain Tennis dan Gym Meski Beberapa Jam Sebelum Eksekusi Lahan Sejumlah Tamu Masih Masih Main tennis dan gym di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, meski

Desk Metropolitan
Published Juni 17, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Tamu Hotel Sultan Masih Bermain Tennis dan Gym Meski Beberapa Jam Sebelum Eksekusi Lahan

Sejumlah Tamu Masih Masih Main tennis dan gym di Hotel Sultan Senayan, Jakarta, meski sejumlah waktu jelang eksekusi lahan berlangsung. Tengah malam pada Rabu (17/6/2026), puluhan tamu terlihat masih menikmati fasilitas olahraga di kompleks hotel tersebut, yang akan segera disita oleh pihak berwenang. Kegiatan ini menjadi tanda akhir dari kehidupan sebagian besar pengunjung yang sebelumnya rutin menggunakan area tersebut sehari-hari.

Kegiatan Tamu Berlanjut Saat Persiapan Eksekusi

Dilaporkan, sekitar 15 tamu sedang bermain tenis di lima lapangan yang tersedia, sementara sebagian lainnya terlihat menggunakan fasilitas gym di lantai bawah. Kegiatan ini terjadi di tengah persiapan pengambilalihan lahan Hotel Sultan oleh pemerintah, yang menjadi sorotan publik karena memengaruhi kehidupan para pengunjung. Sejumlah orang mengatakan mereka masih ingin memanfaatkan waktu terakhir untuk berolahraga, meski tahu bahwa eksekusi akan dilakukan dalam beberapa jam.

Tamuan yang terlibat dalam kegiatan tersebut tampak tidak terpengaruh oleh berita eksekusi lahan, terlepas dari ketegangan yang mungkin terjadi. Menurut staf Hotel Sultan, beberapa tamu masih diberikan kesempatan untuk menggunakan fasilitas selama malam hari, meskipun ada pembatasan jumlah penggunaan. “Mereka bisa tetap bermain, tapi sekarang lebih intens karena waktu yang tersisa terbatas,” kata salah satu staf saat diwawancara.

Fasilitas Gym Akan Tutup Setelah Eksekusi

Sementara itu, fasilitas gym yang terletak di dalam hotel akan ditutup mulai Kamis (18/6/2026) sebagai bagian dari persiapan eksekusi lahan. Meski tidak langsung terkena dampak penutupan, para tamu yang menggunakan gym menyadari bahwa layanan tersebut akan mengalami perubahan. Beberapa dari mereka mengatakan bahwa keputusan penutupan ini memengaruhi rencana aktivitas harian mereka.

“Kami berharap tamu bisa tetap menikmati fasilitas ini hingga akhir hari. Kalau mau masuk besok, mungkin harus buat rencana lain,” ujar seorang pengelola gym yang mengaku tidak terlibat langsung dengan pengambilalihan lahan.

Selain itu, pihak hotel menyatakan bahwa tamu yang ingin menginap tetap bisa melakukan pemesanan hingga pemberitahuan resmi eksekusi dikeluarkan. Namun, penggunaan lapangan tennis dan gym akan dibatasi sesuai kebijakan yang baru diterapkan.

Konteks Eksekusi Lahan Hotel Sultan

Eksekusi lahan Hotel Sultan merupakan bagian dari perjanjian antara pemerintah dan pemilik tanah yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Menurut informasi yang dihimpun, pihak pengadilan Jakarta Pusat telah memutuskan bahwa lahan tersebut akan dialihkan ke penggunaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan publik. Fasilitas tennis dan gym, yang merupakan bagian dari kompleks hotel, akan menjadi sasaran utama dalam pengambilalihan ini.

“Eksekusi ini dilakukan karena lahan tersebut memiliki nilai strategis untuk pembangunan infrastruktur baru,” jelas seorang pejabat terkait. Namun, sejumlah tamu masih mempertahankan bahwa keberadaan fasilitas olahraga di Hotel Sultan menjadi bagian dari pengalaman mereka selama menginap.

Selain itu, pengambilalihan lahan ini juga berdampak pada rencana pengembangan kawasan Senayan, yang selama ini menjadi pusat kegiatan sosial dan ekonomi di Jakarta.

Tamu Berharap Fasilitas Tetap Dipertahankan

Beberapa tamu mengungkapkan kekecewaan terhadap keputusan eksekusi lahan, terutama karena keberadaan tennis dan gym yang telah menjadi bagian dari rutinitas mereka. “Saya sudah terbiasa bermain tennis di sini, jadi ini seperti pengalaman yang terhenti,” kata salah satu tamu yang tidak ingin disebutkan namanya. Meski tahu bahwa fasilitas tersebut akan diambil alih, mereka berharap pemerintah bisa menjaga kualitas dan akses ke area olahraga tersebut.

“Kalau bisa, fasilitas ini tetap dipertahankan agar tamu lain juga bisa menikmatinya. Bukan hanya untuk para penghuni hotel, tapi juga masyarakat umum,” tambah salah satu tamu. Dalam beberapa hari terakhir, kegiatan olahraga di Hotel Sultan telah menarik perhatian banyak orang, terutama di tengah berita tentang rencana pengambilalihan lahan.

Pihak hotel juga berusaha memberikan penjelasan bahwa keberadaan fasilitas tersebut tetap diperlukan bagi pengunjung yang ingin menikmati suasana tenang sebelum akhir pengambilalihan.

Tantangan bagi Tamu dan Pengelola

Eksekusi lahan Hotel Sultan menciptakan tantangan baru bagi tamu dan pengelola. Banyak dari tamu mengungkapkan bahwa mereka masih ingin memanfaatkan waktu terakhir untuk berolahraga, terlepas dari kekhawatiran akan perubahan lingkungan. “Jadi, sementara ini kita masih bisa menikmati fasilitas seperti dulu, tapi tahu saja besok akan berbeda,” kata seorang tamu yang sedang bermain di lapangan tennis.

“Kami sudah berusaha memastikan bahwa tamu tetap bisa menggunakan area olahraga selama beberapa jam, agar mereka tidak kehilangan kebiasaan sehari-hari. Tapi ini tidak bisa berlangsung terus-menerus,” ujar salah satu manajer hotel. Pengambilalihan lahan ini juga menimbulkan pertanyaan tentang masa depan fasilitas yang telah ada selama bertahun-tahun.

Meski demikian, pihak hotel berharap fasilitas tersebut akan dipertahankan atau dioperasikan kembali dalam bentuk yang lebih sesuai dengan rencana penggunaan lahan baru.

Leave a Comment