Nasional

“Jokowi Masih Punya Magnet”, Seberapa Kuat PSI Bersaing dengan Partai Besar?

Seberapa kuat PSI bersaing dengan partai besar? Pertanyaan ini semakin relevan mengingat fakta bahwa Jokowi Masih Punya Magnet Seberapa kuat pengaruhnya

Desk Nasional
Published Agustus 2, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. "Jokowi Masih Punya Magnet": PSI vs Partai Besar
  2. FAQ: Pertanyaan Umum tentang PSI dan Jokowi
  3. Related Reading

“Jokowi Masih Punya Magnet”: PSI vs Partai Besar

Beritahitam.com – Seberapa kuat PSI bersaing dengan partai besar? Pertanyaan ini semakin relevan mengingat fakta bahwa Jokowi Masih Punya Magnet Seberapa kuat pengaruhnya terhadap elektoral partai yang dipimpinnya. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dinilai masih memiliki peluang besar untuk memanfaatkan popularitas Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo. Sebagai ayah dari Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Jokowi dianggap menyimpan daya tarik politik yang bisa memberikan efek elektoral signifikan bagi partai yang dipimpinnya. Hal ini menjadi sorotan setelah kunjungan resmi sang presiden ke Nusa Tenggara Timur (NTT) pada rentang waktu 31 Juli hingga 2 Agustus 2026 mendapat respons hangat dari masyarakat setempat.

NTT sebagai Basis Dukungan Laten

Agung Baskoro, Direktur Eksekutif lembaga Trias Politika, menjelaskan bahwa wilayah NTT masih menjadi salah satu daerah dengan basis dukungan laten bagi Jokowi. Menurutnya, kondisi ini tidak terlepas dari pembangunan yang dilakukan selama dua periode kepemimpinan Jokowi sebagai presiden. Tribunnews.com mencatat bahwa kunjungan tersebut juga menjadi momen penting bagi PSI untuk menunjukkan kedekatan dengan figur presiden.

NTT ini basis laten Pak Jokowi karena ia rutin membangunnya saat menjabat sebagai presiden sehingga wajar sambutan atas beliau meriah, kata Agung saat dihubungi Tribunnews.com, Minggu (2/8/2026).

Kedekatan Jokowi dengan PSI dapat memberikan dampak terhadap daya tarik politik partai tersebut. Ia menilai figur Jokowi dan kekuatan partai dapat saling memperkuat dalam menarik perhatian pemilih. Jokowi Masih Punya Magnet Seberapa kuatnya pun terlihat dari bagaimana masyarakat NTT menyambut kehadiran sang presiden dengan antusiasme tinggi.

Pertumbuhan PSI dan Tantangan ke Depan

Agung menyebut salah satu indikator perkembangan PSI terlihat dari perolehan kursi di tingkat provinsi yang meningkat dari satu kursi pada Pemilu 2019 menjadi enam kursi pada Pemilu 2024. 4 Tanda-tanda Hubungan Jokowi-Prabowo Tidak Hanya Retak Tapi Mulai Terbelah Meski demikian, Agung mengingatkan PSI tidak bisa hanya mengandalkan pengaruh Jokowi untuk menghadapi Pemilu 2029.

Menurutnya, partai tersebut tetap perlu memperkuat organisasi, kader, dan kerja politik di daerah pemilihan. Apakah PSI bisa mempertahankan bahkan meningkatkan raihan elektoralnya di tengah gempuran partai-partai besar? Sehingga mau tak mau PSI harus mawas, tetap fokus merawat dapil dan tak tergantung sepenuhnya dengan Pak Jokowi, kata Agung.

Rekam Jejak Pembangunan yang Dirasakan

Sementara itu, Ketua Harian Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI Ahmad Ali menilai sambutan masyarakat NTT terhadap Jokowi berkaitan dengan rekam jejak pembangunan selama satu dekade pemerintahannya. Tribunnews.com juga melaporkan bahwa Ahmad Ali menekankan pentingnya konsistensi kerja partai dalam menjaga kepercayaan pemilih.

Pak Jokowi mungkin sudah tidak lagi menjabat sebagai Presiden, tetapi karya dan pengabdiannya masih dirasakan masyarakat. Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh, ujar Ahmad Ali, Sabtu (1/8/2026).

Figur Jokowi dapat menjadi faktor politik bagi PSI, tetapi keberlanjutan dukungan menuju Pemilu 2029 tetap bergantung pada kemampuan partai membangun basis pemilihnya sendiri. Jokowi Masih Punya Magnet Seberapa kuatnya pun akan diuji ketika PSI harus bersaing dengan partai-partai besar yang sudah memiliki basis pemilih solid.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang PSI dan Jokowi

Berapa jumlah kursi PSI di tingkat provinsi setelah Pemilu 2024?

PSI berhasil meraih enam kursi di tingkat provinsi setelah Pemilu 2024, meningkat dari satu kursi pada Pemilu 2019.

Kapan kunjungan Jokowi ke NTT berlangsung?

Kunjungan resmi Jokowi ke NTT berlangsung pada rentang waktu 31 Juli hingga 2 Agustus 2026.

Siapa Direktur Eksekutif lembaga Trias Politika?

Agung Baskoro menjabat sebagai Direktur Eksekutif lembaga Trias Politika yang memberikan analisis mengenai dukungan laten Jokowi di NTT.

Apakah PSI hanya mengandalkan pengaruh Jokowi untuk Pemilu 2029?

Tidak. Agung menekankan bahwa PSI harus tetap fokus merawat dapil dan tidak tergantung sepenuhnya dengan pengaruh Jokowi.

Talkshow Overview 29 Juli 2026: Kaesang Nyaleg di Kandang Banteng

Leave a Comment