Nasional

Historic Moment: Presiden Prabowo: Saya Butuh Bertemu Orang-orang Pintar

Presiden Prabowo: Pentingnya Konsultasi dengan Tokoh Pintar untuk Kemajuan NKRI Historic Moment - Dalam sebuah Historic Moment yang memperhatikan dampak

Desk Nasional
Published Juni 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Presiden Prabowo: Pentingnya Konsultasi dengan Tokoh Pintar untuk Kemajuan NKRI

Historic Moment – Dalam sebuah Historic Moment yang memperhatikan dampak global terhadap kehidupan nasional, Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan kebutuhannya untuk terus berinteraksi dengan para tokoh berpikir kritis. Acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) menjadi panggung strategis untuk menyampaikan visi pembangunan bersama. Ia menekankan bahwa Historic Moment ini adalah kesempatan penting untuk memperkuat kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademis dalam menghadapi tantangan masa depan.

Konsultasi Berkelanjutan sebagai Dasar Kebijakan

Presiden Prabowo menyatakan, pertemuan rutin dengan tokoh-tokoh intelektual bukan hanya keharusan, tapi merupakan investasi besar bagi keberlanjutan bangsa Indonesia. “Saya butuh pertemuan berkala agar bisa memperoleh masukan dari orang-orang yang memiliki wawasan mendalam dan kemampuan menganalisis keadaan nasional secara objektif,” ujarnya. Hal ini sejalan dengan Historic Moment yang diharapkan dapat menjadi perangkat untuk menciptakan kebijakan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

“Saya kasihan sama beberapa profesor di sekitar Jakarta, harus bolak-balik dipanggil, ya kan? Saya dengar mereka tiap dua jam buka handphone. Profesor di Bandung pun tidak ada alasan karena sekarang ada ‘Whoosh’. Dipanggil ya 45 menit bisa sampai Jakarta kan?”

Menurut Prabowo, partisipasi para cendekiawan seperti rektor, guru besar, dosen, dan peneliti memegang peran kritis dalam menghadirkan Historic Moment yang berbasis pengetahuan dan inovasi. “Dengan bantuan mereka, kita bisa mengatasi berbagai masalah seperti ketahanan pangan, energi, dan kualitas pendidikan,” tambahnya. Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut menghadirkan lebih dari 100 tokoh dari berbagai bidang, termasuk para peneliti yang sedang mengembangkan teknologi seperti Giant Sea Wall dan vaksin TBC.

Pengaruh Global terhadap NKRI: Poin Penting dalam Historic Moment

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyoroti Historic Moment yang terjadi di tingkat global, seperti ancaman perang nuklir atau perubahan iklim. Ia menegaskan bahwa Indonesia tidak bisa berdiri sendiri di tengah dinamika dunia yang semakin cepat. “Kita tidak bertikai, tapi jika ada perang nuklir di satu tempat, kita akan kena dampaknya,” kata Prabowo. Hal ini menunjukkan bahwa Historic Moment yang diwujudkan melalui konsultasi nasional juga harus mencakup perspektif global.

Lebih lanjut, Prabowo mengingatkan bahwa riset dan inovasi harus menjadi bagian dari strategi nasional. “Saya percaya bahwa kolaborasi antara universitas dan pemerintah akan membentuk Historic Moment baru dalam perjalanan pembangunan Indonesia,” ujarnya. Dalam konteks ini, kemajuan teknologi seperti Giant Sea Wall dan vaksin TBC dianggap sebagai bentuk perubahan penting yang bisa memperkuat daya tahan bangsa.

Menurut Prabowo, Historic Moment ini bukan hanya tentang kebijakan jangka pendek, tapi juga menyiapkan Indonesia untuk masa depan yang lebih berkelanjutan. “Kita harus memperhatikan efek jangka panjang dari setiap keputusan, karena dunia kini bergerak sangat cepat,” tambahnya. Ia berharap, konsultasi rutin dengan tokoh pintar akan menjadi kebiasaan yang terus berlanjut, bukan sekadar momen sementara.

Partisipasi Akademisi dalam Pembangunan NKRI

Sejumlah rektor universitas besar, seperti Universitas Indonesia (UI) dan Institut Teknologi Bandung (ITB), turut hadir dalam Historic Moment tersebut. Mereka berperan aktif dalam diskusi tentang tantangan riset, keterlibatan masyarakat, dan kolaborasi lintas sektor. Prabowo menyatakan bahwa akademisi bukan hanya sekadar penyedia ide, tapi juga bagian dari solusi yang diharapkan untuk membangun NKRI.

Salah satu poin utama dalam Historic Moment ini adalah tentang pentingnya pendidikan tinggi sebagai motor penggerak pembangunan. “Dunia kini membutuhkan keterampilan baru, jadi kita harus terus memperluas akses pendidikan dan mengembangkan kurikulum yang relevan,” katanya. Dengan kehadiran para tokoh akademisi, Prabowo yakin bahwa Historic Moment ini bisa menjadi titik balik dalam perjalanan transformasi Indonesia.

Sebagai penutup, Prabowo mengajak semua pihak untuk tetap berkomitmen dalam menjaga keberlanjutan NKRI. “Kita berada di satu kapal besar, jadi harus saling mendukung dalam mewujudkan Historic Moment yang benar-benar memberikan manfaat untuk seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. Harapan ini diwujudkan melalui kolaborasi yang intens, transparansi, dan kepercayaan yang saling terbangun antara pemerintah dan tokoh intelektual.

Leave a Comment