Bisnis

New Policy: Hilirisasi Dipacu, Target Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e Tetap Dijalankan

Hilirisasi Dipacu, Target Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e Tetap Dijalankan Implementasi Kebijakan Baru untuk Mendorong Hilirisasi New Policy - Indonesia

Desk Bisnis
Published Juni 28, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Hilirisasi Dipacu, Target Pengurangan Emisi 2 Juta Ton CO2e Tetap Dijalankan

Implementasi Kebijakan Baru untuk Mendorong Hilirisasi

New Policy – Indonesia terus mempercepat hilirisasi mineral strategis sebagai bagian dari new policy yang diumumkan oleh MIND ID, perusahaan yang mengelola industri pertambangan nasional. Kebijakan ini menetapkan target pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK) sebesar 15,5 persen atau setara 2 juta ton CO2e pada 2030, meski proyeksi kebutuhan energi diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat. Langkah ini bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan dan upaya peningkatan keberlanjutan lingkungan.

new policy menekankan pentingnya transformasi energi dan pengelolaan sumber daya alam secara lebih efisien. Dengan meningkatkan nilai tambah dari bahan baku mentah, hilirisasi tidak hanya meningkatkan ekspor bernilai tinggi, tetapi juga memungkinkan penerapan teknologi hijau yang mengurangi dampak lingkungan. Sebagai bagian dari strategi ini, MIND ID berkomitmen untuk mendorong inovasi dalam produksi, transportasi, dan pemrosesan mineral, sejalan dengan prioritas nasional menghadapi perubahan iklim.

Strategi Mitigasi Emisi dalam Pertumbuhan Hilirisasi

Division Head of Sustainability MIND ID, Binahidra Logiardi, menjelaskan bahwa hilirisasi menimbulkan tantangan dalam dekarbonisasi, terutama karena peningkatan konsumsi energi. “Kebutuhan energi operasional kami diperkirakan meningkat hampir dua kali lipat hingga 2030. Tanpa intervensi, emisi bisa naik sekitar 2,1 kali lipat,” tambahnya, Sabtu (27/6/2026). Untuk mengatasi hal ini, MIND ID mengadopsi berbagai langkah strategis, seperti transisi ke bahan bakar rendah karbon dan optimalisasi energi terbarukan.

MIND ID menyusun rencana mitigasi yang mencakup penggunaan biodiesel B40 sebagai pengganti B35, penggantian High Speed Diesel (HSD) dengan liquefied natural gas (LNG), serta penerapan energi listrik dari PLN. Proyeksi menunjukkan bahwa kebutuhan energi perusahaan akan melonjak dari sekitar 149.000 terajoule (TJ) pada 2026 menjadi 293.000 TJ pada 2030, yakni kenaikan lebih dari 90 persen. Tanpa kebijakan ini, emisi GRK diperkirakan meningkat dari 6.100 kiloton CO2e menjadi 12.900 kiloton CO2e.

“Kenaikan emisi ini merupakan ancaman serius, tetapi dengan new policy, kami yakin bisa mencapai target pengurangan sebesar 15,5 persen,” terang Logiardi.

Strategi ini juga mencakup kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, lembaga penelitian, dan pelaku industri, untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam setiap tahap hilirisasi. Misalnya, dalam fasilitas produksi aluminium dan smelter, MIND ID menggandeng PT Indonesia Chemical Alumina (ICA) untuk menerapkan co-firing biomassa cangkang kelapa sawit, yang berhasil menurunkan emisi sekitar 560 ton CO2e per tahun.

Proyek Strategis yang Mendukung Tujuan Emisi

Salah satu proyek utama yang dijalankan adalah pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik di Halmahera Timur. Proyek ini tidak hanya meningkatkan kapasitas hilirisasi, tetapi juga memastikan penggunaan energi terbarukan dalam proses produksi. Selain itu, PT Timah Tbk menerapkan instalasi PLTS berkapasitas 300 kilowatt peak (kWp) untuk mengurangi emisi sekitar 300 ton CO2e per tahun. Adapun PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM) telah melakukan konversi HSD ke LNG, yang berhasil menghasilkan pengurangan emisi sekitar 3.700 ton CO2e.

new policy juga mendorong penggunaan energi surya dalam beberapa unit produksi. Dengan menambahkan panel surya di beberapa lokasi, perusahaan memperkuat upaya mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Selain itu, MIND ID aktif dalam skema offset karbon, seperti proyek berbasis alam, sertifikasi energi terbarukan (REC), dan partisipasi dalam perdagangan karbon. Langkah-langkah ini mencerminkan komitmen untuk mencapai target emisi secara bertahap, sejalan dengan komitmen Indonesia untuk menurunkan emisi 2 juta ton CO2e sebelum 2030.

Kolaborasi dan Komitmen Industri

Sebagai bagian dari new policy, MIND ID tidak hanya fokus pada internal perusahaan, tetapi juga mendorong kolaborasi dengan mitra strategis. PT Bukit Asam Tbk, sebagai salah satu anak perusahaan, telah mencapai hasil signifikan dengan menerapkan BWE (Bahan Bakar Rendah Emisi) pada Unit Tanjung Enim, yang menurunkan emisi sekitar 5.200 ton CO2e per tahun. Proyek ini menunjukkan bahwa transformasi energi dapat berjalan efektif dengan dukungan teknologi dan komitmen jangka panjang.

Upaya pengurangan emisi juga melibatkan peningkatan penggunaan biomassa dan pengoptimalan proses produksi. Di tambang Kalimantan, MIND ID sedang mengembangkan teknologi yang mengurangi emisi selama operasional penambangan. “Kami memastikan bahwa setiap ekspansi hilirisasi dilengkapi dengan langkah pengurangan emisi yang terukur,” jelas Logiardi. Dengan pendekatan ini, perusahaan memperlihatkan bahwa new policy bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang implementasi nyata yang menghasilkan dampak positif di tingkat operasional.

Indonesia sebagai salah satu negara dengan target emisi tinggi berkomitmen untuk menurunkan 2 juta ton CO2e pada 2030, dan MIND ID berperan aktif dalam menjalankan rencana tersebut. Dengan meningkatkan kapasitas hilirisasi, pemerintah dan industri pertambangan bersama-sama berupaya memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak mengorbankan lingkungan. Kebijakan ini menjadi contoh bagaimana inisiatif new policy dapat menjadi jembatan antara kebutuhan ekonomi dan keberlanjutan lingkungan.

Leave a Comment