Nasional

Important Visit: Cerita Prabowo Naik Maung: Atap Bocor hingga Suspensi Tak Nyaman

Important Visit: Prabowo’s Maung Car Experience Reveals Design Flaws and Suspension Issues Important Visit - Dalam sebuah important visit yang mendapat

Desk Nasional
Published Juni 11, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Important Visit: Prabowo’s Maung Car Experience Reveals Design Flaws and Suspension Issues

Important Visit – Dalam sebuah important visit yang mendapat perhatian luas, Presiden Prabowo Subianto membagikan pengalaman mengendarai mobil nasional Maung MV3 selama acara Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) di Novotel Bandar Lampung, Jumat, 10 Juni 2026. Dalam perjalanan tersebut, ia menyebutkan beberapa kelemahan teknis, seperti atap mobil yang bocor dan suspensi yang kurang nyaman, sebagai bagian dari upaya mendorong industri dalam negeri.

Presiden Memberikan Contoh dengan Mobil Lokal

Prabowo mengungkapkan bahwa memilih Maung sebagai kendaraan resmi dalam important visit bertujuan untuk memperkuat dukungan terhadap produsen nasional. Ia menjelaskan, keputusan ini sebagai bentuk contoh bagi anak buahnya. “Saya ingin menunjukkan bahwa sebagai presiden, saya berkomitmen pada produk anak-anak Indonesia,” kata Prabowo dalam wawancara.

“Pada important visit kali ini, saya memutuskan untuk menggunaan mobil buatan dalam negeri. Saya ingin menunjukkan bahwa kita bisa bangga dengan produk lokal, meskipun masih ada kekurangan yang perlu diperbaiki.”

Kisah tersebut juga dianggap sebagai bentuk penghargaan terhadap keberhasilan industri otomotif Indonesia. Pemerintah telah memberikan kredit sebesar Rp 1,5 triliun kepada PT Pindad untuk memproduksi Maung MV3 dan amunisi, yang diharapkan mendorong pertumbuhan sektor manufaktur nasional.

Kontak Langsung dengan Pabrikan

Dalam important visit yang dihadiri ribuan peserta, Prabowo tidak hanya berbicara tentang kendaraan tetapi juga meninjau langsung proses produksi di pabrik PT Pindad. Ia menyebutkan bahwa mobil Maung memiliki masa produksi 1-2 tahun terakhir, sehingga masih dalam tahap pengembangan. “Mobil ini belum sepenuhnya mature, tetapi saya percaya dengan dukungan penuh, akan segera bisa menjadi andalan nasional,” ujarnya.

Prabowo juga mengungkapkan bahwa meskipun ada insiden atap bocor saat tidur di dalam mobil, ia tetap mempertahankan penggunaan Maung sebagai bentuk dukungan terhadap industri lokal. “Saya kirim kembali ke Pindad karena itu buatan mereka. Saya ingin mereka memperbaiki kekurangan ini sebagai bagian dari important visit yang saya lakukan untuk menunjukkan komitmen ini,” tambahnya.

Penyesuaian Teknis untuk Kinerja Lebih Baik

Sejumlah peserta Munas XVIII mengapresiasi inisiatif Prabowo dalam important visit tersebut, meski beberapa menyoroti kebutuhan penyesuaian teknis. Suspensi kasar saat melewati jalan tidak rata dan masalah atap bocor menjadi fokus utama. Namun, Prabowo menekankan bahwa ini adalah langkah awal untuk membangun kesadaran masyarakat akan keunggulan mobil buatan Indonesia.

“Kendaraan ini masih dalam proses adaptasi. Jika Pak Maruarar Sirait menggunakan Mercedes, saya tak bisa lagi menggunakan Maung. Tapi ini bagian dari important visit untuk menunjukkan bahwa kita punya pilihan,” jelas Prabowo, yang juga berharap pengalaman ini mendorong kolaborasi lebih kuat antara pemerintah dan sektor swasta.

Momen Inspiratif bagi Industri Kecil

Sebagai bagian dari important visit, Prabowo juga berinteraksi langsung dengan para pengusaha muda. Ia menekankan bahwa dukungan terhadap produk lokal adalah kunci untuk mengurangi ketergantungan pada impor. “Momen ini menjadi inspirasi bagi industri kecil dan menengah, agar terus berkembang dan bersaing di pasar global,” pungkasnya.

Secara keseluruhan, important visit ke Bandar Lampung tersebut dianggap sebagai langkah strategis untuk membangun citra mobil nasional. Meski masih ada kekurangan, Prabowo percaya bahwa dengan keberlanjutan dan perbaikan berkelanjutan, Maung bisa menjadi pilihan utama dalam waktu dekat.

Leave a Comment