Nasional

Topics Covered: DPR Ungkap Peluang Besar Kerja Sama Indonesia-Vietnam dari Perdagangan hingga Teknologi

DPR Ungkap Peluang Besar Kerja Sama Indonesia-Vietnam: Topik yang Dibahas Topics Covered – Setelah menghadiri ASEAN Future Forum (AFF) 2026 di Hanoi, Vietnam

Desk Nasional
Published Juni 11, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

DPR Ungkap Peluang Besar Kerja Sama Indonesia-Vietnam: Topik yang Dibahas

Topics Covered – Setelah menghadiri ASEAN Future Forum (AFF) 2026 di Hanoi, Vietnam, Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menyoroti sejumlah topik yang dibahas dalam rangkaian acara tersebut. Acara ini menjadi wadah penting untuk memperkuat hubungan bilateral Indonesia-Vietnam, terutama dalam bidang ekonomi dan teknologi. Dave menjelaskan bahwa delegasi Indonesia turut serta dalam forum ini dengan tujuan mengeksplorasi potensi kerja sama yang saling menguntungkan, termasuk memperluas akses pasar, meningkatkan rantai pasok, dan mengembangkan kemampuan sumber daya manusia di sektor digital. “Topik-topik yang diperkenalkan mencakup kerja sama ekonomi, teknologi, serta pengembangan industri yang berkelanjutan,” ujarnya, Rabu (10/6/2026).

“Selama AFF 2026, tim delegasi Indonesia melakukan pertemuan intensif dengan berbagai pihak di Vietnam, termasuk pemangku kepentingan dari sektor logistik, kelautan, dan teknologi. Kami menyadari bahwa kerja sama ini tidak hanya akan memberikan manfaat langsung bagi ekonomi kedua negara, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan jangka panjang,” tambahnya.

Koridor Logistik Baru: Berdampak pada Perdagangan dan Ekonomi

Salah satu topik yang dibahas secara mendalam adalah pengembangan koridor logistik Barawan–Penang–Perlis, yang diharapkan menjadi jalur utama untuk mempercepat aliran barang dan jasa antara Indonesia dan Vietnam. Koridor ini, yang juga dikenal sebagai Rute Transisi ASEAN, dirancang untuk mengurangi waktu transit, menurunkan biaya transportasi, serta meningkatkan efisiensi rantai pasok. Dave menekankan bahwa penggunaan koridor ini akan memperkuat posisi kedua negara sebagai pusat ekonomi regional. “Topik yang dibahas menegaskan pentingnya integrasi logistik yang lebih efektif, yang bisa menjadi pendorong utama untuk meningkatkan perdagangan bilateral,” jelasnya.

Kerja sama di bidang logistik ini bukan hanya tentang infrastruktur, tetapi juga kolaborasi dalam teknologi otomasi, transportasi laut, dan pengelolaan data distribusi. Dave menyebut bahwa keberhasilan koridor ini akan menggandengkan kemampuan Indonesia dalam pengelolaan perikanan dan pelabuhan dengan keahlian Vietnam dalam manufaktur dan e-commerce. “Perdagangan dan investasi menjadi pilar utama, dan topik-topik yang dibahas memberikan gambaran jelas tentang bagaimana kedua negara bisa saling melengkapi,” tambahnya.

Pengembangan Teknologi: Kolaborasi untuk Meningkatkan Daya Saing Digital

Dalam pembahasan teknologi, fokus terletak pada pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara kedua negara untuk meningkatkan kapasitas digital. Dave menyebut bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki kesempatan besar untuk melibatkan sektor teknologi dalam memperkuat daya saing ekonomi. “Topik-topik yang dibahas menekankan pentingnya kolaborasi dalam inovasi teknologi, pengembangan startup, serta digitalisasi layanan publik,” kata Dave.

Di bidang ini, Indonesia dapat memanfaatkan pengalaman Vietnam dalam pembangunan ekosistem digital yang matang, sementara Vietnam bisa belajar dari Indonesia dalam kebijakan regulasi teknologi dan pelatihan SDM. Dave menyoroti bahwa topik-topik yang dibahas juga mencakup kerja sama dalam pembangunan infrastruktur 5G, pengolahan data, dan penerapan teknologi hijau. “Kedua negara sepakat bahwa teknologi akan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi di masa depan,” ujarnya.

Kerja sama teknologi tidak hanya terbatas pada sektor industri, tetapi juga mencakup edukasi dan pelatihan. Dave menyebut bahwa Indonesia dan Vietnam bisa menggandengkan lembaga pendidikan dan penelitian untuk menghasilkan SDM yang siap menghadapi tantangan transformasi digital. “Topik-topik yang dibahas mencakup rencana kolaborasi pendidikan tinggi dan program pelatihan teknologi yang diharapkan bisa meningkatkan kualitas tenaga kerja kedua negara,” tambahnya.

Sejumlah Peluang yang Diungkap DPR dalam Kerja Sama Ekonomi

DPR juga menyoroti peluang dalam sektor pertanian dan energi terbarukan sebagai bagian dari topik yang dibahas. Indonesia memiliki keunggulan dalam produksi komoditas pertanian, sementara Vietnam memiliki keahlian dalam distribusi dan ekspor. Dave menjelaskan bahwa kedua negara bisa mengeksplorasi kerja sama perdagangan pertanian yang lebih luas, termasuk pengembangan produk olahan dan pengurangan biaya logistik. “Topik-topik yang dibahas mencakup potensi pertumbuhan sektor pertanian, yang bisa diwujudkan melalui perjanjian ekonomi dan inisiatif bersama,” jelasnya.

Selain itu, kerja sama dalam energi terbarukan seperti solar dan angin juga menjadi fokus. Dave menyebut bahwa Indonesia dan Vietnam bisa menjadi mitra dalam pengembangan proyek energi bersih, terutama di daerah-daerah yang memiliki sumber daya alam potensial. “Topik-topik yang dibahas menunjukkan keseriusan kedua negara dalam menghadapi perubahan iklim dan mengurangi ketergantungan pada energi fosil,” ujarnya. Hal ini diharapkan bisa menjadi langkah strategis untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Peluang Kerja Sama dalam Bidang Kelautan dan Ekonomi Biru

Indonesia dan Vietnam memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama di bidang kelautan, sebagai bagian dari topik yang dibahas. Kedua negara dipandang sebagai pusat kegiatan kelautan yang strategis, dengan sumber daya alam yang melimpah dan peluang ekonomi biru yang menjanjikan. Dave menegaskan bahwa Indonesia dan Vietnam dapat bermitra dalam pengembangan industri perikanan, pariwisata laut, serta teknologi laut seperti nelayan modern dan sistem pelacakan ikan. “Topik-topik yang dibahas menyoroti pentingnya ekonomi biru sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi, dan kerja sama ini bisa memberikan dampak besar bagi kedua negara,” katanya.

Menurut Dave, kerja sama dalam kelautan juga bisa mencakup pengelolaan daerah perairan bersama, penanggulangan pencemaran laut, serta pengembangan ekonomi kreatif berbasis laut. “Dalam pembahasan, kami menemukan bahwa ada keselarasan kepentingan antara Indonesia dan Vietnam dalam meningkatkan nilai tambah sektor kelautan,” jelasnya. Dengan kolaborasi ini, kedua negara bisa memperkuat keberlanjutan lingkungan dan ekonomi.

Secara keseluruhan, topik-topik yang dibahas di AFF 2026 menunjukkan bahwa Indonesia dan Vietnam memiliki basis yang kuat untuk berkembang bersama. DPR berharap langkah-langkah ini bisa segera diimplementasikan dalam bentuk perjanjian kerja sama yang konkret, baik melalui sektor perdagangan, teknologi, maupun ekonomi biru. “Topik-topik yang dibahas menegaskan bahwa kerja sama ini tidak hanya menjadi pendorong ekonomi bilateral, tetapi juga membuka jalan untuk kerja sama regional yang lebih luas,” kata Dave. Dengan demikian, Indonesia dan Vietnam bisa menjadi model kerja sama yang efektif dalam kawasan ASEAN.

Leave a Comment