Nasional

Kemendiktisaintek: Penulis Utama Paper Nobel MBG Catut Nama Prabowo Bukan Guru Besar dan Bukan Dosen

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) merilis temuan awal investigasi mengenai paper yang mengusulkan Program Makan Bergizi

Desk Nasional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments
Foto : Anthony Moore - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Kemendiktisaintek Klarifikasi Paper MBG dan Status Penulis Utama
  2. Related Reading

Kemendiktisaintek Klarifikasi Paper MBG dan Status Penulis Utama

Beritahitam.com – Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) merilis temuan awal investigasi mengenai paper yang mengusulkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) meraih Nobel 2026 melalui platform Social Science Research Network (SSRN). Dokumen tersebut mencantumkan nama Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh lainnya. Berdasarkan penelusuran awal, penulis utama berinisial DD belum memiliki jabatan akademik Guru Besar dan tidak tercatat sebagai dosen di perguruan tinggi manapun.

Proses Investigasi dan Temuan Tim

Tim investigasi yang dibentuk oleh Kemendiktisaintek sejak Selasa (4/8/2026) telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak. Mereka mengumpulkan dokumen, meminta klarifikasi, dan menghubungi nama-nama yang tercantum dalam paper. Sebagian besar pihak menyatakan tidak mengetahui, tidak pernah dimintai persetujuan, serta tidak terlibat dalam penyusunan maupun pengunggahan dokumen tersebut.

Kemendiktisaintek juga mendapatkan konfirmasi dari kampus asal penulis utama. Kampus tersebut menyatakan bahwa DD telah membuat pernyataan resmi dan menyampaikan permohonan maaf terkait peristiwa ini. Tim kemudian meluruskan persepsi publik mengenai platform SSRN yang selama ini disalahartikan sebagai lembaga berwenang dalam proses Nobel.

“Keberadaan suatu paper di SSRN tidak berarti isi maupun klaim yang dimuat di dalamnya telah diverifikasi atau diakui oleh Komite Nobel,” tulis keterangan resmi Kemendiktisaintek, Kamis (6/8/2026).

Kementerian menjelaskan bahwa pencantuman nama seseorang dalam paper di SSRN tidak serta-merta menunjukkan persetujuan sebagai penulis. Jika ada nama yang dicantumkan tanpa persetujuan, hal tersebut merupakan persoalan etika publikasi ilmiah yang perlu diklarifikasi sesuai ketentuan berlaku. Selain itu, penggunaan istilah nominasi dalam judul paper tidak dapat diartikan sebagai nominasi resmi Nobel.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Paper MBG

Apa itu SSRN dan apakah sama dengan Komite Nobel? SSRN adalah repositori atau platform publikasi preprint tempat peneliti membagikan naskah ilmiah. SSRN bukan lembaga yang berwenang dalam proses Nobel, sehingga keberadaan paper di sana tidak berarti klaimnya telah diverifikasi.

Apakah pencantuman nama Presiden dalam paper berarti beliau setuju? Tidak. Pencantuman nama dalam paper di SSRN tidak otomatis menunjukkan persetujuan. Jika ada nama yang dicantumkan tanpa persetujuan, hal tersebut menjadi persoalan etika publikasi ilmiah.

Bagaimana status akademik penulis utama paper tersebut? Penulis utama berinisial DD belum menyandang jabatan akademik Guru Besar dan tidak terafiliasi sebagai dosen. Yang bersangkutan baru menjalani sidang promosi doktor beberapa waktu yang lalu.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai perkembangan investigasi, pembaca dapat mengunjungi halaman berita nasional TRIBUNNEWS.COM secara berkala.

Leave a Comment