Regional

Prof Pujiyono : Jangan Sibuk Melihat Negeri Orang, Indonesia Punya Keindahan yang Luar Biasa

Generasi muda diimbau untuk lebih mengenal dan mencintai potensi bangsa. Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, yang menjabat sebagai Dewan Pembina Gerakan Solusi

Desk Regional
Published Agustus 7, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments
Foto : Emily Rodriguez - beritahitam.com
Table of Contents
  1. Prof Pujiyono: Indonesia Memiliki Keindahan yang Tak Tertandingi
  2. Related Reading
  3. Frequently Asked Questions

Prof Pujiyono: Indonesia Memiliki Keindahan yang Tak Tertandingi

Beritahitam.com – Generasi muda diimbau untuk lebih mengenal dan mencintai potensi bangsa. Prof. Dr. Pujiyono Suwadi, yang menjabat sebagai Dewan Pembina Gerakan Solusi Indonesia (GSI), menyampaikan bahwa kekayaan alam, budaya, serta sumber daya manusia merupakan modal berharga yang harus dijaga dan dikembangkan.

Saat membuka forum diskusi di Pendopo Kabupaten Pati, ia menyoroti fenomena media sosial yang membuat masyarakat lebih familiar dengan destinasi wisata mancanegara dibandingkan keindahan dalam negeri. “Jika tidak melakukan tour of area, mungkin kita tidak akan merasakan indahnya Indonesia,” ujarnya dalam acara Sharing Inspiratif Bareng Anak Muda. Acara ini diselenggarakan oleh GSI, PT Pertamina (Persero), Pemkab Pati, dan Bank Jateng Cabang Koordinator Pati pada Kamis (6/8/2016).

Prof Pujiyono membagikan pengalamannya saat berdiskusi dengan seorang peserta yang pernah menetap di Melbourne, Australia. Ia mengakui bahwa objek wisata luar negeri memiliki daya tarik unik, namun banyak tempat di Indonesia yang tidak kalah memukau. “Orang-orang sering terlihat liburan ke luar negeri di media sosial. Padahal Indonesia jauh lebih indah. Twelve Apostles di Melbourne memang menarik, namun di Karimunjawa kita bisa menikmati pantai, menyelam, snorkeling, bahkan membakar ikan di tepi pantai. Itulah Indonesia,” jelasnya.

Perubahan Dimulai dari Hal Kecil

Menurutnya, kekayaan alam tersebut menjadi alasan bagi masyarakat untuk lebih bangga terhadap Indonesia dan mulai mengeksplorasi potensi yang dimiliki negeri sendiri. “Kita harus bangga menjadi orang Indonesia. Siapa lagi yang akan menikmati dan menjaga kekayaan Indonesia kalau bukan kita sendiri,” tegasnya.

Prof Pujiyono kemudian memperkenalkan Gerakan Solusi Indonesia (GSI) sebagai gerakan yang lahir dari kepedulian terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa setiap perubahan selalu diawali dari rasa peduli dan kegelisahan terhadap kondisi sekitar. Namun, kegelisahan itu tidak boleh berhenti menjadi keluhan, melainkan harus mendorong lahirnya gagasan dan tindakan nyata.

“Gelisah itu adalah kata pertama sebelum perubahan terjadi. Kalau kita tidak peduli terhadap kondisi di sekitar kita, maka kita juga tidak akan terdorong untuk memperbaikinya,” ujarnya.

Ia menilai perubahan besar selalu dimulai dari lingkungan terdekat, mulai dari keluarga, sekolah, kampus hingga daerah tempat tinggal. Karena itu, generasi muda diajak mulai mengenali persoalan di sekitarnya dan mencari solusi sesuai kemampuan masing-masing. “Kita tidak perlu langsung berpikir mengubah Indonesia. Mulailah dari diri sendiri, lingkungan sekitar, kemudian bergerak bersama. Perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil,” kata Prof Pujiyono.

Menjadi Bijak di Ruang Digital

Pandangan tersebut diperkuat oleh Dr. Andina Elok Puri Maharani, seorang Pakar Hukum Tata Negara dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Menurut Andina, kemajuan teknologi memberikan banyak kemudahan bagi generasi muda untuk belajar dan memperoleh informasi. Namun, kemudahan tersebut juga harus diimbangi dengan kemampuan memilah informasi yang benar.

“Algoritma media sosial itu mempengaruhi cara berpikir kita. Karena itu setiap informasi perlu dicek kembali agar kita tidak mudah percaya pada sesuatu yang belum tentu benar,” ujar Andina.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga etika saat menggunakan media sosial karena setiap aktivitas di ruang digital akan menjadi rekam jejak yang dapat dilihat kembali di masa depan. “Dunia digital tidak pernah benar-benar hilang. Maka ukirlah rekam jejak yang baik sejak sekarang,” katanya.

Selain aktif di ruang digital, Andina berharap generasi muda juga mengenal potensi daerahnya sendiri dan memanfaatkan ilmu yang diperoleh untuk memberikan manfaat bagi masyarakat. Andina menambahkan, perkembangan teknologi digital seharusnya tidak hanya dimanfaatkan sebagai sarana berkomunikasi, tetapi juga menjadi ruang untuk memperluas wawasan, membangun jejaring, dan mengembangkan kreativitas. Menurutnya, berbagai platform digital saat ini membuka peluang bagi generasi muda untuk belajar berbagai keterampilan baru, mempromosikan potensi daerah, hingga menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat. “Teknologi itu akan sangat bermanfaat kalau digunakan untuk hal-hal yang positif. Gunakan media digital untuk belajar, berdiskusi, dan menunjukkan karya-karya terbaik kita, bukan justru untuk menyebarkan hal-hal negatif,” pungkasnya.

Frequently Asked Questions

What is Prof Pujiyono?

Prof Pujiyono is the main topic of this guide. The article explains the context, practical details, and next steps readers should understand.

Why does Prof Pujiyono matter?

Prof Pujiyono matters because readers are looking for a useful answer, not just a short summary. Good content should match search intent and help them decide what to do next.

Leave a Comment