Nasional

Key Issue: Tom Lembong Sebut Kriminalisasi Pelaku Usaha Sebabkan Investor Takut dan Rupiah Jeblok

Key Issue: Tom Lembong Keluhkan Kriminalisasi Usaha Ancam Pertumbuhan Ekonomi Key Issue - JAKARTA — Tokoh ekonomi dan mantan Menteri Perdagangan Thomas

Desk Nasional
Published Mei 27, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Key Issue: Tom Lembong Keluhkan Kriminalisasi Usaha Ancam Pertumbuhan Ekonomi

Key Issue – JAKARTA — Tokoh ekonomi dan mantan Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, dikenal sebagai Tom Lembong, menyoroti fenomena kriminalisasi pelaku usaha sebagai ancaman serius bagi stabilitas perekonomian Indonesia. Dalam diskusi terkini, ia mengungkapkan bahwa kebijakan hukum yang berlebihan terhadap pengusaha dan profesional telah menciptakan ketakutan di kalangan investor, yang berdampak negatif pada nilai tukar rupiah dan indeks harga saham gabungan (IHSG). Tom menegaskan bahwa Key Issue ini menjadi perhatian utama karena memengaruhi kepercayaan pasar dan pertumbuhan ekonomi nasional.

Konteks dan Tren Kriminalisasi di Kalangan Profesional

Tom Lembong memberikan kritiknya saat menghadiri acara diseminasi eksaminasi perkara Muhammad Kerry Adrianto Riza, anak pengusaha Mohamad Riza Chalid. Acara bertajuk “Mengurai Batas Pidana Tindak Pidana Korupsi dalam Keputusan Bisnis” diselenggarakan oleh Lembaga Pengkajian Hukum Acara dan Sistem Peradilan Universitas Indonesia (UI) pada Selasa, 26 Mei 2026. Dalam kesempatan tersebut, dia menjelaskan bahwa kriminalisasi pelaku usaha tidak hanya memengaruhi sektor kecil, tetapi juga mengancam Key Issue besar dalam ekonomi Indonesia.

“Kriminalisasi terhadap pelaku usaha telah menjadi risiko makroekonomi yang signifikan, menurut saya. Dampaknya adalah penurunan kepercayaan investor dan pelaku bisnis, yang pada akhirnya memengaruhi kestabilan nilai rupiah dan indeks pasar,” ujar Tom.

Menurut Tom, Key Issue ini terjadi karena kurangnya kesadaran bahwa keputusan bisnis yang diperiksa oleh lembaga hukum sering kali mengandung kesalahan interpretasi atau penerapan aturan yang terlalu ketat. Ia menekankan bahwa para pengusaha dan profesional tidak selalu bersalah secara mutlak, tetapi terkadang dikenai hukuman yang berlebihan karena tidak diberi kesempatan untuk menjelaskan konteks keputusan mereka. “Key Issue ini bisa terjadi jika proses hukum tidak diterapkan secara proporsional dan adil,” tambahnya.

Analisis Dampak Kriminalisasi pada Perekonomian Nasional

Tom Lembong juga menyebutkan bahwa kriminalisasi pelaku usaha menimbulkan efek domino terhadap pertumbuhan ekonomi. Dalam pidatonya, ia menjelaskan bahwa keyakinan investor sangat bergantung pada kestabilan hukum, dan ketika Key Issue ini terjadi, banyak pihak yang mengurungkan rencana investasi. “Kepercayaan pasar yang merosot membuat aliran modal ke dalam negeri mengalami tekanan besar, sehingga nilai tukar rupiah cenderung melemah,” paparnya.

Dalam konteks perekonomian, Tom memperlihatkan bahwa Key Issue ini tidak hanya memengaruhi sektor jasa atau keuangan, tetapi juga sektor manufaktur dan perdagangan. Ia mengingatkan bahwa kebijakan hukum yang ketat bisa menghambat inisiatif bisnis, terutama di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu. “Pertumbuhan ekonomi akan terhambat jika Key Issue ini tidak segera diatasi,” tambahnya.

“Key Issue ini adalah salah satu dari banyak faktor yang mengancam ekonomi Indonesia. Kriminalisasi pelaku usaha harus dianggap sebagai bagian dari permasalahan struktural yang perlu diperbaiki,” tutur Tom.

Tom menambahkan bahwa kriminalisasi yang berlebihan sering kali mengabaikan kepentingan masyarakat luas dan mengorbankan kemajuan bisnis. Ia mencontohkan bahwa dalam beberapa kasus, pengusaha yang telah mengambil keputusan risiko tetap dihukum karena ketidaktahuan lembaga hukum akan konteks bisnis mereka. “Key Issue ini bisa menghimpit kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan kebijakan pemerintah,” katanya.

Dalam rangka menyelamatkan ekonomi, Tom mengusulkan perbaikan sistem hukum agar lebih fleksibel dalam menangani kasus korupsi atau pelanggaran bisnis. Ia menekankan perlunya kesadaran bahwa Key Issue ini bisa memperparah kesulitan perekonomian jika tidak dikelola dengan baik. “Sistem hukum harus menjadi alat pendorong, bukan penghambat, dalam pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Leave a Comment