Nasional

Latest Program: NU Salurkan Daging Kurban Pakai Besek Bambu dan Daun Pisang

Daun Pisang Latest Program - JAKARTA - Nahdlatul Ulama (NU) melalui program NU Care-Laziznu terus melakukan distribusi daging kurban dengan wadah ramah

Desk Nasional
Published Mei 29, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

NU Salurkan Daging Kurban Pakai Besek Bambu dan Daun Pisang

Latest Program – JAKARTA – Nahdlatul Ulama (NU) melalui program NU Care-Laziznu terus melakukan distribusi daging kurban dengan wadah ramah lingkungan, seperti besek bambu dan daun pisang. Upaya ini bertujuan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keberlanjutan.

Tradisi Ramah Lingkungan Mulai Diterapkan Sejak 2019

Direktur Eksekutif NU Care-Laziznu, Riri Khariroh, mengatakan bahwa penggunaan besek bambu dan daun sebagai wadah distribusi daging kurban sudah berlangsung sejak tahun 2019. “Kami menggunakan bahan-bahan alami, seperti besek dan daun, untuk menjaga ekosistem sekitar,” ujarnya saat berbicara di Rumah Potong Hewan (RPH) Perumda Dharma Jaya, Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (28/05/2026).

“Kurban ini adalah kurban yang ramah lingkungan, atau green kurban,” terang Riri. Ia menambahkan bahwa penggunaan besek bambu sudah diterapkan selama tujuh tahun terakhir. “Tujuannya adalah memberikan edukasi bahwa program sosial-keagamaan harus tetap menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Menurut Riri, wadah alami lebih baik dalam mempertahankan kualitas daging dibandingkan bahan plastik. “Daging yang ditaruh di daun pisang atau daun jati akan lebih segar karena tidak mengandung mikroplastik yang berbahaya,” katanya. Selain itu, kebijakan ini juga memberikan dampak positif bagi para pengrajin besek di berbagai daerah.

Kebijakan Ramah Lingkungan Diperluas ke Tingkat Daerah

Riri menuturkan bahwa seluruh jaringan NU Care-Laziznu di tingkat daerah, termasuk masjid dan majelis taklim, diberi instruksi untuk menggunakan wadah ramah lingkungan. “Kami ingin semua pihak merespons program ini dengan keseriusan, sehingga penggunaan plastik bisa dikurangi,” pungkasnya. Kebijakan ini juga diapresiasi oleh pengrajin besek yang mendapat manfaat dari permintaan pasar.

“Ya, penggunaan besek bambu dapat meningkatkan ekonomi bagi para pengrajin, ini cukup banyak diapresiasi,” ujar Riri. Dalam konteks ini, program kurban NU Care-Laziznu tidak hanya fokus pada distribusi tetapi juga pada edukasi tentang pentingnya lingkungan hidup.

Leave a Comment