Nasional

Meeting Results: Gubernur BI Irit Bicara Setelah Dipanggil Prabowo Bahas Pelemahan Rupiah di Istana

Gubernur BI Irit Bicara Setelah Dipanggil Prabowo Bahas Pelemahan Rupiah di Istana Meeting Results - Hasil pertemuan yang terjadi di Istana Negara, Jakarta

Desk Nasional
Published Mei 18, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Gubernur BI Irit Bicara Setelah Dipanggil Prabowo Bahas Pelemahan Rupiah di Istana

Meeting Results – Hasil pertemuan yang terjadi di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (18/5/2026), memperlihatkan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo membatasi jawaban saat diwawancara tentang pelemahan rupiah yang mencapai level Rp17.600 per dolar AS. Meeting Results dari pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto tersebut menunjukkan sikap optimis Perry terhadap stabilitas nilai tukar rupiah, meski tekanan dari dolar AS terus berlangsung. Setelah rapat terbatas berlangsung lebih dari dua jam, Perry dan sejumlah menteri kabinet keluar dari Istana sekitar pukul 18.20 WIB, tanpa memberikan detail lengkap tentang langkah-langkah yang akan diambil. Meski diizinkan untuk menjelaskan, ia hanya menyatakan keyakinan bahwa rupiah tetap stabil meskipun mengalami tekanan.

Kritik DPR terhadap Pandangan Stabilitas Rupiah

Kritik dari Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) terhadap pernyataan Perry terasa jelas, karena ia menyebut rupiah akan tetap stabil saat dolar AS melemah hingga Rp17.600. Pernyataan ini dinilai tidak cukup jelas oleh anggota DPR, yang menganggap perlu adanya pengakuan terhadap masalah yang sedang menghantui mata uang lokal. Sumber mengungkapkan, rapat tersebut juga dihadiri Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi Rosan Roeslani, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa, serta Menteri ESDM Bahlil Lahadalia. Para menteri tersebut sepakat bahwa perlu ada strategi lebih konkret untuk menangani pelemahan rupiah, terutama dalam konteks krisis ekonomi global yang saat ini mengancam.

Pertemuan Tidak Fokus pada Pelemahan Rupiah, tapi Kondisi Ekonomi Umum

Pertemuan di Istana Negara, meski secara langsung membahas permasalahan pelemahan rupiah, tidak terlalu mendalam. Menurut sumber, Presiden Prabowo hanya menanyakan kondisi ekonomi secara umum, sementara Perry Warjiyo menjawab dengan singkat. “Tidak, tidak soal rupiah. Rupiah cuma ditanya gimana kondisi ekonomi?” ujar Purbaya Yudhi Sadewa menirukan ucapan Prabowo. Ia menegaskan bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam kondisi yang relatif baik, dengan fondasi keuangan yang kuat. Namun, Purbaya juga menyampaikan bahwa komunikasi dengan pasar dan investor harus lebih efektif agar masyarakat lebih percaya pada kebijakan moneter yang diambil.

Risiko IHSG dan Tantangan Pasar

Pelemaham rupiah berpotensi memengaruhi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terus mengalami tekanan. Dalam Meeting Results, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyebut bahwa meskipun kondisi ekonomi nasional dianggap stabil, harga saham masih rentan terhadap fluktuasi mata uang. “Sosialisasi ke pasar dan investor perlu lebih optimal,” tegas Purbaya, menambahkan bahwa kebijakan yang diterapkan harus lebih transparan agar investor tetap percaya pada stabilitas ekonomi Indonesia. Selain itu, ia menyoroti pentingnya pengawasan terhadap inflasi dan kebijakan fiskal agar pertumbuhan ekonomi tidak terganggu.

Langkah Pemerintah untuk Stabilkan Rupiah

Sebagai bagian dari Meeting Results, pemerintah menyiapkan beberapa langkah untuk menjaga nilai tukar rupiah. Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kinerja ekspor dan impor menjadi faktor kunci dalam penstabilan mata uang. “Kami sedang memperkuat kebijakan ekonomi untuk menghadapi tekanan dari luar,” katanya. Selain itu, pemerintah juga mengupayakan kerja sama dengan Bank Indonesia dalam mengatur likuiditas pasar dan menetapkan suku bunga yang strategis. Bahlil Lahadalia menambahkan bahwa investasi di sektor energi akan menjadi pilar penting dalam mendukung stabilitas ekonomi jangka panjang.

Kemungkinan Kebijakan Moneter yang Akan Diambil

Dalam Meeting Results, ada pembahasan mengenai kebijakan moneter yang akan diambil untuk mengatasi pelemahan rupiah. Perry Warjiyo mengatakan bahwa Bank Indonesia terus memantau kondisi pasar dan akan melakukan intervensi jika diperlukan. “Kami siap mengambil langkah tegas jika tekanan terhadap rupiah terus berlanjut,” ujarnya. Namun, ia juga menekankan bahwa kebijakan tersebut harus didukung oleh konsistensi dari pemerintah dalam mengelola anggaran dan memastikan stabilitas harga. Pertemuan ini menjadi titik awal untuk menyusun strategi pemerintah dalam menghadapi perubahan dinamika ekonomi yang semakin kompleks.

Leave a Comment