New Policy: Gavriel Novanto Dorong Peran Pers Kredibel di Era AI dan Disinformasi
New Policy – Di tengah kemajuan pesat teknologi digital, Anggota DPR RI Gavriel Putranto Novanto menekankan pentingnya New Policy dalam memperkuat peran media massa sebagai mitra strategis pemerintah. Ia menyoroti bagaimana kecerdasan buatan (AI) dan banjir informasi palsu telah mengubah dinamika komunikasi publik, mengharuskan pers Indonesia untuk lebih adaptif dan profesional. Gavriel menyatakan bahwa New Policy harus menjadi landasan untuk menjaga integritas informasi, terutama dalam menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.
Membangun Kredibilitas dalam Kompetisi Digital
Menurut Gavriel, media kredibel adalah tulang punggung masyarakat dalam membedakan informasi asli dari disinformasi. Ia menegaskan bahwa dengan adanya New Policy, pers perlu meningkatkan standar pemeriksaan fakta, mengurangi risiko manipulasi oleh AI, dan memastikan konten yang disebarkan tetap akurat. “New Policy ini bisa menjadi katalis untuk mengembangkan metode verifikasi yang lebih ketat,” kata anggota Komisi I DPR RI tersebut.
Konten berita yang cepat beredar di media sosial membuat masyarakat lebih rentan terhadap informasi yang tidak teruji. Gavriel mengingatkan bahwa keberhasilan New Policy bergantung pada komitmen media untuk tetap kritis, transparan, dan berimbang. Ia menekankan bahwa kecerdasan buatan, meski membantu dalam produksi berita, tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan etika jurnalistik atau kesalahan fakta.
Penghargaan sebagai Apresiasi untuk Kebijakan Komunikasi Publik
Pandangan Gavriel disampaikan saat menerima penghargaan “Pemred Award 2026” dalam kategori Tokoh Muda Terbaik di Bidang Komunikasi dan Informasi Publik. Acara ini digelar sebagai bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun ke-3 Forum Pimpinan Redaksi Multimedia Indonesia (FPRMI) di Yogyakarta. “New Policy ini harus diimplementasikan secara konsisten agar pers tidak hanya menjadi penghulu informasi, tetapi juga penjaga kebenaran,” imbuhnya.
Ketua Umum FPRMI, Bernadus Wilson Lumi, mengatakan bahwa penghargaan ini diberikan kepada 65 tokoh yang telah membuktikan kontribusi nyata dalam dunia media. “New Policy tidak hanya berlaku untuk jurnalis, tetapi juga untuk semua pelaku komunikasi publik yang berkomitmen pada transparansi dan kepercayaan masyarakat,” jelas Bernadus. Ia menambahkan bahwa kebijakan ini penting untuk mengantisipasi dampak negatif AI terhadap kualitas berita.
Kebutuhan Konten Informasi yang Membangun
Dalam suasana yang semakin serba cepat, Gavriel menekankan bahwa New Policy harus mencakup pendidikan literasi digital bagi publik. Ia menyoroti bahwa masyarakat perlu memiliki kemampuan menganalisis sumber informasi, termasuk kemampuan mendeteksi manipulasi berita oleh AI. “New Policy ini adalah jawaban atas tantangan yang kita hadapi sekarang, yaitu bagaimana memastikan informasi yang disebarkan benar dan bermanfaat bagi kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Sebagai contoh, ia berharap pemerintah bisa melibatkan media massa dalam program sosialisasi penggunaan algoritma AI. “New Policy harus diintegrasikan ke dalam kebijakan pemerintah, agar bisa dijadikan acuan bagi seluruh sektor komunikasi,” tambah Gavriel. Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara media, pemerintah, dan lembaga edukasi untuk memperkuat peran pers di tengah gempuran informasi yang membanjiri ruang publik.
Solusi untuk Generasi Muda dan Penyebaran Disinformasi
Menurut Gavriel, New Policy harus mencakup kebijakan yang mendukung generasi muda dalam mengakses informasi secara terarah. Ia menyarankan pembatasan penggunaan media sosial untuk anak-anak sebagai upaya melindungi mereka dari dampak negatif disinformasi. “New Policy ini juga tentang bagaimana menjaga keseimbangan antara kecepatan informasi dan kualitasnya,” pungkas Gavriel.
Dalam wawancara akhir, Gavriel menyampaikan bahwa keberhasilan New Policy akan terlihat dari kualitas kehidupan media dan kepercayaan masyarakat terhadap informasi. Ia menegaskan bahwa di era AI, media tidak hanya perlu menjadi penyedia informasi, tetapi juga penjaga nilai-nilai kebenaran dan kredibilitas. “New Policy ini adalah jalan untuk memperkuat peran pers sebagai mitra pemerintah dan pelaku sosial yang mampu memberikan panduan bagi masyarakat,” tegasnya.
