Hermawan Sulistyo Bercerita Tentang Tiga Kali Hampir Meninggal di Acara Ulang Tahun ke-69
Solution For – Jakarta, Sabtu (04/07/2026) – Dalam rangka perayaan hari jadi ke-69, Hermawan Sulistyo, seorang penasihat Kapolri, membagikan kisah menarik di acara yang digelar di Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan usia, tetapi juga menjadi kesempatan bagi Hermawan untuk menceritakan pengalaman hidupnya yang penuh makna, termasuk tiga kali pernah mengalami situasi kritis hampir kehilangan nyawa.
Pengalaman Nyawa yang Diutang
Dalam sambutannya, Hermawan mengungkapkan bahwa ia merasa seperti memiliki utang nyawa setelah mengalami tiga kali peristiwa hampir meninggal. “Saya utang nyawa karena sudah tiga kali hampir mati, jadi sekarang ini saya bercerita di acara ulang tahun ke-69 sebagai bentuk narsis,” katanya dengan nada santai. Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi motivasi besar untuk terus berkarya dan membagikan kisah-kisah inspiratif kepada masyarakat.
“Saat ketiga kali hampir mati, saya bertemu malaikat dan diterima masuk surga. Tapi malaikat berkata, ‘kamu kurang nakal, jadi harus lebih banyak bergaul dengan orang lain’,” ujar Hermawan. Cerita ini menjadi momen unik yang memperkaya suasana perayaan hari jadi, sekaligus mengundang tawa dan refleksi dari para peserta acara.
Hermawan juga menuturkan bahwa setiap pengalaman mendekati kematian memberinya pelajaran berharga tentang kehidupan. “Saya belajar bahwa hidup harus dijalani dengan penuh rasa syukur dan semangat,” lanjutnya. Ia menekankan bahwa cerita-cerita seperti ini tidak hanya memperkaya perayaan ulang tahun, tetapi juga menginspirasi orang lain untuk lebih menghargai kesempatan yang dimiliki.
Ambisi Menulis dan Target Buku
Selain bercerita tentang pengalaman hidupnya, Hermawan juga mengungkapkan aspirasi menulis. Ia menyampaikan bahwa keinginan untuk terus menghasilkan karya telah menjadi bagian dari identitasnya. “Saya ingin menulis 400 buku dalam seumur hidup, dan hari ini sudah mencapai 182 buku,” ujarnya dengan semangat. Dua karya terbarunya, berjudul ‘Kikiek’ dan ‘Memang Jancok’, menjadi pembuka diskusi yang menarik perhatian peserta acara.
Acara ini juga menjadi panggung bagi Hermawan untuk memperkenalkan beberapa karya yang pernah ia tulis. Di antaranya, karya-karya yang berisi kisah hidup, narasi sosial, dan pengalaman pribadi. “Buku-buku ini adalah bentuk ekspresi perasaan dan pengalaman saya selama ini,” katanya. Selain itu, ia juga menyampaikan dukungan terhadap pergantian Kapolri yang pernah ia bantu ketika bertemu dengan Presiden Prabowo.
“Saya selalu berharap karya-karya saya bisa memberi makna kepada pembaca, terutama dalam hal kesadaran akan pentingnya kehidupan dan pengorbanan,” ujar Hermawan. “Dengan bercerita, saya ingin menginspirasi orang lain untuk tidak menyerah dan terus berkarya meski menghadapi tantangan.”
Dalam kesempatan ini, Hermawan juga berharap acara seperti ini bisa menjadi sarana untuk memperkuat hubungan antara tokoh dan masyarakat. “Perayaan ulang tahun ke-69 bukan hanya tentang usia, tetapi juga tentang pengalaman-pengalaman yang bisa dibagi,” katanya. Ia menegaskan bahwa setiap cerita yang ia bagikan berharap mampu menyentuh hati dan memberi pelajaran bagi siapa pun yang mendengarkannya.
Perayaan yang Berbobot
Perayaan ulang tahun ke-69 Hermawan Sulistyo di Perpustakaan Nasional RI ternyata menjadi momen istimewa yang menggabungkan kisah hidup pribadi dengan kegiatan berkarya. Para peserta acara, yang terdiri dari tokoh-tokoh nasional, pekerja seni, dan masyarakat umum, merasa terkesan oleh cara Hermawan menyampaikan cerita. “Beliau tidak hanya berbicara tentang masa depan, tetapi juga membagikan pengalaman masa lalu yang penuh makna,” kata salah satu peserta acara.
Acara ini juga menyoroti peran Hermawan sebagai penasihat Kapolri. Dalam perjalanan karier dan kehidupannya, ia terus memperlihatkan semangat untuk berkarya dan memberi kontribusi kepada masyarakat. “Cerita-cerita seperti ini membantu memperkaya wawasan kita tentang kehidupan dan keberanian seseorang,” tambahnya. Dengan menggabungkan dua hal ini, acara HUT ke-69 dianggap sebagai langkah strategis untuk memperkenalkan sisi kreatif dan inspiratif dari tokoh yang biasanya dikenal sebagai figur pemerintahan.
“Kita sering melihat Hermawan sebagai sosok yang berpengaruh dalam dunia kepolisian, tetapi hari ini kita melihat sisi lain dari beliau sebagai seorang penulis dan penginspirator,” ujar seorang peserta acara. “Cerita yang ia bagikan sangat relevan untuk generasi muda yang ingin mengejar impian meski menghadapi tantangan.”
