Nasional

Solution For: Disaksikan Menteri Lain, Menteri PKP Ara Dilantik Jadi Ketua PIKI: Luhut-Hashim Dewan Kehormatan

Disaksikan Menteri Lain, Menteri PKP Ara Dilantik Jadi Ketua PIKI: Luhut-Hashim Dewan Kehormatan Solution For - Proses serah terima kepengurusan dan

Desk Nasional
Published Mei 31, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Disaksikan Menteri Lain, Menteri PKP Ara Dilantik Jadi Ketua PIKI: Luhut-Hashim Dewan Kehormatan

Solution For – Proses serah terima kepengurusan dan pelantikan Menteri Perumahan serta Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait atau Ara, sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Intelektual Kristen Indonesia (PIKI) periode 2026-2031, berlangsung di Gedung GPIB Paulus Jakarta, Menteng, Jakarta Pusat, pada malam Sabtu (30/05/2026). Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Kepala Staf Kepresidenan Muhammad Qodari, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Agama Nasaruddin Umar, dan Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi.

Latar Belakang PIKI

PIKI, sebuah organisasi kemasyarakatan yang berbasis pada nilai Kristiani, berdiri sejak 19 Desember 1963 di Jakarta. Organisasi ini mengumpulkan para intelektual Kristen di seluruh Indonesia, dengan tujuan memberikan kontribusi positif bagi kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Sebagai bagian dari sejarah perjuangan bangsa, PIKI berperan dalam memperkuat kemerdekaan yang diraih pada 17 Agustus 1945.

Dalam pidato usai pelantikan, Ara mengungkapkan bahwa PIKI bertujuan menjadi wadah bagi para intelektual Kristen untuk menyumbangkan ide-ide dan studi tentang berbagai isu nasional, mulai dari bidang ekonomi, pendidikan, kesehatan, pertanian hingga geopolitik internasional. Menurutnya, pemikiran dari akademisi, profesional, pengusaha, dokter, pengacara, serta tokoh gereja yang tergabung dalam PIKI akan menjadi masukan penting bagi pemerintah di berbagai tingkatan.

“Inteligensia adalah individu yang memiliki idealisme, prinsip yang benar, dan cara berpikir objektif serta rasional. Mereka juga jujur dalam menyumbangkan pikiran untuk menyelesaikan masalah-masalah bangsa dan isu sehari-hari,” ujar Ara kepada awak media.

Visi Ara untuk Pengembangan PIKI

Ara menegaskan bahwa organisasi ini akan berkembang secara luas, dengan target kepengurusan terbentuk di seluruh 38 provinsi dan minimal 300 kabupaten/kota pada awal 2028. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara PIKI dengan gereja, perguruan tinggi, organisasi mahasiswa Kristen, serta organisasi kepemudaan berbasis agama. Kolaborasi dengan Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI) juga menjadi prioritas untuk memperkuat peran umat Kristen dalam pembangunan nasional.

Dalam peran sebagai ketua, Ara berharap PIKI dapat menjadi ruang dialog yang efektif antara intelektual dan pemerintah. Organisasi ini diharapkan menjadi pelopor dalam menyelesaikan tantangan-tantangan yang menghadang bangsa, terutama di bidang kesejahteraan sosial, ekonomi, dan kebijakan publik. Ara menyebut bahwa PIKI akan terus mengembangkan kapasitasnya dalam menyediakan solusi yang berlandaskan nilai-nilai Kristen dan keilmuan.

Komposisi Dewan Kehormatan PIKI

Dalam komposisi dewan kehormatan PIKI periode 2026-2031, beberapa nama tokoh muncul yang dikenal di berbagai sektor. Nama-nama seperti Luhut Binsar, Hashim Djojohadikusumo, Bungaran Saragih, dan Olly Dondokambey disebut sebagai anggota penting. Sejumlah tokoh lain, termasuk Wamendagri Ribka Haluk, Wamen Kesehatan Benny Octavianus, serta Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi Todotua Pasaribu, menjadi bagian dari dewan kehormatan.

Ara menjelaskan bahwa dewan kehormatan PIKI terdiri dari berbagai latar belakang, seperti pejabat pemerintah, tokoh swasta, serta pemuka agama. “Ada tiga wamen yang berasal dari kabupaten, termasuk Wamendagri, Wamen Kesehatan, dan Wakil Menteri Investasi. Selain itu, ada beberapa rekan di kalangan swasta, seperti direktur Freeport, serta tokoh dari perusahaan-perusahaan,” tambahnya.

Komposisi dewan kehormatan juga melibatkan tokoh gereja dan akademisi. Sejumlah pendeta, guru besar, serta profesional dari berbagai bidang menghadiri acara tersebut. Sementara itu, banyak anggota dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang turut berperan dalam menyokong visi PIKI. “Beberapa rekan bekerja sebagai banker di bank BUMN atau bank swasta, serta konsultan yang memiliki pengalaman luas di sektor publik,” pungkas Ara.

Ara menyatakan bahwa kehadiran berbagai sektor di dewan kehormatan membantu memperkaya wawasan organisasi dalam menghadapi isu-isu kompleks. Keberagaman ini diharapkan menjadi kekuatan untuk mempercepat progres pembangunan nasional, terutama dalam mengatasi masalah seperti pengembangan 1.000 rusun (rumah susun) di Tanah Abang, yang menjadi salah satu isu kontroversial saat ini.

Langkah-Langkah Penguatan PIKI

Dalam upaya memperkuat peran PIKI, Ara menekankan pentingnya penyatuan peran intelektual dan partisipasi masyarakat. Organisasi ini dianggap sebagai bentuk kekuatan spiritual dan intelektual yang dapat memberikan kontribusi strategis dalam kebijakan publik. “Kita perlu melibatkan umat Kristen secara aktif dalam pengambilan keputusan, bukan hanya sebagai penonton,” ujarnya.

Ara juga menyebut bahwa PIKI akan fokus pada peningkatan kualitas kajian dan studi terhadap berbagai masalah bangsa. Tujuannya adalah mendorong pengambilan keputusan yang lebih rasional dan berlandaskan nilai-nilai moral. “Kita ingin PIKI menjadi referensi yang dapat diandalkan, terutama dalam merumuskan kebijakan yang berdampak luas bagi masyarakat,” tutur Ara.

Menurut Ara, peningkatan keterlibatan intelektual Kristen juga penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Dengan adanya PIKI, kita dapat mengakomodasi berbagai suara, termasuk dari kalangan gereja dan akademisi, sehingga kebijakan lebih berimbang dan mencerminkan keadilan,” imbuhnya.

Acara pelantikan ini menjadi simbol komitmen pemerintah untuk terus mendorong partisipasi aktif umat Kristen dalam pembangunan. Dengan keberadaan para tokoh di dewan kehormatan, PIKI diharapkan dapat menjadi jembatan antara kebijakan pemerintah dan pemikiran masyarakat yang berbasis Kristiani. Ara menyatakan bahwa langkah ini adalah bagian dari upaya memperkuat peran organisasi dalam memberikan masukan yang bermakna bagi kehidupan nasional.

Leave a Comment