Tim Balap Honda Andalkan Brio RS untuk Musim 2026
Special Plan – Jakarta, TRIBUNNEWS.COM – PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja memperkenalkan roster pembalap dan desain livery baru yang akan digunakan oleh tim Honda Racing Indonesia (HRI) pada musim balap tahun 2026. Pengumuman ini dilakukan dalam sebuah konferensi pers di Vault Automotive Museum, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026). Dalam acara tersebut, HPM mengungkap bahwa mereka memprioritaskan penggunaan Honda Brio sebagai kendaraan utama dalam kompetisi musim ini.
Konsep Pemilihan Brio RS
Pemilihan Brio RS sebagai model utama didasarkan pada faktor aksesibilitas dan daya saing di lintasan. Menurut Yulian Karfili, kepala divisi strategi komunikasi HPM, mobil ini menjadi pilihan yang tepat untuk membuktikan bahwa anak muda Indonesia bisa merasakan pengalaman balap tanpa perlu mengorbankan budget yang besar. “Mobil Brio RS cukup mudah dijangkau oleh masyarakat, sekaligus menawarkan performa yang dapat bersaing di arena balap,” jelasnya.
“Kami ingin memberi inspirasi buat anak muda bahwa mereka bisa turun balap dengan mobil yang tersedia di pasaran dan terbukti sangat kompetitif,” kata Yulian Karfili, Communication Strategy Sub-Division Head PT Honda Prospect Motor.
Keterlibatan HPM dalam dunia motorsport dianggap sebagai cara untuk memperkuat citra mobil Honda di pasar Indonesia. Arfi, wakil direktur HRI, menjelaskan bahwa motorsport dan penjualan mobil memiliki hubungan yang tidak langsung, tetapi balap tetap menjadi platform untuk membuktikan kualitas produk. “Balap itu ajang pembuktian, bukan hanya strategi pemasaran,” tambahnya.
Pembuktian Karakter Sporty
Dalam rangka memperkenalkan sisi sporty dari lini varian RS, tim HRI memilih Brio sebagai mobil yang akan diuji coba. Menurut Arfi, setiap mobil yang dipasarkan oleh Honda dirancang dengan karakteristik tertentu, termasuk sporty. “Karakter sporty yang kami tawarkan bukan hanya klaim, tapi diuji langsung di lintasan balap dan terbukti berhasil,” ujarnya.
“Memang tidak ada hubungan langsung antara ikut balap dengan penjualan besoknya. Tapi bagi kami, balap itu adalah ajang pembuktian,” tutur Arfi dalam Press Conference Honda Racing Indonesia di Vault Automotive Museum, Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (29/5/2026).
Arfi menekankan bahwa HPM terus menggunakan mobil yang diproduksi dan dijual ke konsumen sehari-hari sebagai bahan uji coba di ajang balap. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa klaim sporty yang disampaikan Honda benar-benar terbukti melalui performa di lintasan. “Ketika kami menyebut mobil Honda sporty, itu bukan sekadar kata-kata, tetapi bukti nyata melalui kemenangan di kompetisi balap,” imbuhnya.
Karakter Konsumen dan Penjualan Model RS
Dalam memahami preferensi konsumen, Arfi menunjukkan bahwa setiap model memiliki basis penggemar yang berbeda. Meski Brio Satya masih menjadi penjual terbesar, Brio RS tetap menarik minat masyarakat karena penampilan dan karakter berkendara yang lebih dinamis. “Konsumen Indonesia tidak hanya melihat fitur dan harga, tetapi juga sensasi berkendara yang menyenangkan,” jelasnya.
“Di line-up Honda, RS adalah varian yang lebih sporty dan top of the line. Untuk Brio, tipe Satya memang penjualannya lebih besar secara volume, tapi tipe RS masih sangat diminati,” terang Arfi.
Brio RS juga menunjukkan keunggulan dalam segi ketersediaan. Meski tidak menyaingi penjualan Satya, mobil ini memiliki daya tarik khusus bagi pecinta mobil sporty. Arfi menjelaskan bahwa konsumen yang tertarik pada tampilan agresif dan kemudi yang responsif sering kali memilih varian RS meski dengan harga yang sedikit lebih tinggi.
Permintaan untuk Model Lain
Bukan hanya Brio, HPM juga menyoroti tingginya minat pada varian RS di model lain seperti Honda HR-V. Menurut Arfi, HR-V RS justru menjadi pilihan utama di kalangan konsumen yang menginginkan mobil yang lebih bertenaga. “Setiap model punya karakteristik konsumen yang berbeda-beda,” tambahnya.
“Untuk model lain seperti HR-V, varian RS-nya justru peminatnya sangat besar. Jadi setiap model punya karakteristik konsumen yang berbeda-beda,” ucap Arfi.
Arfi juga menyoroti peran motorsport dalam membangun kesadaran masyarakat tentang kualitas mobil Honda. Dengan mengikutsertakan mobil-mobil yang dipakai sehari-hari ke ajang balap, HPM ingin menunjukkan bahwa sporty bukan sekadar identitas merek, tetapi juga sesuatu yang dapat dirasakan oleh pengguna. “Balap adalah cara untuk memperkuat klaim sporty yang kami sampaikan,” paparnya.
Tantangan Berikutnya: Biker Lumajang Om Daengg Motoran 11.000 Km dari Mekkah ke Eropa
Dalam konteks promosi, HPM juga mengangkat contoh kisah seorang biker asal Lumajang yang telah melakukan perjalanan motor sejauh 11.000 km dari Mekkah ke Eropa. Perjalanan ini menjadi bukti bagaimana passion untuk mobil sporty bisa menginspirasi konsumen di berbagai lapisan. “Ini menunjukkan bahwa rasa ingin berkendara yang menyenangkan bisa dijalani oleh siapa saja, meski jaraknya jauh,” katanya.
Arfi menegaskan bahwa moto sporty dan mobil sporty memiliki hubungan yang saling memperkuat. Dengan menggunakan Brio RS di kompetisi balap, HPM tidak hanya menunjukkan kemampuan mobil, tetapi juga membuktikan bahwa mobil ini cocok untuk penggunaan sehari-hari. “Dunia balap dan konsumen mobil saling berkaitan, karena sama-sama mengejar kesenangan berkendara,” jelasnya.
Kehadiran Brio RS di musim 2026 dianggap sebagai langkah strategis untuk memperluas pangsa pasar segmen yang menginginkan mobil sporty tanpa perlu mengorbankan kemudahan akses. Arfi optimis bahwa kehadiran mobil ini akan semakin meningkatkan popularitas varian RS di Indonesia. “Kami berharap Brio RS bisa menjadi inspirasi bagi calon konsumen untuk memilih mobil yang memiliki kesan sporty dan performa maksimal,” tutupnya.
