Regional

Dipecat Jadi Sopir Sawit – Pemuda di Rohul Riau Curi Uang Orangtua Angkat, Kini Dipenjara

Pemuda di Rohul Riau Curi Uang Orangtua Angkat, Dipecat Jadi Sopir Sawit Kini Dipenjara Kasus Pencurian di Desa Rambah Dipecat Jadi Sopir Sawit - Seorang

Desk Regional
Published Mei 30, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

Pemuda di Rohul Riau Curi Uang Orangtua Angkat, Dipecat Jadi Sopir Sawit Kini Dipenjara

Kasus Pencurian di Desa Rambah

Dipecat Jadi Sopir Sawit – Seorang pemuda berusia 22 tahun, A, ditangkap karena melakukan pencurian uang dari orangtua angkatnya, SS (47), seorang pengusaha sawit. A mengambil dana sebesar 80 juta rupiah dari dalam kamar rumah korban dan memakainya untuk keperluan pribadi. Menurut keterangan A, ia terdorong oleh rasa sakit hati setelah ibunya dipecat dari pekerjaan sebagai sopir pengangkut buah sawit. Peristiwa ini terjadi di Dusun Surau Tinggi Barat, RT 006 RW 002, Desa Rambah, Kecamatan Rambah Hilir, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Provinsi Riau.

“Kasusnya jalan. Ngak mau damai (ibunya),” ujar Kapolsek Rambah Hilir, Iptu Okto Wahyudi, kepada Tribunpekanbaru.com, Jumat (29/5/2026).

Pihak kepolisian menyatakan akan segera mengirim berkas perkara ke kejaksaan. A telah menjadi anak angkat SS selama 18 tahun dan tinggal di sebelah rumah korban. Sehari-hari, ia bekerja sebagai sopir yang mengangkut buah sawit. Kejadian pencurian terungkap ketika korban datang ke rumahnya pada Kamis pagi (21/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB dan menemukan tas yang berada di depan kamar dalam kondisi tertutup.

Korban mengingat bahwa tas tersebut sebelumnya diletakkan di atas kasur dalam kamar. Setelah memeriksa uang di dalamnya berkali-kali, ia menemukan kerugian sebesar 80 juta rupiah. Kecurigaan semakin memuncak saat korban melihat jejak seseorang melewati semak-semak di sekitar jendela kamar. Informasi tentang pelaku bocor ke lingkungan sekitar, dan masyarakat mulai mengungkap detail lebih lanjut tentang peristiwa ini.

Proses Penyelidikan dan Keterangan dari Polisi

Dalam penyelidikannya, polisi mengungkap bahwa A terinspirasi oleh situasi keuangan yang memburuk akibat kepecatan ibunya. Dengan kondisi ekonomi yang tidak stabil, A mengambil langkah ekstrem untuk mengatasi kebutuhan finansial sehari-hari. Selain itu, polisi juga menemukan bukti-bukti bahwa A sering menghabiskan uang korban tanpa izin. Sejumlah saksi mengatakan A kerap meminta pinjaman dana dari SS, dan hal itu memicu kecurigaan terhadap kemampuan pelaku mengelola keuangan.

Kasus ini memicu perdebatan di masyarakat tentang ketahanan ekonomi para pekerja di sektor perkebunan sawit. Banyak warga Desa Rambah mengatakan bahwa pekerjaan di bidang ini sering kali tidak memberikan penghasilan yang memadai, sehingga membuat banyak orang terjebak dalam siklus utang dan kebutuhan pribadi. Kepolisian juga menyebut bahwa A memiliki riwayat keterlibatan dalam beberapa pencurian kecil sebelumnya, meski tidak ada keterlibatan langsung dengan SS.

Kebutuhan Ekonomi dan Motif Pencurian

Korban, SS, mengungkapkan bahwa A meminta pinjaman dana selama beberapa bulan terakhir karena menghadapi tekanan biaya untuk menunjang kehidupan sehari-hari. Selain itu, kejadian ini juga terkait dengan ketidakpuasan A terhadap pekerjaan ibunya, yang dipecat dari posisi sopir

Leave a Comment