Kebakaran di Pusat Perbelanjaan Megamall Manado: Satu Korban Meninggal
Pusat Perbelanjaan di Manado Kebakaran – Manado, Sulawesi Utara, menjadi sorotan setelah terjadi kebakaran di salah satu pusat perbelanjaan terbesarnya, Megamall, pada hari Sabtu (16/5/2026). Insiden ini menewaskan satu korban, Pricilia Tamawiwy, seorang karyawan yang terjebak di lantai atas gedung. Dalam peristiwa tersebut, total lima orang terperangkap, tetapi hanya satu dari mereka tidak berpulang. Empat korban lainnya berhasil dievakuasi tanpa mengalami cedera serius.
Kronologi Kebakaran dan Identitas Korban
Kebakaran di Megamall Manado awalnya memicu kekhawatiran saat api meletus di lantai tiga. Kapolresta Manado, Kombes Pol Irham Halid, mengungkapkan bahwa lokasi kebakaran menjadi titik perhatian utama. Dalam pernyataannya, ia menyebutkan bahwa dari lima korban yang terjebak, satu di antaranya adalah perempuan bernama Pricilia Tamawiwy. Sementara empat korban lainnya, yang semuanya laki-laki, selamat dan sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara Manado.
Megamall, yang menjadi pusat perbelanjaan populer di Manado, kini harus berhenti sementara operasionalnya. Penyebab kebakaran masih dalam investigasi, tetapi para ahli menyebutkan bahwa kondisi gedung yang sudah tua berkontribusi pada kecepatan penyebaran api. “Kami menyesal atas kejadian ini dan berdukacita atas korban meninggal,” tambah Irham dalam wawancara dengan TRIBUNNEWS.COM.
“Kebakaran terjadi di lantai atas pada pukul 10.30 pagi, saat sebagian besar area masih dalam keadaan normal. Api mulai menyebar cepat dan mengancam jalur evakuasi, sehingga empat korban lainnya harus berlari menuju pintu keluar yang masih terbuka,” jelas sumber dari tim pemadam kebakaran setempat.
Pemicu kebakaran yang akhirnya mengorbankan satu korban belum diketahui secara pasti. Namun, pihak kepolisian memastikan bahwa seluruh proses evakuasi telah berjalan lancar, berkat kerja sama petugas pemadam dan warga sekitar. “Kami menyebarkan informasi tentang titik kebakaran dan mengarahkan pengunjung ke area yang aman,” kata salah satu petugas pemadam. Selain itu, penyelidikan terhadap bangunan dan sistem keamanannya sedang dilakukan untuk mencegah insiden serupa terjadi kembali.
Kebakaran di pusat perbelanjaan Manado ini menimbulkan dampak signifikan bagi komunitas sekitar. Megamall yang dikenal sebagai tempat rekreasi dan belanja warga kota, kini terlihat dalam kondisi rusak parah. Peralatan pemadam dan upaya penyelamatan membutuhkan waktu sekitar tiga jam sebelum api dapat dikendalikan. Para pelanggan yang terdampak mengungkapkan bahwa kejadian ini mengingatkan mereka akan pentingnya sistem pengamanan darurat di bangunan publik.
Bagi keluarga Pricilia Tamawiwy, kejadian ini menjadi trauma yang tak terlupakan. “Kami menunggu hasil penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, tapi kami merasa bersyukur bahwa korban lainnya bisa selamat,” ungkap kerabat dekat korban. Dalam penelusuran lebih lanjut, pihak kepolisian menyebutkan bahwa proses investigasi akan memakan waktu beberapa hari hingga seluruh data dan saksi dihimpun. “Kami juga akan memastikan bahwa semua pihak terlibat dalam kejadian ini diberi sanksi sesuai aturan,” tambah Irham.
Pelajaran dari Kebakaran Megamall Manado
Kebakaran di pusat perbelanjaan ini memberikan pelajaran berharga tentang keselamatan dan keamanan di lingkungan kerja. Megamall, sebagai salah satu pusat perbelanjaan besar di Sulawesi Utara, menjadi perhatian publik karena banyaknya pengunjung dan penggunaan fasilitas yang terbuka. “Kami mengevaluasi sistem evakuasi dan kebersihan area lantai atas sebagai langkah peningkatan,” kata juru bicara perusahaan pengelola Megamall.
Dalam upaya mencegah kejadian serupa, pihak berwenang mengatakan akan memberikan pelatihan kebakaran bagi karyawan secara rutin. “Setiap bulan kami melakukan simulasi untuk memastikan semua staf tahu cara merespons keadaan darurat,” jelas manajer Megamall. Selain itu, pemerintah setempat juga meninjau kembali peraturan bangunan dan standar keselamatan yang diterapkan di area perdagangan. “Ini adalah langkah preventif untuk menjaga keamanan publik,” kata wakil wali kota Manado.
