What Happened During: Pocong Iseng di Kediri Berhasil Memicu Ketakutan Warga
What Happened During – Seorang remaja bernama ASD, berusia 25 tahun, yang tinggal di Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menjadi perbincangan luas setelah dihukum oleh ibunya karena memakai kostum pocong secara tidak sopan. Peristiwa ini menyebar cepat di media sosial, terutama setelah video ASD terlihat di hadapan ibunya saat berada dalam keadaan diam diunggah oleh warga. What Happened During ini menggambarkan bagaimana penggunaan simbol tradisional dapat memicu kekacauan di tengah rutinitas masyarakat.
Kisah Remaja Kediri dan Tindakan Iseng
Peristiwa memalukan ini terjadi pada Selasa, 26 Mei 2026, pukul 23.00 WIB. ASD dan temannya berencana mempermainkan warga saat acara takbiran Idul Adha berlangsung. Untuk menimbulkan rasa takut, ASD memakai pakaian putih yang menyerupai siluet pocong. Ia lalu berkeliling kawasan dengan sepeda motor, memperlihatkan bentuk hantu tersebut di sepanjang jalan, sehingga menimbulkan reaksi cemas dari masyarakat.
Persiapan dan Reaksi Masyarakat
Saat kejadian, ASD dan temannya berniat membuat kekacauan dengan memperlihatkan kostum pocong. Tindakan ini dianggap mengganggu ketenangan warga yang sedang merayakan Idul Adha. Ketika masyarakat kaget melihat siluet pocong di tengah malam, mereka langsung menangkap kedua remaja dan membawa mereka ke musala. What Happened During kejadian ini menunjukkan bagaimana rasa takut bisa memicu reaksi spontan.
Kapolsek Kandat, Iptu Abdul Azis, menjelaskan bahwa tindakan ASD dianggap sebagai bentuk pembinaan. “Sifatnya cuma pembinaan agar tidak mengulangi perbuatan, apalagi pelakunya masih anak-anak,” katanya, Jumat, 29 Mei 2026, seperti dilansir dari Kompas.com. Menurut Azis, kepanikan warga saat itu lebih berdampak pada kejadian di luar niat mereka.
Respon dari Pemerintah dan Media Sosial
Peristiwa serupa juga terjadi di beberapa daerah lain, termasuk Kabupaten Bandung Barat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengkritik fenomena ini karena dianggap mengganggu ketertiban. “Pocong memang mengganggu kenyamanan warga,” ujarnya dalam unggahannya di TikTok. What Happened During di KBB menunjukkan bahwa isu serupa juga muncul di wilayah lain, meski dengan konteks yang berbeda.
Di sisi lain, kepolisian melakukan investigasi lebih lanjut terkait aksi ASD dan temannya. Mereka mengunjungi rumah ASD untuk memastikan tidak ada kepanikan berlanjut. “Karena masyarakat merasa takut dan khawatir akibat isu yang beredar di media sosial,” jelas Azis, Kamis, 28 Mei 2026, dilansir Surya.co.id. What Happened During ini menunjukkan peran penting media sosial dalam memperbesar dampak kejadian kecil.
Penggunaan Pocong dalam Tradisi dan Isu Moderenisasi
Kostum pocong, yang biasanya dipakai saat upacara adat atau ritual, diubah menjadi alat untuk mempermainkan warga. ASD memakai siluet hantu tersebut dengan cara yang tidak sesuai konteks, sehingga menimbulkan konflik antara tradisi lokal dan perubahan perilaku generasi muda. What Happened During ini menggambarkan bagaimana simbol budaya bisa dipakai secara tidak tepat.
Banyak warga menganggap ASD bersalah karena mempermainkan tradisi yang kental dengan aura mistis. Namun, ada pihak yang menilai ini adalah bentuk kreativitas. “Mungkin mereka ingin menambah keseruan dalam merayakan Idul Adha,” kata seorang warga, Rani, 32 tahun, yang tinggal di dekat lokasi kejadian. What Happened During di Kediri menunjukkan perdebatan masyarakat tentang nilai tradisi dan kebebasan berekspresi.
“Ini meresahkan warga, mengganggu kenyamanan, ketertiban lalu lintas,” ucap Dedi Mulyadi dalam unggahannya. What Happened During di Bandung Barat memperlihatkan bagaimana perbedaan budaya dan waktu acara dapat memicu reaksi berbeda dari warga.
