Seleb

Historic Moment: Arya Saloka Jadi Arya Saloka Ruqyah Akibat Duka Pascatragedi Mencekam yang Dialaminya

ror Religi "Munafik: Melawan Iblis" Historic Moment - Film horor religi terbaru Arya Saloka, yang berjudul "Munafik: Melawan Iblis", menjadi bukti tentang

Desk Seleb
Published Juni 19, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Arya Saloka dan Historic Moment dalam Film Horor Religi “Munafik: Melawan Iblis”

Historic Moment – Film horor religi terbaru Arya Saloka, yang berjudul “Munafik: Melawan Iblis”, menjadi bukti tentang Historic Moment dalam kariernya sebagai aktor. Dalam film ini, Arya memerankan peran utama sebagai ustaz ruqyah, seorang tokoh yang menghadapi tantangan spiritual dan emosional setelah sebuah tragedi mencekam mengguncang kehidupannya. Poster pertama teaser film yang dirilis sebelumnya memberi gambaran misterius tentang suasana gelap dan mistis yang akan menjadi bagian dari kisah ini. Film ini disutradarai oleh Guntur Soeharjanto, dan dirilis serentak di seluruh bioskop Indonesia pada 3 September 2026, menegaskan peran Arya Saloka sebagai salah satu ikon perfilman Indonesia yang terus berkembang.

Peran Arya Saloka yang Mendalam

Arya Saloka memerankan karakter Adam, seorang ustaz ruqyah yang tinggal di desa pesisir yang penuh dengan tradisi mistis dan pengaruh supernatural. Tragedi besar yang dialaminya tidak hanya menggoyahkan keyakinan, tetapi juga memunculkan konflik batin yang kompleks. Dalam Historic Moment ini, Arya mengeksplorasi peran yang lebih dari sekadar tampil, melainkan menyampaikan perasaan trauma, kecemasan, dan keraguan iman yang mendalam. “Film ini menggambarkan perjuangan Adam menghadapi ketakutan terbesar, termasuk masa lalu dan keyakinan yang diuji,” jelas Arya saat wawancara di Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/6/2026).

“Adam adalah seorang ustaz ruqyah yang hidup di desa pesisir penuh ritual mistis dan gangguan gaib. Hidupnya berubah setelah sebuah tragedi besar mengguncang kehidupannya,” ujar Arya Saloka. “Peristiwa itu membuatnya tenggelam dalam duka, trauma, dan keraguan iman,” tambahnya. Kekuatan cerita ini terletak pada emosi yang mengalir secara alami, memperkuat koneksi antara penonton dan karakter yang diperankan Arya.

Tragedi yang Membentuk Narasi Film

Tragedi mencekam dalam film ini diangkat sebagai inti dari cerita, memberi lapisan kedalaman pada konflik spiritual yang muncul. Arya Saloka menyatakan bahwa proses persiapan perannya memakan waktu cukup lama karena memerlukan pemahaman mendalam tentang perasaan duka dan kecemasan yang dialami karakter Adam. “Setiap adegan dimainkan dengan perasaan yang konsisten, agar penonton bisa merasakan dampak dari trauma yang menghantui Adam,” ungkapnya. Dalam Historic Moment ini, film ini menjadi refleksi kehidupan nyata Arya Saloka yang juga pernah mengalami masa sulit, sehingga memberi kesan autentik pada narasi.

Terlepas dari peran utama, film ini juga menampilkan beberapa tokoh penting yang diperankan oleh aktor-aktor berbakat seperti Acha Septriasa, Dimas Aditya, Donny Damara, Nova Eliza, Faqih Alaydrus, Widi Dwinanda, Annisa Hertami, Izabel Jahja, dan Oce Permatasari. Kolaborasi antar aktor serta pengaturan cerita yang menarik memberi dampak besar pada keseluruhan kualitas film. Dengan latar desa pesisir yang dramatis, film ini menggabungkan nuansa horor dan religi untuk menciptakan pengalaman menegangkan yang berkesan.

Pengembangan Cerita dan Pesan Kehidupan

Cerita “Munafik: Melawan Iblis” dibangun sejak awal dengan fokus pada perjalanan spiritual dan emosional Adam. Tragedi yang mengguncangnya menjadi pemicu untuk menghadapi kekuatan iblis, sekaligus menguji iman dan keteguhan hati. Pesan utama film ini adalah tentang pentingnya menghadapi masa lalu dengan keberanian, serta menjaga keseimbangan antara dunia nyata dan kekuatan tak kasat mata. “Historic Moment ini ingin menegaskan bahwa setiap orang memiliki cerita pribadi yang bisa menjadi inspirasi bagi yang lain,” tutur Arya Saloka.

Produksi film ini mengambil waktu beberapa bulan untuk menyempurnakan detail dan nuansa yang diinginkan. Guntur Soeharjanto, sutradara berpengalaman, memastikan setiap adegan mampu menyampaikan makna mendalam dan misteri yang memikat. Dengan latar belakang desa pesisir yang diperkaya oleh tradisi lokal, film ini menawarkan perspektif unik dalam genre horor religi, yang sebelumnya belum banyak diangkat dalam bentuk yang lebih kompleks. Arya Saloka menegaskan bahwa ini adalah Historic Moment penting dalam kariernya, karena memerankan peran yang lebih personal dan emosional.

Kontribusi Arya Saloka dan Penonton

Dalam proses produksi, Arya Saloka juga menggali latar belakang pribadinya untuk menciptakan koneksi antara karakter Adam dan kehidupannya nyata. “Saya ingin mengekspresikan duka yang saya alami dalam kehidupan sehari-hari, sehingga penonton bisa merasakan perasaan yang sama,” jelasnya. Pemilihan judul “Munafik” menggambarkan konflik antara iman dan kebimbangan, yang menjadi inti dari Historic Moment ini. Film ini juga diharapkan menjadi medium untuk menyampaikan pesan tentang kesadaran diri dan kekuatan dalam menghadapi tantangan.

Dengan penekanan pada emosi dan nuansa horor yang lebih dalam, “Munafik: Melawan Iblis” menjadi film yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga menyentuh secara emosional. Arya Saloka menegaskan bahwa ini adalah bagian dari journeynya sebagai aktor, yang terus berkembang dengan setiap karya. Tidak hanya mengejar kesan misterius, film ini juga berusaha menyampaikan makna kehidupan yang lebih luas, melalui konflik antara manusia dan kekuatan gaib.

Penutup: Simpulan Historic Moment

Historic Moment ini menunjukkan bagaimana Arya Saloka berhasil mengubah tantangan pribadinya menjadi bagian dari narasi yang menarik dan memikat. Dengan peran sebagai ustaz ruqyah yang menghadapi trauma dan kecemasan, film ini menjadi bukti kemampuan aktor berbakat ini untuk menyampaikan kisah yang lebih dari sekadar hiburan. Penonton diharapkan merasakan perjuangan batin Adam, serta mengambil pesan bahwa setiap duka bisa menjadi sarana untuk pertumbuhan spiritual.

Leave a Comment