Sule Ungkap Akses Bertemu Anak Tak Dibatasi – Singgung Kesepakatan Awal dengan Nathalie Holscher
Kedekatan yang Terjaga Meski Usai Cerai
Sule Ungkap Akses Bertemu Anak Tak Dibatasi – Sule, komedian populer yang dikenal lewat acara variety shownya, baru-baru ini membuka pembicaraan mengenai akses bertemu anak yang diperolehnya setelah memutus hubungan perkawinan dengan Nathalie Holscher. Pernikahan mereka berakhir pada 2022 melalui proses perceraian, dengan Pengadilan Agama Cikarang memutuskan bahwa Nathalie mendapatkan hak asuh anak. Namun, kebebasan Sule untuk bertemu putra mereka tetap terbuka, menunjukkan komitmen kedua belah pihak dalam menjaga hubungan antara anak dan ayahnya.
Kesepakatan Awal yang Berubah
Sule menjelaskan bahwa awalnya ada kesepakatan bersama Nathalie tentang jadwal pertemuan dengan anak. Namun, seiring waktu, aturan tersebut mulai berubah dan tidak lagi dipatuhi secara ketat. Meski tidak mengenal pacar Nathalie, Sule merasa tenang jika anak lebih dekat dengan orang lain. “Kita sepakat, tapi jadwalnya bisa berubah sesuai kebutuhan,” katanya, seperti dikutip dari YouTube Trans7 Official, Kamis (18/6/2026).
“Dulu ada kesepakatan itu. Cuman kita mengalir dengan sendirinya. Kalau kita ngajuin kesepakatan nantinya akan berantem juga,” imbuh Sule.
Sule menekankan bahwa keharmonisan dalam hubungan dengan anak tidak bergantung pada aturan formal, melainkan pada kehangatan dan komunikasi antar orang tua. “Kita justru jadi lebih fleksibel, tapi tetap menjaga kehangatan,” ujarnya. Kedekatan ini terlihat dari cara mereka mengurus anak secara bersama, tanpa ada konflik yang signifikan.
Kehidupan Anak Pasca Perceraian
Pasca perceraian, kehidupan anak Sule dan Nathalie tetap harmonis. Kedua orang tua berupaya memastikan anak merasa nyaman dan tidak terpisah dari kedua belah pihak. Menurut Sule, kebebasan untuk bertemu anak menjadi faktor penting dalam menjaga kebahagiaan sang putra. “Anak harus bisa bertemu dengan ayahnya, dan itu jadi prioritas kita,” katanya.
Komunikasi antara Sule dan Nathalie dianggap sebagai kunci keberhasilan akses pertemuan yang fleksibel. Keduanya sering berdiskusi mengenai kebutuhan anak, seperti lingkungan belajar, aktivitas sosial, dan keperluan emosional. Meski tidak ada aturan jadwal yang ketat, mereka sepakat untuk memastikan anak merasa didukung oleh kedua orang tua.
Masa Depan Hubungan Orang Tua
Sule juga mengungkapkan bahwa kesepakatan awal tentang pertemuan anak tidak selamanya permanen. Ia menekankan bahwa keharmonisan dalam hubungan orang tua bisa berubah seiring waktu, terutama jika terdapat kebutuhan baru. “Kita justru bisa mengadaptasi sesuai situasi, tanpa mengganggu tumbuh kembang anak,” tambahnya.
Nathalie, di sisi lain, mengakui bahwa ia sadar pentingnya menjaga hubungan dengan ayah anaknya. “Kita sepakat bahwa anak harus tetap dekat dengan Sule, dan itu jadi prioritas,” ujarnya. Kedua pihak sepakat bahwa kehadiran ayah yang aktif adalah keuntungan besar bagi anak.
Kesimpulan tentang Keseimbangan Kepedulian
Keseimbangan antara hak asuh dan akses pertemuan terus diperhatikan oleh Sule dan Nathalie. Meskipun Nathalie mengambil peran utama dalam mengasuh anak, Sule tetap aktif dalam kehidupan putra mereka. “Akses bertemu anak tak dibatasi, dan itu jadi kebijakan kita bersama,” katanya. Kedua orang tua berharap kebijakan ini bisa menjadi contoh baik bagi pasangan lain yang sedang melalui proses perceraian.
Dalam wawancara terbarunya, Sule juga menyampaikan bahwa kehadiran ayah sangat berpengaruh pada kestabilan psikologis anak. “Anak butuh dua orang tua, dan kita tetap menjaga kehadiran masing-masing,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa fleksibilitas akses bertemu anak tidak hanya memudahkan, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga.
