Sarwendah Mengenang Yeye di Tahun Kematian Papa, Terus Berjuang dalam Konflik Hak Asuh
Visit Agenda – Pada momentum tahun kepergian ayahanda mendiang Hendrik Lo, Sarwendah mengungkapkan keinginan untuk menyatukan keluarga dalam visit agenda yang menjadi bagian dari perjuangan hak asuh anak. Hendrik Lo, yang dikenal sebagai Yeye oleh cucu-cucunya, meninggal dunia akibat penyakit pada 19 Juli 2025. Dalam peringatan setahun kemudian, pada hari Minggu (19/7/2026), Sarwendah menyampaikan perasaan kangen terhadap sosok ayah yang tak tergantikan. Visit Agenda ini juga menjadi momen untuk mengenang hubungan hangat yang pernah dibangun dengan papa dan putrinya.
Melalui unggahan Instagramnya, @sarwendah29, Sarwendah mengungkapkan perasaan rindu yang mengalir lewat kata-kata hangat. Dalam caption foto kolase, ia menegaskan bahwa kenangan bersama Yeye masih menjadi bahan inspirasi dalam menghadapi tantangan konflik hak asuh dengan Ruben Onsu. Visit Agenda kali ini dirayakan dengan membagikan momen-momen kecil yang menggambarkan keakraban Yeye dengan dua putrinya, dari masa bayi hingga pertumbuhan anak. Selain itu, ia juga mengingat kenangan terakhir sang ayah, yang masih terasa berkesan meski waktu telah berlalu setahun.
“1 tahun kepergian Papi,” tulis Sarwendah dalam postingan Instagram. Kalimat ini menggambarkan keharuan yang terasa saat mengingat kehilangan besar. Ia mengungkapkan bahwa visit agenda ini menjadi kesempatan untuk menyampaikan perasaan dan memperkuat komitmen menjaga kebahagiaan anak-anaknya. Sarwendah juga menegaskan bahwa Yeye tidak hanya sebagai papa, tapi sebagai bagian dari identitas keluarga yang tak terpisahkan.
Dalam visit agenda yang berlangsung di hari khusus ini, Sarwendah tidak hanya mengenang kepergian ayahnya, tetapi juga mengingat peran Yeye dalam membentuk karakter anak-anaknya. Sosok ayah yang penuh kasih dan humor ini, menurut Sarwendah, tetap membangun kehangatan dalam kehidupan keluarga. Meski situasi konflik hak asuh dengan Ruben Onsu belum selesai, visit agenda ini menjadi bagian dari upaya menjaga keharmonisan hubungan antara putra-putrinya dengan ayah yang meninggal. Dalam unggahannya, ia juga mengingat momen-momen kecil yang menjadi kenangan berkesan.
“Satu tahun berlalu, rasanya masih kemarin. Ada sosok yang tidak tergantikan oleh siapapun. Ada tawa yang masih kami rindukan. Tidak ada hari tanpa mengingatmu,” ujarnya. Kalimat ini menunjukkan bagaimana visit agenda menjadi cara Sarwendah menggambarkan keberlanjutan pengaruh Yeye dalam kehidupan keluarga. Meski Ruben Onsu terus berjuang dalam persaingan hak asuh, Sarwendah tetap mempertahankan visi mendidik anak-anak dengan nilai-nilai yang Yeye tinggalkan.
Konflik Hak Asuh dengan Ruben Onsu Masih Berlanjut
Sarwendah juga menyampaikan penegasan tentang visit agenda dalam proses gugatan hak asuh yang sedang berlangsung. Dalam sidang pertama yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada Rabu (15/7/2026), ia menegaskan komitmen untuk berjuang demi kepentingan anak-anaknya. Visit Agenda ini tidak hanya menjadi bagian dari kegiatan memperingati kepergian Yeye, tetapi juga menjadi refleksi dari keseriusan Sarwendah dalam menjaga kualitas hubungan dengan putrinya.
“Papi telah pergi, tapi kehadirannya tetap kami rasakan dalam setiap visit agenda yang kami lakukan. Kami akan terus berjuang untuk menjaga kebahagiaan anak-anak,” jelas Sarwendah. Dalam perjalanan konflik ini, ia menggambarkan bagaimana kehilangan Yeye menjadi pendorong untuk memperkuat ikatan kekeluargaan. Visit Agenda juga menjadi kesempatan untuk mengingat momen-momen yang papa dan anak-anaknya bagikan, sekaligus menghadapi tantangan dengan Ruben Onsu.
Momen Kenangan dan Kepedulian Terhadap Anak
Dalam perayaan visit agenda ini, Sarwendah tidak hanya berbagi kenangan dengan Yeye, tetapi juga menunjukkan kepedulian terhadap kondisi dua putrinya. Ia menjelaskan bagaimana kehadiran Yeye menjadi penyemangat bagi anak-anak, terutama saat mereka menghadapi perubahan suasana akibat konflik hak asuh. Visit Agenda kali ini juga menjadi ajang untuk menegaskan bahwa kebersamaan dengan papa adalah bagian penting dalam pembentukan kepribadian anak.
“Yeye adalah bagian terbaik dari kehidupan kami. Rindu tak mengenal waktu, dan visit agenda ini adalah cara kami mengenang kehadiran sang ayah,” tulis Sarwendah. Dalam penjelasannya, ia menyampaikan bahwa kehadiran Yeye tidak hanya memberi kehangatan, tetapi juga menjadi motivasi untuk melanjutkan perjuangan hak asuh. Sarwendah menegaskan bahwa konflik dengan Ruben Onsu tidak akan menghalangi keharmonisan keluarga.
