Pelatih Hyundai Hillstate: Cedera Megawati Terlalu Hiperbola
Key Issue – Kompetisi Liga Voli Korea 2026/2027 mendapat sorotan khusus setelah pelatih Hyundai Hillstate, Kang Sung-hyung, mengungkapkan keputusan tegas terkait rekrutmen Megawati Hangestri Pertiwi. Dalam rangkaian try-out untuk posisi pemain asing non-Asia di Praha, Republik Ceko, Kang menyatakan kekhawatiran tim Liga Voli Korea yang memutuskan menarik diri dari perekrutan Megawati. Menurutnya, masalah cedera lutut menjadi penyebab utama keputusan tersebut, meski sejumlah tim masih mempertimbangkan kemungkinan membawa pemain asal Jember, Jawa Timur itu.
Komitmen Hyundai Hillstate Terhadap Megawati
Berbeda dengan tim-tim lain, Hyundai Hillstate tetap menunjukkan komitmen kuat terhadap Megawati. Klub yang bermarkas di Suwon ini, melalui pelatihnya, menegaskan keinginan untuk menemani sang pemain dalam musim depan. Kang Sung-hyung bahkan menyebutkan bahwa cedera yang dialami Megawati lebih tepat disebut sebagai peristiwa yang dibesar-besarkan. “Tidak perlu terlalu khawatir tentang kondisi lututnya, karena dia masih bisa bermain dengan performa maksimal,” ujarnya, seperti dilansir dari StarNewsKorea pada hari Minggu (10/5/2026).
“Setelah bertemu dengan Mega, saya tidak merasakan masalah besar dengan kondisi fisiknya. Saya yakin tekadnya untuk kembali ke V-League sangat kuat,” terang Kang Sung-hyung.
Megawati, yang sebelumnya memutuskan mundur dari Timnas voli Indonesia untuk fokus pada kegiatan pribadinya di 2026, kini menjadi prioritas utama dalam pemulihan cedera. Dalam beberapa pertandingan di Proliga 2025 dan 2026, serta beberapa laga bersama Timnas, Megawati tetap menunjukkan kemampuan yang tak tergoyahkan. Meski lututnya masih mengalami masalah, ia mampu menjaga performa dalam mengantarkan Jakarta Pertamina Enduro (JPE) meraih gelar juara Proliga 2026.
Sebelumnya, Megawati bukan hanya diminati oleh Hyundai Hillstate. GS Caltex dan Red Sparks juga sempat dilaporkan tertarik untuk mengontraknya. Namun, setelah melihat kondisi fisiknya di Grand Final Proliga 2026, yang diadakan di GOR Amongrogo, Yogyakarta, akhir April lalu, Kang Sung-hyung menilai bahwa Megawati tetap layak dipertimbangkan. “Ketika melihatnya secara langsung, saya merasa kondisi lututnya tidak sampai menyebabkan gangguan besar,” tambahnya.
Cedera Megawati: Fakta atau Fiksi?
Dalam pernyataannya, Kang tidak hanya memuji performa Megawati, tetapi juga mengkritik percepatan cedera yang dianggap berlebihan. Ia menekankan bahwa ada pembicaraan mengenai kebutuhan operasi, tetapi menurutnya, hal tersebut belum terlalu serius. “Tingkat cedera Megawati sebenarnya sudah dianggap sebagai hiperbola, dan tidak perlu diambil langkah ekstrem untuk memperbaikinya,” jelas pelatih yang membawa Hyundai Hillstate meraih gelar juara Liga Voli Korea 2023/2024.
Kang juga menyebutkan bahwa Megawati sudah mengalami beberapa fase pemulihan sejak kembali dari Korea Selatan tahun lalu. Meski belum sepenuhnya pulih, ia terus berlatih dan menunjukkan semangat yang luar biasa. Menurut pelatih, penggunaan istilah “cedera serius” terasa lebih seperti konstruksi retoris daripada fakta medis yang jelas. “Selama bertemu dengan Megawati, saya merasa ia bisa bermain tanpa hambatan. Kecuali ada data medis yang membenarkan kekhawatiran itu, saya pikir keputusan untuk melakukan operasi bisa dipertanyakan,” tambahnya.
Sebagai konteks tambahan, Megawati telah menjadi andalan utama bagi Jakarta Pertamina Enduro selama beberapa musim terakhir. Meski lututnya sempat mengalami gangguan, ia tetap mampu memberikan kontribusi signifikan dalam tim. Kang menilai bahwa faktor kelelahan atau teknik latihan bisa menjadi penyebab utama masalah cedera, bukan keparahan yang luar biasa. “Kita perlu melihat dari segi yang lebih realistis, dan Megawati menunjukkan bahwa ia bisa kembali fit dalam waktu dekat,” katanya.
Proses Pemulihan dan Harapan untuk Musim Depan
Kang Sung-hyung juga menyoroti bahwa Megawati telah menjalani beberapa sesi pemulihan sebelum memutuskan untuk memperkuat Hyundai Hillstate. Meski ada rencana operasi, pelatih menganggap bahwa langkah itu bisa dihindari jika ada penanganan yang lebih optimal. “Saya percaya bahwa dengan perawatan yang tepat, Megawati bisa kembali ke lapangan tanpa harus melakukan operasi,” ujarnya.
“Ada pembicaraan tentang operasi, tetapi tampaknya tidak terlalu serius. Tingkat cedera tersebut telah dibesar-besarkan,” sambung Kang.
Pemulihan cedera Megawati menjadi fokus utama dalam musim 2026. Ia telah melewatkan sejumlah pertandingan penting karena kondisi lututnya yang masih tidak stabil. Namun, dengan dukungan dari tim pelatih dan manajemen, pelatih yakin bahwa Megawati akan siap kembali ke V-League musim depan. “Saya percaya bahwa keputusan Hyundai Hillstate untuk memperkuat Megawati sangat tepat. Ia memiliki semangat yang luar biasa, dan itu yang membuatnya layak menjadi bagian dari tim kami,” tutup Kang.
Dengan keputusan ini, Hyundai Hillstate menggarisbawahi komitmen mereka terhadap Megawati. Selain itu, pernyataan Kang Sung-hyung juga menjadi bahan pertimbangan bagi tim-tim lain yang masih memantau kondisi pemain ini. Dalam konteks persaingan yang ketat di Liga Voli Korea, ketersediaan Megawati bisa menjadi keuntungan besar bagi klub yang berhasil menariknya. Namun, tim-tim lain seperti GS Caltex dan Red Sparks masih menunggu kemungkinan untuk memperkuat Megawati jika kondisi fisiknya terus membaik.
Menariknya, Kang Sung-hyung juga menyoroti bahwa Megawati tidak bersalah dalam keputusan Red Sparks untuk menunda rekrutmen. “Dari hasil pertandingan yang dilihat, Megawati tetap mampu memimpin timnya, jadi Red Sparks mungkin tidak memilih karena faktor lain,” jelas pelatih yang menilai bahwa cedera tidak selalu menjadi alasan utama untuk menunda keputusan rekrutmen.
Dengan semua hal ini, pelatih Hyundai Hillstate memberikan sinyal kuat bahwa Megawati Hangestri Pertiwi akan menjadi bagian dari tim mereka musim depan. Dalam usaha untuk menjadikan Liga Voli Korea 2026/2027 menjadi musim yang sukses, klub ini memandang bahwa Megawati memiliki potensi untuk memberikan kontribusi besar. Sementara itu, dunia voli Indonesia menunggu langkah selanjutnya dari sang pemain sebelumnya menghadapi tantangan baru di Asia.