Pemain Tunisia Kecewa dengan Kinerja Federasi, Piala Dunia 2026 Jadi Bencana untuk Timnas
Pemain Tunisia Kuliti Federasi Sendiri – Kekalahan Tunisia di babak grup Piala Dunia 2026 mengejutkan banyak pihak. Pemain-pemain negara tersebut merasa frustrasi dan mengungkapkan kekecewaan mereka secara langsung. Mereka menyalahkan Federasi Sepak Bola Tunisia yang dinilai gagal dalam mempersiapkan tim secara memadai.
Tunisia berada di grup yang dianggap cukup berat, terdiri dari Belanda, Jepang, dan Swedia. Meski komposisi pemain mereka tidak jauh berbeda dari tim lain, persiapan yang tidak optimal justru memengaruhi performa di lapangan. Pemain senior seperti Ali Abdi mengungkapkan ketidakpuasan terhadap kondisi yang dihadapi timnas.
“Saya meminta maaf kepada suporter Tunisia, bukan kepada orang-orang yang gemar membocorkan informasi ke sana kemari,” ujar Abdi dalam wawancara dengan beINSPORTS.
Perubahan pelatih yang terus-menerus dilakukan federasi dituduh membuat pemain kehilangan fokus. Ali Abdi menyebutkan para pemain terlihat bingung dan kehilangan semangat saat menghadapi kompetisi internasional. “Grup F ini tidak bisa tidak mengatakan ada kejutan. Entah itu dari Swedia, Jepang, atau bahkan kuda hitam Tunisia,” tambah Richardo Liwang dari Indo Barca dalam podcast Super Taktik.
Sementara itu, sejumlah pemain lain juga mengkritik keputusan federasi yang dianggap memperparah situasi. Mereka merasa persiapan untuk Piala Dunia 2026 tidak memadai, sehingga memicu kegagalan yang tidak terduga. Kondisi ini menimbulkan perasaan keluhan terhadap organisasi yang seharusnya mendukung tim nasional.
Dalam wawancara yang sama, Ali Abdi menegaskan bahwa kekecewaan utamanya terhadap suporter, bukan kepada pihak-pihak yang menyebarkan informasi secara tidak terduga. Kekalahan ini menjadi bumerang bagi Federasi yang dianggap kurang efektif dalam mengelola proses persiapan.
