Techno

Key Issue: Setelah Jadi Rival, Apple dan Intel Kini Siap Bekerja Sama Lagi

Setelah Jadi Rival, Apple dan Intel Kini Siap Bekerja Sama Lagi Kerja Sama Baru dengan Intel Key Issue menjadi fokus utama dalam perubahan strategi sektor

Desk Techno
Published Mei 10, 2026
Reading time 4 minutes
Conversation No comments

Setelah Jadi Rival, Apple dan Intel Kini Siap Bekerja Sama Lagi

Kerja Sama Baru dengan Intel

Key Issue menjadi fokus utama dalam perubahan strategi sektor teknologi terkini, yaitu keberhasilan Apple dan Intel dalam membangun kembali hubungan kerja sama yang sempat terputus beberapa tahun lalu. Informasi ini dibeberkan oleh MacRumors dalam laporan yang diterbitkan pada 8 Mei 2026, yang mengutip sumber dari The Wall Street Journal. Menurut laporan tersebut, dua raksasa teknologi ini telah mencapai kesepakatan awal setelah lebih dari setahun proses negosiasi intensif, menunjukkan keinginan Apple untuk mengurangi ketergantungan pada TSMC dalam produksi chip berbasis Arm.

Sebelumnya, Apple memang memutus kerja sama dengan Intel ketika perusahaan tersebut mulai mengembangkan ekosistem perangkat sendiri, mulai dari iPhone hingga Mac, dengan chip khusus yang dirancang oleh tim internal Apple. Namun, kini perusahaan ternyata siap berkolaborasi kembali dengan Intel, yang kini fokus pada pengembangan teknologi produksi terbaru. Keputusan ini disebut-sebut akan memperkuat kemampuan produksi Apple, terutama di tengah meningkatnya permintaan untuk chip AI yang lebih canggih.

Dalam kerja sama ini, Intel akan bertugas sebagai produsen untuk menghasilkan chip berdasarkan desain Apple, mirip dengan peran yang pernah diambil oleh TSMC sebelumnya. Ini bisa menjadi solusi jangka panjang bagi Apple dalam mengatasi masalah kapasitas produksi yang sering terjadi akibat keterbatasan TSMC, terutama selama musim high season di industri perangkat elektronik. Selain itu, dengan teknologi 14A dan 18A yang telah diperkenalkan Intel, perusahaan teknologi asal Amerika ini memiliki potensi untuk memenuhi kebutuhan Apple dengan lebih cepat.

Strategi Diversifikasi Apple

Key Issue dalam strategi Apple terkait dengan pengembangan ekosistem chip berbasis Arm, seperti seri M dan A yang diproduksi TSMC, tetapi perusahaan juga memperhatikan keberagaman pemasok untuk menghindari risiko ketergantungan. Dalam laporan keuangan terbaru, CEO Apple Tim Cook menyebutkan bahwa produksi iPhone 17 sempat terhambat karena keterbatasan pasokan chip A19 dan A19 Pro dari TSMC. Hal ini menjadi alasan mengapa Apple kini mengejar alternatif lain, salah satunya Intel, yang menawarkan kemampuan manufaktur dan teknologi terbaru.

Kerja sama dengan Intel tidak hanya terkait dengan produksi chip, tetapi juga sebagai bagian dari upaya Apple untuk memperkuat posisi pemasoknya di pasar global. Dengan memiliki dua produsen chip, Apple bisa mengurangi risiko ketidakstabilan pasokan, terutama di tengah persaingan yang semakin ketat antara TSMC dan produsen lain seperti Samsung atau AMD. Selain itu, teknologi produksi Intel yang terus berkembang, seperti proses 1,4 nanometer, diharapkan bisa mendukung kebutuhan Apple dalam menghasilkan perangkat dengan kinerja lebih tinggi dan konsumsi daya yang optimal.

Dalam konteks Key Issue ini, keberhasilan kerja sama antara Apple dan Intel juga dianggap sebagai langkah strategis untuk menyiapkan infrastruktur ekosistem penerapan AI di masa depan. Dengan keahlian Intel dalam manufaktur chip, Apple bisa mengembangkan solusi AI yang lebih efisien, baik untuk perangkat ponsel maupun komputer. Hal ini tentu akan menjadi keuntungan kompetitif bagi Apple, terutama dalam menghadapi perusahaan-perusahaan lain yang juga sedang mempercepat pengembangan teknologi AI.

Perkembangan Teknologi Intel

Intel telah melakukan investasi besar dalam pengembangan teknologi produksi terbaru, yang akan memungkinkannya berkompetisi kembali di pasar chip global. Teknologi 14A dengan proses 1,4 nanometer, yang diharapkan mulai dioperasikan pada 2028, dipercaya bisa menghasilkan chip dengan kecepatan dan efisiensi yang lebih unggul dibandingkan generasi sebelumnya. Di sisi lain, Intel sudah memiliki chip 18A dengan proses 1,8 nanometer, yang menunjukkan kemajuan signifikan dalam produksi komponen chip selama beberapa tahun terakhir.

Keberhasilan ini membuat Intel lebih percaya diri untuk kembali menjadi mitra strategis Apple. Dengan teknologi terkini, perusahaan teknologi asal Amerika ini bisa memenuhi permintaan Apple untuk chip yang memiliki kemampuan komputasi tinggi, sekaligus memperluas pangkalan pasar dalam bidang manufaktur. Dalam Key Issue ini, kerja sama antara Apple dan Intel dianggap sebagai bagian dari strategi Intel untuk bangkit kembali dari masa-masa sulit saat ini, ketika perusahaan tersebut mengalami penurunan daya saing di sektor chip mobile.

Persaingan di Pasar Chip Global

Kerja sama antara Apple dan Intel juga mencerminkan pergeseran dinamis dalam persaingan industri chip global. TSMC, meski masih menjadi produsen utama Apple Silicon, kini menghadapi tekanan dari produsen lain yang berusaha meningkatkan kapasitas produksi. Dengan menambahkan Intel sebagai produsen alternatif, Apple bisa memastikan bahwa pasokan chip tetap stabil, bahkan di tengah lonjakan permintaan untuk perangkat AI yang semakin tinggi.

Intel, di sisi lain, berharap kolaborasi ini bisa membantu perusahaan merebut pangsa pasar yang sebelumnya dikuasai TSMC. Dengan keahlian manufaktur dan pengalaman dalam produksi chip untuk berbagai jenis perangkat, Intel bisa menjadi pilihan yang menarik bagi Apple, terutama jika kebutuhan akan chip AI terus meningkat. Key Issue ini juga menunjukkan bahwa Intel tidak hanya fokus pada segmen desktop, tetapi juga sedang berupaya memperluas sayapnya ke pasar ponsel dan perangkat portabel.

Kontroversi Desain dan Impaknya

Sementara itu, isu desain Liquid Glass Apple yang diduga ditiru oleh Google kembali menjadi pembicaraan hangat, meski tidak secara langsung terkait dengan kerja sama Apple-Intel. Meski demikian, peristiwa ini menggarisbawahi komitmen Apple dalam mengembangkan desain chip secara mandiri, yang menjadi Key Issue utama dalam strategi perusahaan. Dengan memproduksi chip sendiri, Apple bisa mengendalikan seluruh aspek desain, termasuk kecepatan, daya tahan, dan kinerja perangkat.

Leave a Comment