Regional

SD Negeri Mojongapit 3 Jombang Hanya Punya 1 Murid Baru – SDN Sukorejo 3 Kota Blitar Dapat 5 Murid

SDN Mojongapit 3 Jombang Hadapi Kehilangan 1 Siswa Baru SD Negeri Mojongapit 3 Jombang Hanya - Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, SD Negeri

Desk Regional
Published Juli 13, 2026
Reading time 2 minutes
Conversation No comments

SDN Mojongapit 3 Jombang Hadapi Kehilangan 1 Siswa Baru

SD Negeri Mojongapit 3 Jombang Hanya – Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, SD Negeri Mojongapit 3, Desa Mojongapit, Kecamatan Jombang, Jawa Timur, kembali menjadi sorotan setelah hanya satu murid baru yang mendaftar pada masa pengenalan lingkungan sekolah (MPLS) tahun ajaran 2026/2027. Siswa ini, Yoga Pratama (6), merupakan satu-satunya anak yang memilih sekolah tersebut sebagai tempat bersekolah. Meski jumlah siswa baru yang datang sangat minim, pihak sekolah tetap berupaya memastikan proses belajar mengajar berjalan lancar dan bermakna bagi murid yang ada.

Tantangan dalam Mempertahankan Minat Belajar

Kepala sekolah, Zumaroh Is’adah, menjelaskan bahwa penurunan jumlah siswa baru bukanlah fenomena yang terjadi secara mendadak. Menurutnya, faktor utama adalah ketakutan orang tua terhadap keterbatasan sumber daya pendidik di SDN Mojongapit 3. Dulu, sekolah hanya memiliki dua guru kelas, sehingga beberapa mata pelajaran sering diampu oleh guru wali kelas. Hal ini membuat orang tua khawatir bahwa kualitas pendidikan akan berkurang, terutama jika kelas digabungkan.

“Orang tua sempat menyampaikan kekhawatirannya. Mereka takut kalau kelas digabung, anak-anak tidak mendapatkan perhatian secara maksimal,” ujar Zumaroh kepada Tribunjatim.com, Senin (13/7/2026).

Untuk mengatasi situasi ini, SDN Mojongapit 3 melakukan perubahan struktur pengajaran. Dua kelas yang sebelumnya terpisah diikat menjadi satu, agar pembelajaran tetap berjalan. Namun, penambahan tiga guru baru telah meningkatkan jumlah guru kelas menjadi lima, sehingga memperkuat kapasitas pengajaran. Meski masih ada kekurangan satu guru untuk standar ideal, Zumaroh optimis langkah ini bisa membangkitkan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah tersebut.

Kebutuhan Masyarakat dalam Pendidikan

Dengan hanya satu siswa baru, SDN Mojongapit 3 kini memiliki total 39 siswa. Tahun ini, 19 siswa kelas VI lulus, namun hanya satu orang yang mendaftar ulang. Angka ini memicu refleksi lebih dalam mengenai keberlanjutan pendidikan di wilayah tersebut. Zumaroh mengungkapkan bahwa sekolah berusaha menyesuaikan kurikulum dan metode pengajaran untuk memastikan anak yang ada tetap merasa terlayani secara maksimal.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah pendampingan belajar intensif bagi Yoga Pratama. Meski jumlah murid yang terbatas, guru-guru tetap merancang sistem belajar fleksibel, termasuk menyediakan ruang interaksi sosial agar murid tidak merasa kesepian. Kebijakan ini dirancang agar anak yang duduk di Kelas 1 SDN Mojongapit 3 tetap merasa termotivasi dan partisipatif dalam lingkungan belajar.

Meski SDN Mojongapit 3 mengalami penurunan jumlah siswa, situasi ini tidak berarti sekolah tidak memiliki peran penting dalam masyarakat. Yoga Pratama, sebagai satu-satunya siswa baru, menjadi bukti bahwa keinginan untuk bersekolah masih ada, meski mungkin dengan jumlah yang tidak seberapa. Zumaroh berharap, dengan penambahan tenaga pendidik, sekolah bisa menjadi tempat yang lebih menarik bagi warga sekitar, terutama bagi anak-anak yang ingin mendapatkan pendidikan berkualitas.

Kebutuhan pendidikan yang semakin dinamis membuat SDN Mojongapit 3 terus berinovasi. Selain menyesuaikan jumlah guru, sekolah juga merancang program pendidikan alternatif seperti pelatihan keterampilan sederhana dan kegiatan ekstrakurikuler untuk meningkatkan daya tarik belajar. Dengan langkah-langkah ini, SDN Mojongapit 3 berharap bisa membangun hubungan yang lebih kuat dengan masyarakat, meskipun di tengah tantangan yang terus-menerus.

Leave a Comment