Regional

Latest Program: Cerita Supardiono, Pemilik Sontrot Sapi Bantul Berbobot 1,5 Ton Dipilih Jadi Hewan Kurban Prabowo

Supardiono, Peternak Sontrot Sapi Bantul 1,5 Ton Dipilih Prabowo sebagai Kurban Latest Program - Program terbaru Prabowo Subianto, Presiden RI, memperoleh

Desk Regional
Published Mei 14, 2026
Reading time 3 minutes
Conversation No comments

Supardiono, Peternak Sontrot Sapi Bantul 1,5 Ton Dipilih Prabowo sebagai Kurban

Latest Program – Program terbaru Prabowo Subianto, Presiden RI, memperoleh perhatian publik saat ia memilih sapi bernama Sontrot dari peternak lokal Bantul, Yogyakarta, sebagai hewan kurban Idul Adha 2026. Ini menjadi momen istimewa bagi Supardiono (49), pemilik sapi tersebut, yang tinggal di Padukuhan Salakan, Kalurahan Bangunjiwo, Kapanewon Kasihan, Kabupaten Bantul. Pemilihan sapi ini menunjukkan komitmen Prabowo terhadap pembangunan sektor pertanian dan penghargaan terhadap hasil produksi lokal, yang juga menjadi bagian dari Latest Programnya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kisah Pemilihan Sontrot sebagai Hewan Kurban

Sontrot, sapi Limousin berusia tiga tahun dengan bobot mencapai 1,5 ton, menjadi pilihan terbaik dari tiga ekor sapi yang diajukan Supardiono. Proses seleksi dilakukan melalui penilaian ketat oleh tim yang dipimpin oleh dinas setempat. “Kebetulan saya punya teman di dinas Bantul yang mengajukan nama Sontrot untuk diseleksi. Ya monggo, silakan,” ujar Supardiono saat ditemui di peternakannya, Rabu (13/5/2026). Ia menyatakan bahwa pengajuan nama sapi tersebut bukanlah kebetulan, melainkan hasil usaha panjang dalam merawat dan memperbaiki kualitas ternak lokal.

Kurban Idul Adha tahun ini menunjukkan keterlibatan aktif Prabowo dalam mendukung peternakan berkelanjutan. Sontrot, yang diperoleh dengan harga Rp110 juta, rencananya akan disembelih di Kota Yogyakarta. Dalam Latest Programnya, Prabowo mencoba menghadirkan nilai-nilai tradisional sekaligus modern melalui pemilihan hewan kurban yang berkualitas. Hal ini juga menjadi momentum untuk mempromosikan produk lokal ke tingkat nasional.

Kepuasan Supardiono dan Dukungan Komunitas

Keberhasilan Sontrot dipilih sebagai kurban menjadi buah bibir di kalangan peternak dan masyarakat sekitar. “Senang sekali, sapi lokal bisa dipilih Prabowo sebagai kurban,” tambah Supardiono, yang menyatakan kebanggaan terhadap perhatian publik terhadap usahanya. Ia menekankan bahwa sapi ini bukan hanya hasil dari perawatan intensif, tetapi juga bentuk kesadaran masyarakat akan pentingnya konservasi dan pengembangan ternak lokal. Selain itu, keberadaan Sontrot dalam Latest Program Prabowo diharapkan menjadi inspirasi bagi peternak lain untuk meningkatkan standar kualitas ternak mereka.

Sebagai bagian dari Latest Program, kegiatan ini juga dianggap sebagai upaya memperkuat hubungan antara pemerintah dan masyarakat pedesaan. Prabowo, yang selama ini dikenal aktif dalam berbagai program sosial, kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kebutuhan masyarakat, terutama dalam hal kebutuhan daging kurban yang berkualitas. Dengan memilih sapi lokal, ia berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor dan meningkatkan daya saing produk pertanian dalam negeri.

Background Sapi Lokal dan Tantangan dalam Pembangunan Pertanian

Sapi Limousin, seperti Sontrot, merupakan jenis ternak yang digunakan untuk menghasilkan daging berkualitas tinggi. Supardiono menjelaskan bahwa ia memulai usaha peternakan sejak tiga tahun lalu, dengan fokus pada pengembangan sapi lokal yang lebih kuat dan tahan terhadap penyakit. Meski terdapat tantangan seperti keterbatasan akses pasar dan kebutuhan teknologi, ia percaya bahwa keberhasilan Sontrot dalam Latest Program akan memberi dampak positif bagi peternak lain.

Kementerian Pertanian juga menyatakan bahwa permintaan hewan kurban di Indonesia terus meningkat, meskipun stok sapi masih surplus mencapai 891 ribu ekor. Dengan memilih sapi dari peternak lokal, Prabowo tidak hanya menunjukkan dukungan terhadap ekonomi desa, tetapi juga memberikan ruang bagi pertanian berkelanjutan yang bisa bersaing di tingkat nasional. Ini menjadi langkah penting dalam Latest Programnya untuk membangun ekosistem pertanian yang lebih inklusif.

Sebagai bagian dari Latest Program, pemilihan Sontrot sebagai hewan kurban juga diharapkan menjadi pengingat bagi masyarakat bahwa produk lokal tetap memiliki nilai ekonomi yang signifikan. Supardiono, yang telah bekerja keras dalam mengembangkan kualitas sapi miliknya, menyatakan bahwa momen ini adalah penghargaan bagi usaha yang telah ia lakukan selama bertahun-tahun. Ia berharap keberhasilan ini bisa menjadi teladan bagi peternak lain untuk terus berinovasi dalam bisnis pertanian.

Leave a Comment